Mark Zuckeberg Ejek Apple, Klaim WhatsApp Lebih Aman dari iMessage

19 Oktober 2022 13:04
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Foto: Stephen Lam/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Foto: Stephen Lam/Reuters
ADVERTISEMENT
Mark Zuckerberg belum selesai menyindir Apple. Setelah menyerang ekosistem virtual reality (VR) Apple yang disebut tertutup, sekarang giliran aplikasi pesan iMessage yang diejek.
ADVERTISEMENT
CEO Meta menyebut iMessage tidak lebih aman dibandingkan WhatsApp karena tidak memiliki sistem enkripsi end-to-end. Sindiran ini ia sampaikan lewat postingan di akun Instagram resminya.
Posting-an tersebut menampilkan gambar dengan tiga balon obrolan. Masing-masing chat bubble bertuliskan 'Green Bubble' berwarna hijau, 'Blue Bubble' berwarna biru, dan 'Private Bubble' berwarna hijau muda.
Kedua chat pertama mewakili balon obrolan yang biasanya ditemui pengguna iPhone ketika kirim pesan di iMessage. Sedangkan chat ketiga mewakili balon obrolan khas WhatsApp, lengkap dengan centang dua biru.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ini secara tersirat mengartikan pesan bahwa pesan di WhatsApp bersifat privat/pribadi.
WhatsApp jauh lebih privat dan aman daripada iMessage, dengan enkripsi end-to-end yang berfungsi di iPhone dan Android, termasuk obrolan grup.
- Mark Zuckerberg, CEO Meta -

Bagian dari kampanye iklan

Gambar yang diposting Zuckerberg di Instagram tersebut diketahui berlokasi di Stasiun Pennsylvania (Penn Station) di kota New York, AS, dan merupakan kampanye iklan. Menurut CEO WhatsApp, Will Cathcart, kampanye yang diadakan perusahaan bertujuan untuk memberi tahu orang-orang di Amerika Serikat tentang pentingnya enkripsi end-to-end.
ADVERTISEMENT
“Kami memperluas kampanye pemasaran yang kami mulai pada bulan Januari untuk memberi tahu orang-orang di AS tentang pentingnya enkripsi ujung ke ujung,” jelas Cathcart lewat Twitter. “5,5 miliar pesan SMS masih dikirim setiap hari di AS, tetapi pesan SMS tidak aman.”
Kampanye iklan privasi adalah dorongan besar bagi Meta. Juru bicara perusahaan, Vispi Bhopti mengatakan kepada The Verge bahwa kampanye ini akan muncul di siaran TV, video digital, dan tempat-tempat publik di seluruh Amerika Serikat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020