Kumparan Logo

Mark Zuckerberg Klaim Instagram Medsos Super Positif Dibandingkan Twitter

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Stephen Lam/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Stephen Lam/Reuters

Mark Zuckerberg mengeklaim bahwa Instagram merupakan ruang atau tempat yang sangat positif. Pernyataan tersebut terucap saat CEO Meta itu berbincang dengan Joe Rogan di podcast The Joe Rogan Experience pada Kamis (25/8).

Suami Priscilla Chan itu mengkritik media sosial saingannya, Twitter. Ia mengatakan sulit untuk menghabiskan waktu di media sosial itu tanpa emosi.

Saya merasa sulit menghabiskan banyak waktu di Twitter tanpa terlalu kesal. Di sisi lain, saya pikir Instagram adalah tempat yang sangat positif.

- Mark Zuckerberg, Pendiri dan CEO Meta -

“Di Twitter saya setuju, kamu akan menemukan orang-orang cerdas di sana, dan membagikan informasi-informasi yang berguna. Tapi kebanyakan dari mereka terlalu tajam,” curhatnya kepada Rogan.

X post embed

Zuckerberg memuji pengalaman pengguna di Instagram milik Meta. Ia mengatakan banyak 'kritik' ditujukan kepada Instagram itu justru karena platform-nya itu terlalu positif.

“Saya pikir beberapa kritik yang kami dapatkan di sana adalah bahwa itu sangat dikuratori dan berpotensi, dalam beberapa hal, terlalu positif,” katanya. "Tetapi saya pikir energi di Instagram umumnya sangat positif. Sangat mudah untuk menghabiskan waktu di sana, dan menyerap banyak hal positif."

Pengalaman pengguna yang emosional memang menjadi kiblat bagi pengembang dalam menciptakan sebuah produk. Namun, Zuckerberg menghindari jika emosionalnya tersebut negatif.

“Sebagai seorang desainer produk, sebagian besar dari apa yang Anda rancang adalah pengalaman emosional orang-orang yang menggunakannya. Jadi saya hanya tidak ingin membangun sesuatu yang membuat orang menjadi sangat marah,” ujar Zuckerberg.

Mark Zuckerberg bersama kacamata pintar yang bisa dipakai membalas chat WhatsApp. Foto: Instagram/@zuck

Selain berbincang soal Twitter dan Instagram, Zuckerberg juga bercerita tentang chip buatan Neuralink, startup milik Elon Musk, kepada Rogan. Ia mengatakan tidak ada individu yang ingin otaknya dipasang chip untuk mencoba inovasi Neuralink dalam 10 atau 15 tahun ke depan.

Zuckerberg juga mengaku perusahaannya sedang merintis teknologi yang mirip. Bedanya, inovasi milik Meta tidak mengharuskan adanya implan di kepala.

Zuckerberg mengatakan versi Meta hanya mengandalkan sensor di pergelangan tangan, yang mendeteksi sinyal neuron motorik untuk mengirim perintah ke computer —atau perangkat elektronik lain.