Matiin Background App di IPhone itu Sebenarnya ‘Gak Perlu’ Ini Alasannya
·waktu baca 2 menit

Apa kamu tipe orang yang rajin nge-close-close aplikasi yang berjalan di belakang (background app) di iPhone? Kamu percaya aktivitas tersebut bisa bikin HP kamu ngebut lagi dan enggak lemot?
Banyak yang belum tahu, bahwa ritual seperti itu sebenarnya itu enggak perlu, guys. Matiin semua aplikasi yang berjalan di background enggak bikin HP kamu irit baterai dan berjalan lebih enteng.
VP Software Engineering Apple, Craig Federighi pada 2016 lalu pernah mengungkapkan kepada 9to5Mac, bahwa menutup background app tak berpengaruh apa pun pada keawetan baterai.
Justru aktivitas ini hanya akan membebani kerja handphone karena HP harus bekerja keras menggeser puluhan hingga ratussan jendela aplikasi individual dalam tampilan layar.
Pada tingkat teknis, background app artinya aplikasi sedang berada dalam mode ‘hibernasi’ dalam RAM atau tak berjalan sama sekali. Sistem hanya menampilkan ini sebagai history, untuk sekadar konsistensi.
Aplikasi yang mempengaruhi masa pakai baterai hanyalah aplikasi yang benar-benar menjalankan operasi di latar belakang. Ini misalnya seperti navigasi GPS, aplikasi pemutar musik, dan sejenisnya.
Memberhentikan paksa aplikasi pada jendela background app, sebaiknya hanya dilakukan saat kamu benar-benar memerlukan hard reset. Kondisi ini misalnya saat aplikasi yang berjalan mengalami gangguan atau hang.
Android juga sama
Menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang pada HP Android juga menghabiskan lebih banyak daya baterai, ketimbang membiarkannya terbuka.
Mematikan dan menginisialisasi aplikasi justru membutuhkan lebih banyak energi.
Federighi juga mencatat bahwa menutup aplikasi pada background app, enggak bikin kinerja iPhone semakin meningkat. iOS sudah terprogram mengelola RAM iPhone Anda seefisien mungkin secara default.
