Lenovo Pertimbangkan Investasi Pabrik Laptop di RI untuk Penuhi TKDN
ยทwaktu baca 3 menit

Perusahaan teknologi Lenovo sedang dalam proses mempertimbangkan investasi untuk pabrik atau fasilitas perakitan laptop di Indonesia, guna memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) perangkat laptop.
Para eksekutif Lenovo menggarisbawahi bahwa Indonesia adalah negara prioritas. Tim Lenovo global maupun lokal terus mempelajari business case pasar Indonesia dan regulasinya.
Sejumlah pertimbangan yang akan diukur oleh Lenovo, adalah soal permintaan kebutuhan laptop dari sektor pemerintahan dan BUMN itu sendiri. Hal ini akan berdampak pada banyaknya model juga jumlah unit laptop yang akan diproduksi di dalam negeri.
Kemudian soal biaya operasional bila Lenovo membangun fasilitas pembuatan laptop di Indonesia, baik itu pabrik yang dijalankan sendiri, atau pabrik yang operasionalnya dijalankan oleh pihak ketiga.
"Bila kesempatannya cukup besar dan memang secara hitung-hitungan produksinya baik, itu akan dipertimbangkan. Semua tergantung pada kesempatan," kata Vlad Rozanovich, Senior VP Infrastructure Solutions Group Lenovo Worldwide, dalam wawancara dengan kumparanTECH di Jakarta, Kamis (27/2).
Lenovo sendiri telah memiliki 30 pabrik yang berada di 10 negara. Vlad berkata, business case soal TKDN di Indonesia sama seperti yang terjadi di Brasil dan India. Pemerintah di sana juga menuntut hal yang sama, agar perusahaan asing memberi value added berupa investasi yang berdampak bagi industri dan membuka lapangan kerja di dalam negeri.
Lenovo telah melakukan realisasi investasi perakitan perangkat mobile di Indonesia untuk brand smartphone Motorola, yang bekerja sama dengan mitra pabrik PT Satnusa Persada (PTSN) di Batam.
Presiden Direktur Lenovo Indonesia, Budi Janto, mengatakan, ada satu lini produksi di PTSN untuk merakit HP Moto G45, yang telah diluncurkan di Indonesia pada Februari 2025, dengan harga Rp 2,5 jutaan.
Sambutan pasar terhadap Moto G45 itu sendiri cukup baik, yang mana beberapa mengenang nostalgia masa lalu dengan HP Motorola ketika masih dimiliki oleh perusahaan AS.
Indonesia adalah negara prioritas bagi Lenovo. Makanya kami luncurkan smartphone Moto di Indonesia. Nah, apakah kami akan ke PC? Kami lagi on the process ke arah situ. Business case dan segala lainnya masih dipelajari.
- Budi Janto, Presiden Direktur Lenovo Indonesia -
Kementerian Perindustrian RI terus mendorong brand global untuk berinvestasi besar di Indonesia, tak terkecuali mendorong brand laptop internasional memenuhi kebijakan TKDN.
Pemerintah RI meminta agar kantor pemerintahan dan BUMN melakukan belanja atau pengadaan laptop yang telah memenuhi TKDN sebesar 40 persen. Peraturan ini diharapkan bisa menjadi acuan pada pengadaan e-katalog yang menggunakan dana APBN dan APBD.
Aturan TKDN terkait laptop tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian 29/2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.
Brand laptop lokal telah memenuhi aturan TKDN, seperti Zyrex, Axioo, Evercoss, dan lain-lain. Brand laptop internasional yang telah memenuhi aturan itu termasuk Acer dan Asus. Dua brand asal Taiwan itu tidak mau ketinggalan momen proyek pengadaan laptop/PC untuk institusi pemerintah dan BUMN.
