Kumparan Logo

Masa Depan Teknologi Kamera Smartphone Menurut Petinggi Oppo

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan kamera belakang Oppo Find X2. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan kamera belakang Oppo Find X2. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Perkembangan kamera smartphone meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pada awalnya, kamera ponsel hanya terdiri dari satu kamera di depan dan satu kamera di belakang. Sejak tahun 2018, smartphone dengan empat sampai lima kamera sekaligus menjadi lumrah di pasaran.

Keberadaan banyak kamera di sebuah smartphone pun disesuaikan dengan fungsionalitasnya masing-masing. Dengan keberadaan kamera ultra-wide, misalnya, kita dapat memotret momen dalam sudut pandang yang luas. Adapun kamera telephoto memungkinkan kita menangkap gambar jarak jauh lebih detail. Begitu pun kamera depth sensor yang memungkinkan kita memotret foto bokeh.

Pertanyaannya, apakah keberadaan jumlah kamera adalah akhir dari perkembangan aspek fotografi ponsel? Apakah jumlah kamera berbanding lurus dengan kualitasnya?

Menurut Photography Algorithm Engineer di Oppo, Will Lin, tren masa depan kamera smartphone memang bakal diisi oleh keberadaan kamera yang banyak di sebuah perangkat. Namun dia menjelaskan, jumlah kamera sebetulnya bukanlah tujuan utama pengembangan fotografi smartphone.

Logo baru Oppo. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan

"Saya pribadi berpikir bahwa di masa depan, akan ada lebih banyak lensa untuk smartphone. Namun, menambahkan lebih banyak lensa kamera seharusnya hanyalah sebuah premis untuk mengambil foto yang lebih baik," kata Lin dalam pernyataan resmi, Rabu (15/4).

"Kami (Oppo) akan memutuskan jumlah lensa berdasarkan kebutuhan pengguna. Selain itu, kami akan lebih memperhatikan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi antara berbagai lensa," sambungnya.

Lin menambahkan, keberadaan perangkat keras (hardware) kamera smartphone bisa jadi bukan hal utama di masa depan. Seiring penggunaan sensor kamera yang semakin mirip satu sama lain oleh berbagai brand, apa yang membedakan kualitas fotografi antar-smartphone ditentukan oleh optimalisasi peranti lunak (software) yang digunakan.

Sebagai contoh, Oppo Reno 3 yang punya kamera 48 MP bisa jadi punya kapasitas hardware yang sama dengan ponsel berkamera 48 MP lain. Namun, karena Oppo memaksimalkan software mereka, Reno 3 bisa menghasilkan foto beresolusi 108 MP.

"Pada seri Reno3, OPPO mengabdikan banyak sumber daya riset dan pengembangan untuk algoritma unik di balik resolusi komposisi multi-frame, yang memungkinkan Ultra Clear 108MP Image," ujarnya.

Kamera belakang Oppo Reno 3 Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan

Lin menjelaskan, Reno 3 dapat menghasilkan foto 108 MP melalui teknik penggabungan pixel bernama Optical-Flow Sub-pixel Registration. Melalui teknik tersebut, sub-pixel pada frame yang berbeda digabungkan sehingga mengubah resolusi gambar asli menjadi gambar dengan resolusi yang lebih tinggi.

Tak hanya perihal resolusi, Lin juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah meningkatkan aspek fotografi melalui algoritma. Beberapa aspek mendasar tersebut di antaranya adalah memangkas waktu pemrosesan gambar menjadi lebih pendek, meminimalisir noise di foto, dan meningkatkan stabilitas pengambilan video.

"Oppo juga telah banyak meningkatkan akurasi pengenalan pemandangan melalui sejumlah besar pelatihan materi gambar," ucap Lin. "Di masa mendatang, kami akan lebih mengoptimalkan keakuratan pemahaman pemandangan melalui AI yang memungkinkan pengguna untuk mengambil lebih banyak foto otentik kapan saja dan di mana saja."

Adapun pengembangan aspek kamera smartphone bakal membawa lebih banyak kenyamanan bagi kehidupan kita ketika jaringan 5G tersedia. Menurutnya, saat jaringan 5G telah matang, akan ada lebih banyak skenario aplikasi kamera seperti konferensi video 3D secara real-time.

Paket penjualan Oppo Reno 3. Foto: Dok. Oppo

Lin juga menyebut bahwa saat ini Oppo telah masuk ke dalam program perpustakaan pendukung untuk pengembangan aplikasi kamera bernama Google CameraX. Dengan masuk ke program tersebut, para pengembang aplikasi pihak ketiga bisa memanfaatkan teknologi kamera tercanggih dari Oppo untuk menciptakan aplikasi yang lebih beragam.

Menurut Lin, visi pengembangan kamera smartphone Oppo tak hanya akan berkutat pada bagaimana cara menghasilkan foto yang ciamik. Lebih dari itu, dia ingin menghadirkan pengalaman pengguna yang terbaik ketika memotret dengan kamera smartphone Oppo.

"Arah upaya kami tidak hanya untuk meningkatkan kualitas gambar, tetapi juga untuk memperhatikan pengalaman pengguna," katanya. "Di masa depan, kami akan bekerja dengan berbagai mitra untuk meningkatkan dan meningkatkan algoritma, perangkat keras dan perangkat lunak."

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!