Kumparan Logo

Kronologi Kasus Dadang Subur "Dewa Kipas" vs GothamChess yang Masuk Babak Baru

kumparanTECHverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dadang Subur Veteran Catur si Dewa Kipas. Foto: dok. Ali Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Dadang Subur Veteran Catur si Dewa Kipas. Foto: dok. Ali Akbar

Kasus Dadang Subur atau dikenal dengan nama akun Dewa Kipas versus gamer catur profesional sekaligus YouTuber bernama Levy Rozman, atau biasa dikenal sebagai GothamChess kembali memanas.

Setelah sempat mereda saat kedua belah pihak memutuskan untuk hapus posting-an di media sosial masing-masing, kini kasus tersebut ramai diperbincangkan oleh netizen. Bahkan, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) ikut mengomentari kiprah Dewa Kipas di Chess.com.

Bagi kamu yang terlambat mengikuti jalannya drama kasus ini bisa simak kronologinya berikut ini.

Awal perseteruan Dewa Kipas dan GothamChess

Pada 2 Maret 2021 sekitar jam 11 malam, Dadang Subur asyik main catur online seperti biasa dengan akun miliknya bernama “Dewa_Kipas”. Tanpa Dadang ketahui, ia sedang melawan GothamChess, seorang konten kreator catur yang YouTube-nya punya 700 ribu subscribers. Pertandingan ini pun ternyata disiarkan langsung oleh GothamChess via Twitch.

Menurut catatan pertandingan di chess.com, Dadang berhasil memenangkan pertandingan yang berlangsung 10 menit itu dalam 35 langkah. Kemenangan ini membuat fans GothamChess yang nonton langsung mengira Dadang berbuat curang dengan pakai bot dan me-report akun Dewa_Kipas miliknya.

X post embed

Cerita pemblokiran akun milik Pak Dadang, ditulis Ali Akbar anak dari Dadang Subur, di akun Facebook miliknya yang kemudian viral. Pada Kamis, 4 Maret 2021, Ali Akbar mengatakan ayahnya yaitu Dadang Subur atau yang dikenal dengan nama Dewa Kipas sudah berdamai dengan GothamChess.

Meskipun dianggap telah usai, efek dari polemik itu ternyata masih ada, netizen Indonesia membombardir semua akun media sosial GothamChess dengan kata-kata hate speech.

Hal tersebut membuat GothamChess mengunci semua akunnya dan memblokir video YouTube miliknya agar tidak bisa ditonton di Indonesia. Belakangan, akun Facebook Ali Akbar yang biasa digunakan untuk klarifikasi kasus perseteruan ini juga menghilang.

Levy Rozman alias GothamChess, pemain catur online sekaligus YouTuber dan Streamer. Foto: Instagram @gothamchess

Alasan Chess.com blokir akun Dewa Kipas

Chess.com mengungkap alasan utama mengapa akun catur Dewa_Kipas milik Dadang Subur diblokir. Platform catur online itu menegaskan, Dewa_Kipas telah melakukan kecurangan dalam pertandingan melawan YouTuber GothamChess.

“Algoritma dan tim ahli kami meninjau lusinan game dan ratusan gerakan untuk menentukan temuan kami, dan tidak ada apa pun tentang penutupan yang dibuat dengan tergesa-gesa atau tanpa melalui proses peninjauan standar, teruji, dan sangat menyeluruh kami,” kata Director of Fair Play Chess.com, Sean Arn, dalam sebuah pernyataan resmi kepada kumparanTECH, Jumat (12/3).

“Buktinya jelas bahwa pemain tersebut menggunakan bantuan dari luar untuk meningkatkan kinerja catur mereka, dan kami akan melakukan penutupan yang sama setiap kali disajikan dengan data ini,” sambung Arn.

Chess.com juga menyebutkan kalau semua member di platform mereka bisa melaporkan akun lain yang terindikasi melakukan kecurangan. Namun, algoritma di Chess.com tetap yang akan menentukan apakah pemain tersebut benar melakukan kecurangan atau tidak.

X post embed

Percasi nilai grafik data catur Dewa Kipas di Chess.com janggal

Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) merasa ada keanehan pada data-data yang ditunjukkan Dewa Kipas atau Dadang Subur saat bermain di layanan Chess.com.

Pengamat catur nasional dan internasional sekaligus ahli teknologi informasi PB Percasi, Heri Darmanto mengungkap keanehan data dari 369 gim catur yang Dewa Kipas lakukan sejak 11 Februari 2021 sampai akhirnya terkena blokir Chess.com. Dari 369 gim, Dewa Kipas bermain 333 gim rapid 10 menit.

"Nah, ini saya menyampaikan berdasarkan data yang bisa kita bongkar, memang ada keanehan atau anomali. Data dari game Dewa Kipas sebelum tanggal 22 itu memiliki grafik yang naik turun. Itu manusiawi, jadi kadang bermain bagus, kadang bermain kurang bagus. Ini wajar," kata Heri konferensi pers yang digelar pada Jumat (12/3) lalu.

