Laporan di Aplikasi Qlue Sempat Turun saat Ganti Gubernur DKI

28 Maret 2019 17:41 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Aplikasi pelaporan warga Qlue. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi pelaporan warga Qlue. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Sejak 2016, aplikasi Qlue yang didirikan oleh Rama Raditya hadir sebagai wadah komunikasi warga DKI Jakarta untuk menyampaikan laporan perihal fasilitas kota yang belum maksimal kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Harapannya, segala laporan tersebut bisa langsung sampai dan segera ditindaklanjuti secepat mungkin.
ADVERTISEMENT
Selama tiga tahun beroperasi, Qlue sempat mengalami pasang surut, salah satunya jumlah pelaporan yang cukup tajam. Penurunan tersebut terjadi pada tahun 2017 saat proses Pilkada Gubernur DKI Jakarta berlangsung.
Menurut CEO Qlue Rama Raditya, penurunan diakibatkan eratnya hubungan dengan pemerintah yang berlangsung sehingga masyarakat mengira program kerja sama aplikasi Qlue akan berakhir jika berganti pemerintahan.
"2017 sempat drop. Dengan ganti gubernur, gubernur yang baru khawatir tidak tindak lanjut laporan. Padahal yang dibangun sistem, jadi siapa saja gubernurnya, Qlue tetap berjalan," katanya saat ditemui di sela acara Smart Citizen Day 2019 di Jakarta, Kamis (28/3).
CEO Qlue Rama Raditya. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
Rama menambahkan, saat itu pengguna Qlue melihat kemungkinan laporan mereka yang disampaikan tidak akan ditindak lanjuti. Ia juga mengatakan, butuh proses untuk meningkatkan jumlah pelaporan yang membutuhkan penyesuaian kembali sesuai dengan sistem yang baru.
ADVERTISEMENT
"Mungkin di awal-awal butuh pembenahan dari government-nya, karena gubernur baru mesti menyesuaikan lagi. Seperti API (Application Programming Interface)-nya mesti diatur lagi dan sebagainya," ujar Rama.
Rama juga menceritakan bagaimana aplikasi Qlue versi iOS sempat hilang di Apple App Store karena masalah teknis dalam aplikasinya. "Saat itu bareng dengan hilangnya aplikasi Qlue buat iOS, dan baru hadir lagi belum lama ini."
Sayangnya, Rama tidak mau mengungkapkan berapa jumlah pengguna Qlue hingga saat ini. Ia hanya membocorkan bahwa jumlah pengguna Qlue 90 persen dari aplikasi di sistem Android.
Pengaduan masyarakat di aplikasi Qlue. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
Ingin Ekspansi ke Seluruh Provinsi di Indonesia
Kesuksesan Qlue untuk menjembatani aspirasi warga DKI Jakarta juga ingin dibawa ke provinsi lain di seluruh Indonesia. Saat ini, layanan Qlue telah hadir di 15 kota dan 50 institusi.
ADVERTISEMENT
Layanan tersebut sudah membantu mendapatkan pemanfaatan solusi teknologi smart city berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), serta intergrasi data untuk menangani permasalahan kota, instasi dan perusahaan multi industri.
"Kita ingin fokus tidak hanya di Jakarta saja. Karena kita juga ingin membantu pemerintah untuk menggalakkan gerakan 100 smart city di Indonesia dan menyebarkan literasi digital ke masyarakat," terangnya.
Ilustrasi Qlue Foto: Bagus Permadi/kumparan
Sebagai catatan, Qlue sukses membantu pemerintah DKI Jakarta menerapkan konsep kota pintar dalam program Jakarta Smart City.
Dalam satu tahun beroperasi sejak 2016, Qlue memberikan kontribusi mengurangi titik banjir dari 8.000 titik menjadi 450 titik, mengurangi pungutan liar hingga 72 persen, dan meningkatkan kepercayaan warga terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta dari 34 persen menjadi 97 persen.
ADVERTISEMENT