Kontrol Smart Home Makin Fleksibel via Aplikasi Samsung SmartThings atau Google

Samsung mengumumkan perluasan kerja samanya dengan Google. Kemitraan ini membawa integrasi perangkat rumah pintar (smart home) dengan aplikasi Samsung dan Google semakin fleksibel dan mudah diakses oleh penggunanya.
Kedua perusahaan akan membuat pengguna ponsel dan tablet Samsung Galaxy akan dapat dengan mudah menambahkan perangkat yang kompatibel dengan ke ekosistem SmartThings dan Google Home. Kemudahan ini bisa dilakukan lewat pengguna lewat teknologi Matter.
Matter merupakan standar Internet of Things (IoT) yang diinisiasi oleh Connectivity Standards Alliance. Matter dibuat agar gadget IoT dari Apple, Amazon, Google, hingga Samsung bisa dengan mudah diatur dan berinteraksi satu sama lain melalui perangkat kontrol lokal.
Kemampuan multi-admin dari standar Matter memberikan dasar untuk menghubungkan perangkat secara langsung ke beberapa aplikasi dan ekosistem, memberi pengguna lebih banyak fleksibilitas dan pilihan. Samsung dan Google memanfaatkan multi-admin Matter ini untuk memungkinkan pengguna menemukan, memilih untuk menghubungkan, dan mengontrol perangkat yang mendukung Matter dengan mulus melalui aplikasi SmartThings atau Google Home di Android.
Sebagai developer Android terbesar, Samsung menghargai kemitraan yang kuat dengan Google.
- Jaeyeon Jung, Corporate Vice President and Head of SmartThings, Mobile eXperience Business, Samsung Electronics -
“SmartThings dan Google berkomitmen pada pilihan pengguna dan memberi konsumen kemampuan untuk mengontrol perangkat mereka sendiri. Kolaborasi ini melanjutkan komitmen itu dengan meningkatkan pengalaman pengguna dan mempromosikan transparansi antar ekosistem,” ujar Jung dalam pernyataan resmi yang diterima kumparan, Senin (17/10).
Rencananya, dukungan teknologi Matter akan dirilis Samsung dan Google dalam beberapa bulan ke depan.
Setelah perusahaan memperbarui aplikasi SmartThings, pengguna dapat melihat perangkat yang mendukung Matter yang disiapkan di bawah ekosistem Google dan kemudian mengimpornya ke ekosistem Samsung dan sebaliknya. Dengan cara ini, pengguna akan dapat mengontrol perangkat ini dari aplikasi Samsung SmartThings atau Google Home.
