Tekno & Sains
·
26 Juni 2021 11:54
·
waktu baca 2 menit

Kominfo Usut Jual Beli Foto Selfie KTP di Facebook

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kominfo Usut Jual Beli Foto Selfie KTP di Facebook (87214)
searchPerbesar
Akun SweettFan penjual foto KTP dan selfie di grup Facebook. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mengusut dugaan jual beli KTP dan selfie para pemiliknya yang menghebohkan jagat Twitter akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT
Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan pihaknya akan segera mengusut kasus jual beli foto selfie KTP, setelah berkoordinasi lebih lanjut baik secara internal maupun dengan Kementerian atau Lembaga terkait.
"Kami tegaskan kembali bahwa seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) wajib untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai pengamanan sistem elektronik dan perlindungan data pribadi," kata Dedy kepada kumparanTECH, Sabtu (26/6). "Segala bentuk pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku."
Dedy mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati dalam menjaga keamanan data pribadi dengan tidak menyebarkan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Ia juga meminta masyarakat agar menjaga keamanan gadget atau perangkat elektronik lain yang digunakan untuk menyimpan data pribadi.
ADVERTISEMENT
"Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan temuan konten negatif serta tindakan-tindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan lain di ruang digital melalui aduankonten.id atau kanal-kanal aduan lain yang kami sediakan," tambahnya.
Kominfo Usut Jual Beli Foto Selfie KTP di Facebook (87215)
searchPerbesar
Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi. Foto: Dok. Kementerian Kominfo

Jual beli foto selfie KTP

Sebelumnya, kasus jual beli KTP dan selfie pemiliknya pertama kali diungkap oleh akun @recehvasi pada Kamis (24/6). Dalam kicauan yang viral tersebut, dia menyematkan sebuah screenshot dari Facebook, di mana seorang pengguna bernama SweetFan menawarkan KTP dan foto selfie pemiliknya di grup SnackVideo,TikTok,Hello,Resso,Likeit.
Berdasarkan pantauan kumparanTECH, grup Facebook SnackVideo,TikTok,Hello,Resso,Likeit memang ada di Facebook dengan jumlah anggota mencapai 37,4 ribu orang. Diskusi dalam grup tersebut hanya seputar mengajak orang untuk mendaftar aplikasi SnackVideo, TikTok, Hello, Resso, dan Likeit dengan kode undangan atau referral, sehingga bisa mendapatkan sejumlah uang dari aplikasi-aplikasi tersebut.
ADVERTISEMENT
Kemudian, posting-an yang viral itu sudah tidak dapat ditemukan atau sudah dihapus. Akun SweettFan yang mem-posting screenshot itu juga sudah hilang dan tidak dapat ditemukan lagi. Kemungkinan besar posting-an dan akun yang pengirimnya sudah dihapus saat konten itu viral.

Potensi data penduduk "telanjang"

Laporan soal jual beli KTP dan foto selfie menambah daftar panjang kebocoran data penduduk Indonesia. Pakar keamanan data khawatir jika kasus semacam ini berlanjut, data penduduk Indonesia akan "telanjang" seutuhnya.
"Dengan melihat tren yang sudah terjadi dalam 3 tahun terakhir ini, kebocoran data pribadi ternyata meningkat cukup tajam. Baik dari sisi kuantitas jumlahnya semakin meningkat, selain itu kualitasnya juga meningkat," ucap Ruby kepada kumparanTECH awal bulan ini.
ADVERTISEMENT
"Kalau ini semakin dibiarkan, data pribadi kita sudah benar-benar telanjang."
Komentar Ruby kala itu hadir setelah sejumlah data penduduk di beberapa kabupaten dan kota di Indonesia bocor di forum hacker Raid Forums. Data tersebut--yang mencakup Kabupaten Malang, Subang, Kota Bogor, dan Kabupaten Bekasi--mengungkap nomor KK, KTP, nama ibu dan ayah kandung, hingga agama dan golongan darah lebih dari 8 juta penduduk Indonesia.
Kebocoran data 4 kabupaten dan kota tersebut relatif lebih kecil ketimbang kebocoran data 279 juta penduduk dari BPJS Kesehatan pada Mei 2021. Sebelumnya, kebocoran data penduduk Indonesia juga meliputi 200 juta data DPT KPU dan 90 juta pengguna Tokopedia pada 2020, serta 13 juta pengguna Bukalapak pada 2019.
ADVERTISEMENT
"Item (data) pribadi itu enggak banyak, paling cuma puluhan saja. Bayangkan, dengan semakin meningkatnya kuantitas maupun kualitas (data yang bocor), item-item data pribadi itu semuanya lama-lama bocor. Alias semuanya terungkap ke publik. Artinya sebagian besar data penduduk Indonesia itu sebenarnya sudah telanjang atau sudah terekspos," kata Ruby.
KTP sendiri memuat 9 dari 26 item data pribadi dalam UU No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
Adapun aksi jual beli data rentan menimbulkan kejahatan siber. Ketika mengetahui kabar jual beli KTP dan selfie dari Facebook tersebut, netizen khawatir akan keamanan data foto KTP dan selfie mereka yang digunakan untuk verifikasi akun e-wallet atau pinjaman online.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020