Kumparan Logo

Larangan Penggunaan Winglet dan Perkembangan Fairing di MotoGP

kumparanTECHverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Motor pembalap MotoGP yang dipasang winglet. (Foto: Dok. MotoGp.com)
zoom-in-whitePerbesar
Motor pembalap MotoGP yang dipasang winglet. (Foto: Dok. MotoGp.com)

Musim balap MotoGP 2017 tinggal menghitung hari, para pencinta kecepatan kembali akan dimanjakan dengan sajian saling susul dan aksi overtaking dari para pengendali kuda besi.

Namun, akan ada yang berbeda pada tampilan motor tiap pembalap di musim 2017 ini. Adanya pelarangan menggunakan winglet (sayap motor) pada bagian fairing motor adalah hal yang menjadikan musim balap tahun ini akan terasa berbeda.

Sebenarnya penggunaan winglet ini baru saja diterapkan oleh tim Ducati di musim balap 2015. Saat itu Ducati mencoba inovasi dengan memasang winglet di bagian fairing motor milik Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone untuk mengatasi masalah yang terjadi pada motor mereka.

Dengan dipasangkannya winglet pada fairing motor pembalap, tim lain pun ikut tertarik menggunakannya seperti Yamaha Movistar dan Repsol honda, kemudian diikuti oleh tim lainnya.

Hal yang menyebabkan penggunaan winglet ini menjadi populer adalah fungsinya yang memang sangat bermanfaat bagi motor pembalap. Hal yang paling dirasakan manfaatnya adalah winglet ini mampu meningkatkan downforce (efek gaya tekan kebawah) pada motor.

Lalu mengapa hal ini begitu penting untuk motor pembalap. Dengan mesin yang memiliki tenaga luar biasa, tentunya akan memberikan tekanan yang besar bagi motor. Hal ini dapat menyebabkan ban depan terangkat (wheelie) saat melakukan akselerasi, meskipun hanya sedikit hal tersebut dapat menyebabkan akselerasi menjadi kurang maksimal hingga paling parah dapat menyebabkan pembalap kehilangan kendali dan terjatuh.

Bentuk winglet yang dipasangkan di fairing motor. (Foto: Dok. MotoGp.com)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk winglet yang dipasangkan di fairing motor. (Foto: Dok. MotoGp.com)

Agar lebih paham tentang downforce coba lihat gambar dibawah ini.

Pada sayap pesawat, bagian atasnya lebih cembung daripada bagian bawah, hal ini menyebabkan udara yang melewati bagian atas lebih cepat sehingga tekanan udara menurun, begitu juga sebaliknya pada bagian bawah sayap pesawat tekanan udara menurun, perbedaan tekanan udara tersebut menyebabkan gaya angkat ke atas (lift-force) dikarenakan udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

Sekarang coba perhatikan bentuk pada sayap winglet di MotoGP, bentuknya terbalik dari sayap pesawat, maka dari itu gaya yang dihasilkan akan mengarah kebawah (downforce).

Ilustrasi tekanan udara pada winglet. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tekanan udara pada winglet. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Tim yang memiliki power mesin yang besar adalah pabrikan Ducati, maka dari itu tim tersebut pada musim 2015 lalu menggunakan winglet untuk motornya, untuk memberikan gaya downforce dan mengatasi ban depan yang terangkat.

Dengan fungsi yang sangat membantu saat balapan membuat banyak tim mulai mengikuti Ducati dengan memasang winglet pada fairing motor.

Namun, jalan pemasangan winglet tidak semulus jalan di lintasan balap, beberapa kali pemasangan winglet ini mendapat kritikan hingga akhirnya di musim balap 2017 pemasangan perangkat tambahan ini di larang.

Pelarangan itu dirumuskan oleh tim kecil Komisi balap di Misano, usai digelar balapan GP San Marino, (11/9/2016). Tim tersebut terdiri dari Direktur Teknologi Corrado Cecchinelli, Direktur Teknik Danny Aldridge, dan Direktur Balap Mike Webb.

Bunyi aturan resmi tersebut menjelaskan bahwa segala bentuk komponen atau bagian yang menempel di fairing atau bodi motor dan tidak terintegrasi dengan garis atau bodi (sayap, sirip, tonjolan dan lainnya), yang punya efek aerodinamika (menambah daya tekan, mengubah arah angin dan lain sebagainya), tidak diperbolehkan.

