Marketplace Loker Freelance PHK 250 Karyawan, Kini Fokus ke AI
·waktu baca 2 menit

Fiverr, penyedia layanan marketplace lowongan kerja (loker) freelance, resmi memangkas 30% tenaga kerjanya, atau sekitar 250 karyawan, seiring transformasi besar-besaran perusahaan menuju bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).
CEO sekaligus pendiri Fiverr, Micha Kaufman, mengatakan langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) ini bagian dari 'reset menyakitkan' yang harus dilakukan, agar perusahaan bisa kembali ke mode startup dengan struktur organisasi lebih ramping, gesit, dan sepenuhnya berorientasi pada AI.
"Kami akan berpisah dengan sekitar 250 anggota tim di berbagai departemen, yang mengakibatkan organisasi menjadi lebih ramping dan datar," tulis Kaufman di akun X pribadinya.
Kami (Fiverr) perlu kembali ke mode startup, dengan kecepatan dan kelincahan, struktur organisasi yang lebih ramping, serta infrastruktur dan metodologi yang berfokus pada AI.
- Micha Kaufman, Pendiri dan CEO Fiverr -
Kaufman menambahkan, kecerdasan buatan dapat membebaskan manusia dari pekerjaan repetitif, sekaligus membuka kapabilitas baru yang sebelumnya mustahil atau terlalu mahal. Fiverr menjanjikan paket pesangon dan perpanjangan asuransi kesehatan bagi karyawan terdampak.
Namun, di balik pernyataan idealis, langkah ini juga dinilai sebagai upaya mengangkat harga saham. Pasalnya, kapitalisasi pasar Fiverr pernah menembus 11 miliar dolar AS pada 2021 dengan harga saham lebih dari 320 dolar AS, sementara kini hanya bertahan di kisaran 23 dolar AS dan sempat turun setelah pengumuman PHK.
Kabar ini tidak sepenuhnya mengejutkan karyawan. Sejak Mei 2025 lalu, Kaufman sudah memperingatkan bahwa AI akan memengaruhi semua lini pekerjaan. Ia bahkan menargetkan pekerja untuk mengotomatiskan 100% tugas rutin mereka agar bisa menggandakan hingga melipatgandakan produktivitas.
"AI sebenarnya memaksa kita untuk menemukan kembali sisi kemanusiaan kita, hal-hal yang membuat kita istimewa dalam atribut unik setiap orang," ujar Kaufman, mengutip The Register.
