Mark Zuckerberg Kloning Dirinya Jadi AI, Buat Pimpin Para Karyawan Meta
·waktu baca 2 menit

Pemilik Facebook dan Instagram Mark Zuckerberg dilaporkan sedang mengerjakan versi AI dari dirinya sendiri yang dapat menjawab semua pertanyaan para karyawannya.
AI ini sekarang tengah dilatih untuk meniru gerak-gerik, intonasi suara, serta cara dia memberi pernyataan publik dan pemikirannya tentang strategi perusahaan.
Dilansir Financial Times, ada alasan di balik proyek ini, tak lain agar para karyawan dapat merasa lebih terhubung dengan Mark.
Rekam jejak Mark membuat kloningan diri versi digitalnya sudah terjadi sejak 2022 lalu. Di tahun itu, Zuckerberg membagikan avatarnya sendiri di dalam metaverse yang ia ciptakan sendiri.
Hasil awal tidak mendapat sambutan yang baik dari publik. Untuk itu, Zuckerberg memposting avatar baru dengan versi yang lebih baik, kendati saat ini nasib Metaverse telah tamat.
Meta kini telah mengembangkan AI-generated karakter 3D yang dapat berinteraksi dengan manusia dalam percakapan sehari-hari. Baru-baru ini, perusahaan tersebut mulai fokus membangun karakter yang didasarkan pada Zuckerberg.
Mark Zuckerberg dilaporkan ikut serta dalam proses pelatihan AI animasinya. Seseorang yang mengetahui proyek tersebut mengatakan kepada Financial Times bahwa karakter AI akan dikembangkan menggunakan gambar dan suaranya.
Meta percaya bahwa eksperimen Zuckerberg dapat direplikasi oleh para influencer dan kreator, sebuah bagian dari ekonomi digital yang sedang bergulat dengan gagasan avatar digital.
Mark Zuckerberg telah mendorong Meta untuk lebih banyak menggunakan AI secara internal, dengan harapan hal itu akan membantu dalam hal efisiensi cost dan mempercepat ritme kerja.
Integrasi AI ke dalam bisnis Meta juga bertujuan untuk meminimalkan struktur organisasi dan meningkatkan efisiensi, yang menurut Zuckerberg merupakan kunci untuk "menyelesaikan lebih banyak pekerjaan".
"Kami mengangkat kontributor individu dan merampingkan tim," katanya pada bulan Januari, dilansir The Guardian.
Minggu lalu, Meta meluncurkan Muse Spark, sebuah model AI canggih yang diklaim dapat memperkirakan kalori dalam makanan dari sebuah foto dan merencanakan liburan keluarga dengan menyelesaikan berbagai tugas seperti menyusun rencana perjalanan dan mencari aktivitas ramah anak secara bersamaan.
Model ini dipuji karena kinerjanya dalam pemahaman bahasa dan visual, tetapi tertinggal dalam pengkodean dan penalaran abstrak.
