Kumparan Logo

Korsel, Samsung, SK Hynix Investasi Rp 20.760 T, Perbanyak Chip AI - Data Center

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengucapkan sumpahnya dalam upacara pelantikannya di Majelis Nasional, Seoul, Korea Selatan, Rabu (4/6/2025). Foto: Pedro Pardo/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengucapkan sumpahnya dalam upacara pelantikannya di Majelis Nasional, Seoul, Korea Selatan, Rabu (4/6/2025). Foto: Pedro Pardo/AFP

Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, mengumumkan investasi gabungan antara pemerintah dan swasta senilai 1.800 triliun won atau sekitar Rp 20.760 triliun. Investasi ini disiapkan untuk mengamankan dominasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

Dari total investasi besar tersebut, sebanyak 890 triliun won atau sekitar Rp 10.284 triliun akan dialokasikan khusus untuk mempercepat pengembangan sektor cip. Perusahaan yang dipercaya penuh adalah dua produsen memori terbesar dunia asal Korea Selatan, yaitu Samsung Electronics dan SK Hynix.

"Kita harus mengamankan elemen-elemen inti AI lebih cepat daripada negara mana pun," ujar sang presiden dalam pidato yang disiarkan di televisi, mengutip Reuters.

Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan memaparkan Samsung dan SK Hynix berkomitmen untuk membangun masing-masing dua pabrik fabrikasi cip baru di wilayah barat daya Korea Selatan.

Guna menyokong proyek ini, pemerintah kota Gwangju dan Provinsi Jeolla Selatan juga turut menyuntikkan dana sebesar 5 hingga 20 triliun won atau sekitar Rp 58,2 triliun hingga Rp 233 triliun. Selain itu, wilayah Chungcheong dekat Seoul juga akan menerima kucuran 81 triliun won atau sekitar Rp 943,6 triliun untuk pembangunan klaster pengemasan chip.

Langkah diversifikasi investasi ke wilayah barat daya ini diambil karena kapasitas produksi di pusat chip eksisting, seperti Yongin dan Pyeongtaek, dilaporkan telah mencapai batas maksimal.

"Untuk memenuhi permintaan semikonduktor yang tumbuh sangat cepat, kita perlu segera merampungkan pusat-pusat produksi yang saat ini tengah dibangun," tutur Lee. "Pada saat yang sama, kita harus mengamankan kapasitas produksi yang melimpah sejak awal melalui investasi baru skala besar, termasuk di wilayah barat daya. Kawasan industri yang ada saat ini di Yongin dan Pyeongtaek sudah mencapai batas maksimalnya."

Kendati demikian, sejumlah pengamat memperingatkan potensi kendala logistik, pasokan air dan listrik yang masif, serta kebutuhan tenaga kerja ahli yang tidak mudah dipenuhi dalam waktu singkat di wilayah baru.

Lee Jong-ho, akademisi dari Seoul National University, menilai langkah pemerintah ini bergerak terlalu cepat. Ia mengingatkan risiko konsekuensi berat apabila di masa mendatang permintaan pasar global terhadap cip AI tiba-tiba mengalami penurunan.

Di sisi lain, rencana pembangunan pusat cip di barat daya ini juga memicu kritik politik dari kubu oposisi. Dalam laporan Reuters, mereka mempertanyakan apakah keputusan tersebut bermuatan politis, mengingat wilayah barat daya merupakan basis pendukung Lee, di mana ia meraup 85 persen suara pada pemilu presiden lalu.

Kritik ini mencuat di tengah tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Lee yang menyusut ke angka 46,5 persen selama beberapa pekan terakhir.

Ilustrasi Samsung. Foto: Marko Aliaksandr/Shutterstock

Langkah strategis menghadapi kompetisi global

Di tengah ketatnya persaingan teknologi dunia, Korea Selatan saat ini berada di posisi yang cukup diuntungkan berkat penguasaan teknologi memori High-Bandwidth Memory (HBM) oleh Samsung dan SK Hynix. Bersama produsen asal AS,

Micron, mereka mendominasi pasokan cip memori yang sangat krusial untuk menyokong prosesor AI milik raksasa teknologi global seperti Nvidia.

Untuk memperkuat daya saing, Kementerian Perindustrian menargetkan produksi memori Dynamic Random-Access Memory (DRAM) akan dilipatgandakan dalam lima tahun ke depan. Di waktu yang sama, Apple kabarnya tengah menjajaki pembelian cip memori dari produsen asal China, CXMT.

Perkembangan ini meningkatkan urgensi bagi Seoul untuk segera mengamankan posisi pasarnya sebelum momentum pertumbuhan teknologi AI mulai melandai.

Melalui keuntungan melimpah dari siklus pertumbuhan teknologi saat ini, para produsen cip Korea Selatan didorong melakukan diversifikasi portofolio demi menghindari fenomena Dutch disease, kondisi ekonomi di mana ketergantungan berlebih pada satu komoditas unggulan justru berdampak kurang baik bagi sektor lainnya [AFP].

Tidak hanya fokus pada industri perangkat keras semikonduktor, Menteri Sains Bae Kyung-hoon menyampaikan Korea Selatan bersiap menggelontorkan investasi hingga 1.000 triliun won atau sekitar Rp 11.650 triliun hingga tahun 2035 untuk membangun pusat data AI dengan kapasitas tambahan sebesar 10 gigawatt.

Dari total komitmen jangka panjang tersebut, sebanyak 550 triliun won atau sekitar Rp 6.407 triliun ditargetkan mengalir pada 2029 untuk desentralisasi infrastruktur digital di luar ibu kota.

Sebagai pelengkap ekosistem industri masa depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan klaster robotika dan suku cadang di Saemangeum, pantai barat Korea Selatan. Kawasan ini telah menarik minat investasi dari Hyundai Motor guna menandingi kemajuan teknologi robot humanoid yang saat ini dipimpin oleh negara pesaing seperti China.