Motor pembalap MotoGp yang dipasang winglet. (Foto: Dok. MotoGp.com)
zoom-in-whitePerbesar
Motor pembalap MotoGp yang dipasang winglet. (Foto: Dok. MotoGp.com)

Hal yang mendasari pelarangan ini adalah alasan keamanan pembalap. Khususnya tentang kemungkinan cedera yang dialami pembalap jika winglet ini mengenai tubuh pembalap lain saat terjadi kecelakaan. Selain itu bentuk winglet yang memang melebar kesisi ini bersiko sekali menyebabkan kecelakaan jika jarak antar pembalapan sedang dalam keadaan rapat.

Larangan penggunaan wingket ini sontak mendapat protes dari tim-tim pabrikan di MotoGp, pasalnya mereka sudah kadung nyaman dengan inovasi ini. Namun peraturan tetap peraturan, atas nama sportifitas tim-tim yang turun di MotoGp musim 2017 harus menggembangkan kreatifitas mereka untuk mengatasi permasalahan aerodinamis ini.

Bentuk fairing terbaru motor Yamaha.  (Foto: Dok. MotoGp)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk fairing terbaru motor Yamaha. (Foto: Dok. MotoGp)

Kelima pabrikan motor yang mengikuti balapan MotoGp 2017, mulai melakukan beberapa inovasi untuk mendapatkan manfaat yang sama seperti winglet namun dengan bentuk yang berbeda. Berikut perkembangan inovasi fairing oleh beberapa tim.

Yamaha

Debut dari desain baru motor Yamaha pertama digunakan oleh juara dunia sembilan kali Valentino Rossi. "The Doctor" memamerkan inovasi fairing dari Tim Yamaha yang di juluki dengan "internal winglets" di sirkuit Sepang, Malaysia. Desain fairing yang dibentuk melebar untuk mendapatkan efek yang sama seperti yang bisa didapat dari inovasi winglet yang dilarang.

Bentuk Fairing di Motor Ducati. (Foto: Dok. MotoGp.com)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk Fairing di Motor Ducati. (Foto: Dok. MotoGp.com)

Ducati

Tim Ducati merupakan tim yang paling keras memperotes pelarangan pemasangan winglet, pasalnya motor mereka yang notabennya memiliki tekanan yang paling besar tertolong dengan adanya winglet tersebut.

Namun, mereka tidak begitu saja berhenti mencari inovasi lain untuk tetap meningkatkan performa motor mereka. Qatar menjadi tempat percobaan pertama mereka menggunakan inovasi fairing. Dengan bentuk depan yang didesain ulang sepenuhnya, Ducati menerapkan desain bagian depan mereka menyerupai bentuk mulut dari ikan hiu jenis Hammerhead. Andrea Dovizioso yang mencoba desain terbaru ini mengatakan bahwa inovasi ini merupakan langkah yang positif untuk tim Ducati.

Bentuk Fairing di Motor Honda. (Foto: Dok. MotoGp)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk Fairing di Motor Honda. (Foto: Dok. MotoGp)

Honda

Motor pabrikan Jepang ini memperlihatkan inovasi fairing pada motor RC213V milik Marc Marquez. Di desain sedikit lebih lebar dan lebih mendasar, selain itu Honda memberikan sentuhan karbon hitam untuk pertama kalinya semenjak peluncuran tim ini.

Bentuk fairing di Motor Suzuki. (Foto: Dok. MotoGp)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk fairing di Motor Suzuki. (Foto: Dok. MotoGp)

Suzuki

Tim Suzuki sendiri sempat mendapatkan kesulitan karena pelarangan winglet ini. Suzuki melakukan inovasi dengan menggubah posisi winglet fairing berada di belakang flare dari bodi atas roda depan. Fairing anyar Suzuki tersebut baru muncul ketika Andrea Iannone dan Alex Rins menyelesaikan tes hari kedua di sirkuit Philip Island, Australia.

Bentuk fairing di Motor Aprilia. (Foto: Dok. MotoGp)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk fairing di Motor Aprilia. (Foto: Dok. MotoGp)

Aprilia

Sedangkan pada tim Aprilia, desain yang digunakan terlihat lebih khas dengan dua saluran besar memotong fairing depan dari motor RS-GP. Aleix Espargaro mencoba desain fairing anyar pertama kali di sirkuit Philip Island, Australia dan berhasil menutup hari kedua latihan di urutan ke enam.

Nah, dengan adanya larangan penggunaan winglet di musim balap 2017 tentunya akan membuat para mekanik dan pembalap bekerja lebih keras untuk tetap menampilkan performa terbaik mereka, alih-alih berharap dengan penggunaan "bantuan" seperti winglet itu sendiri.