Kumparan Logo

Mark Zuckerberg Proyeksi Miliaran Orang Bakal Punya Agen AI Pribadi

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display saat menyampaikan pidato peluncuran lini baru kacamata pintar tersebut dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Rabu (17/9/2025). Foto: Carlos Barria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display saat menyampaikan pidato peluncuran lini baru kacamata pintar tersebut dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Rabu (17/9/2025). Foto: Carlos Barria/REUTERS

Pendiri sekaligus CEO Mark Zuckerberg memprediksi kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bagian yang semakin personal dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dalam lima tahun ke depan miliaran orang akan memiliki agen AI pribadi yang mampu bekerja sepanjang waktu untuk membantu mencapai berbagai tujuan penggunanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Zuckerberg dalam paparan kinerja kuartalan perusahaan kepada para investor. Ia meyakini perkembangan AI tidak lagi berhenti pada chatbot yang sekadar menjawab pertanyaan, melainkan akan berevolusi menjadi asisten digital yang memahami kebutuhan setiap individu.

"Sangat kecil kemungkinannya dalam lima tahun ke depan orang tidak memiliki agen AI pribadi yang memahami tujuan mereka dan bekerja 24 jam sehari untuk membantu mencapainya, apa pun bidang yang menjadi fokus mereka," ujar Zuckerberg seperti dilansir The Verge.

Ia mencontohkan agen AI tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengelola keuangan, memantau kesehatan, membantu menjaga hubungan sosial, hingga mengatur berbagai kebutuhan rumah tangga.

WhatsApp Disebut Bakal Jadi Pusat Interaksi AI

Dalam visinya, aplikasi pesan instan akan memainkan peran yang semakin penting ketika masyarakat mulai menggunakan lebih dari satu agen AI.

Meta AI ada di WhatsApp. Foto: WhatsApp

Zuckerberg menilai WhatsApp berpotensi menjadi platform utama untuk berinteraksi dengan berbagai agen AI. Saat ini, menurutnya, WhatsApp sudah menjadi layanan dengan interaksi pengguna terbanyak terhadap Meta AI dibandingkan platform lain yang dimiliki perusahaan.

Persaingan AI Semakin Ketat

Ambisi Meta bukan satu-satunya di industri teknologi. Sejumlah perusahaan besar juga tengah mengembangkan sistem AI yang mampu bertindak sebagai agen digital, bukan sekadar memberikan jawaban atas pertanyaan pengguna.

Google, misalnya, menjadikan agen AI sebagai salah satu fitur utama dalam pembaruan mesin pencarinya. Sementara itu, Anthropic mencatat peningkatan minat terhadap layanan Claude, khususnya fitur Claude Code yang banyak digunakan kalangan pengembang perangkat lunak.

Meta Bidik AI sebagai Mesin Bisnis Baru

Zuckerberg menegaskan bahwa agen AI pribadi akan menjadi fondasi bagi gelombang produk dan sumber pendapatan baru Meta dalam beberapa tahun mendatang.

Sebagai langkah awal, Meta telah meluncurkan agen AI untuk kebutuhan bisnis melalui WhatsApp dan Messenger secara global. Hingga saat ini, lebih dari satu juta bisnis disebut telah mengadopsi layanan tersebut.

Meski adopsi AI untuk konsumen diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama, Meta tetap yakin pasar tersebut akan berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap asisten digital yang mampu bekerja secara mandiri dan personal.