Mangkuk Ayam Jago Jadi Google Doodle Hari Ini, Begini Sejarahnya
·waktu baca 2 menit

Google Doodle hari ini, Senin (12/9), berbeda dari kebiasaannya mengangkat tokoh penting atau hari bersejarah. Kali ini, ilustrasinya adalah mangkuk ayam jago.
Mangkuk ayam jago, yang biasa kita temui ketika makan mie ayam atau bakso di pinggir jalan, menjadi bintang utama Google Doodle hari ini. Desainnya sangat ikonik, ayam jantan berekor hitam dengan bunga peony dan daun pisang.
Peralatan dapur satu ini memang sangat populer di Asia. Bahkan Pemerintah Thailand mendaftarkan mangkuk ayam jago sebagai produk Indikasi Geografis (Geographical Indication/GI) dari Lampang, Thailand, pada 12 September 2013.
Ini berarti hukum perdagangan internasional menegaskan kualitas dan reputasi mangkuk ayam jago yang dibuat di wilayah tersebut.
- Google Doodle -
Mangkuk ayam jago sendiri sebenarnya diimpor Thailand dari China. Di negara asalnya, ayam jago melambangkan kerja keras, sedangkan daun pisang dan peony merah melambangkan mimpi keberuntungan.
Banyak pengusaha membuka pabrik mangkuk ayam jago di Lampang, Thailand, pada 1957. Wilayah tersebut cocok untuk memproduksi keramik, karena dipenuhi dengan mineral tanah liat.
Mangkuk ayam jago menjadi salah satu produk terlaris di kawasan tersebut. Ia membawa stabilitas keuangan dan kebebasan bagi penduduk lokal Lampang.
"Meski Lampang terus memproduksi mangkuk ayam jagi hingga saat ini, hanya sedikit pabrik yang mampu mendesain mangkuk ayam jagi sesuai dengan gaya dan bahan tradisional, menyebabkan mangkuk ayam asli yang dilukis dengan tangan menjadi barang koleksi langka," tulis Google di laman Doodle soal mangkuk ayam jago.
Tak hanya di Thailand, mangkuk ayam jago juga populer di Indonesia. Gambarnya bahkan sudah dipatenkan oleh produsen keramik PT Lucky Indah Keramik dengan nama Lukisan Ayam Jago.
Pematenan ini berdasarkan pada Sertifikat Perdaftaran Merek nomor IDM00366635 dalam kelas 21 yang meliputi barang-barang piring, mangkuk, basi, tatakan cangkir, tea set, dinner set, poci, cangkir, gelas, tutup cangkir, dan vas bunga. Dengan begitu, perusahaan lain tidak bisa sembarangan menggunakan lukisan ayam jago pada produk mereka yang masuk dalam kategori kelas 21.