Ilustrasi permainan catur. Foto: Albert Gea/REUTERS

Namun, Heri menyoroti setelah tanggal 22 Februari 2021. Menurutnya, permainan Dewa Kipas berubah drastis. Dari data yang ia sajikan, tercatat performa Dewa Kipas hanya tiga kali mengalami penurunan pada 25 Februari dengan akurasi pergerakan terendah 8,1 persen. Sementara, sisanya selalu stabil di atas dengan akurasi pergerakan kebanyakan mencapai di atas 90 persen, bahkan yang tertinggi mencapai 99,5 persen.

Data yang tersaji tersebut sangat aneh, bahkan jika dibandingkan dengan para master, seperti Grand Master Putri/Internasional Master Irene Kharisma Sukandar dan GM Susanto Megaranto yang juga menggunakan Chess.com. GothamChess pun heran dengan Dewa Kipas yang mendadak menang 27 gim beruntun dengan 97 persen akurasi setelah kalah dua gim dengan akurasi 35 persen dan delapan persen.

X post embed

Bantahan Dewa Kipas curang

Berdasarkan laporan pertandingan, Pak Dadang memang memiliki akurasi langkah yang tinggi. Akurasi langkah bidak caturnya mencapai 90 persen, dengan hanya sekali blunder.

Namun, Ali membantah bahwa ayahnya telah melakukan kecurangan dengan memakai bot. Ia bilang, akurasi Dadang dalam mengeksekusi langkah bidak catur dihasilkan dari latihannya dengan AI di platform catur Shredder Chess.

“Bapak saya selalu latihan catur melawan Komputer. Komputer yang digunakan itu Shredder Chess,” kata Ali kepada kumparanTECH, Kamis (4/3). “Nah, setiap hasil pertandingannya selalu dicatat hingga dibukukan.”

Ali juga memberikan bukti video Portable Game Notation (PGN) milik Dadang yang ada di sebuah buku tulis. Di buku tersebut, terlihat catatan langkah-langkah catur.

Penghargaan Catur Milik Dadang Subur. Foto: Ali Akbar

Dalam kesempatan yang berbeda, Ali juga menjelaskan mengapa akun Dewa_Kipas bisa mendapatkan tren naik-turun lalu terus membaik, seperti yang dicurigai oleh PB Percasi.

"Pak Dadang mulai dari ELO (level) 800. untuk akurasi 99 persen. Ini karena lawannya masih level rendah, masih di bawah ELO (level) 2000," tutur Ali, Senin (15/3).

"Saya yakin, para master-master di Indonesia pun mampu mendapatkan akurasi 99 pesen. Jika lawannya masih level rendah, seperti yang dihadapi Pak Dadang ini," tambahnya.

Ali melanjutkan akurasi gerakan 99 persen karena lawannya level rendah, dan karena chess.com yang memberlakukan random match, ada faktor keberuntungan untuk mendapat lawan yang tidak begitu kuat.

Kontroversi podcast Deddy Corbuzier dan penolakan lawan GM Susanto Megaranto

Kasus ini yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia, mendorong salah satu publik figur Indonesia, Deddy Corbuzier mengundang Dewa Kipas bersama Ali Akbar untuk wawancara di podcast-nya.

Video wawancara tersebut diunggah di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier yang sudah ditonton lebih dari 2 juta kali. Di situ, Deddy juga meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memperhatikan kesejahteraan para pecatur.

Namun, video itu mendapatkan surat terbuka dari Grandmaster Catur Wanita Indonesia, Irene Kharisma Sukandar. Ia meminta Deddy Corbuzier untuk ikut terlibat dalam meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat atas kasus akun Dewa Kipas milik Dadang Subur vs GothamChess.

X post embed

"Tapi, saya selalu memegang nilai-nilai kebenaran, jujur dan kesatria seperti makna permainan catur. Dan kita, saya dan Mas Deddy sebagai public figure yang bisa membentuk opini masyarakat harus bersama-sama memberitakan berita yang benar untuk membangun karakter bangsa ini dengan nilai-nilai kejujuran," tulis Irene.

"Jikalau Mas Deddy berkenan, mari luruskan hal ini agar tidak berimbas terlalu dalam bagi kami patriot-patriot catur indonesia," dirinya menambahkan.

Di samping itu, Grand Master Catur Indonesia, Susanto Megaranto, sempat menantang Dewa Kipas berduel catur. Akan tetapi, tantangan tersebut justru ditolak. Penolakan itu juga disertai permohonan maaf.

GM Susanto Megaranto. Foto: PB Percasi/ANTARA

"Tapi, pas dihubungi sama Pak Dadang, malah dia kayak minta maaf. Dalam tanda kutip minta maaf bukan mau menantang, bukan kelasnya, dia ngomong sendiri secara gamblang," kata Susanto.

Soal ajak duel yang ditolak, Ali anak Pak Dadang Subur menjelaskan Bapaknya ingin pertandingan dilakukan secara offline dibanding online. Hal ini yang membuat keduanya tidak menemukan titik temu.

"Tetapi, Pak Susanto bilang 'Bagaimana kalau online dulu?', Makanya bapak saya menolak. Kalau online kesannya cuma bertanding saja demi konten. Bapak saya maunya kan datang dan silaturahmi," jelasnya.