Kumparan Logo

Mengapa Bill Gates Selalu Dikaitkan dengan Teori Konspirasi Virus Corona?

kumparanTECHverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bill Gates Berpidato Sambil Membawa Toples Berisi Tinja Manusia Foto: MARK SCHIEFELBEIN / AP
zoom-in-whitePerbesar
Bill Gates Berpidato Sambil Membawa Toples Berisi Tinja Manusia Foto: MARK SCHIEFELBEIN / AP

Hubungan antara pendiri Microsoft, Bill Gates, dengan virus corona sangat erat sekali. Sosok salah satu pria terkaya di dunia itu selalu menjadi sasaran target teori konspirasi munculnya virus corona yang kini telah memakan korban jiwa lebih dari 6,8 juta orang di seluruh dunia.

Balik ke tahun 2015, ketika Bill Gates dengan berpenampilan sederhana muncul di atas panggung konferensi TED di Vancouver, Kanada. Kala itu, ia berbicara mengenai banyak hal, termasuk peringatan penting akan datangnya wabah penyakit mematikan di masa depan.

"Jika ada yang membunuh lebih dari 10 juta orang selama beberapa dekade ke depan, itu kemungkinan merupakan virus yang sangat menular daripada perang," katanya kepada audiensi, dikutip BBC.

Kata-katanya itu masih dikutip oleh berbagai media hingga kini, saat virus corona mewabah hampir ke seluruh penjuru negeri. Potongan video penampilan Bill Gates tersebut telah ditonton lebih dari 64 juta kali.

Bill Gates pakai Blangkon Foto: Instagram

Kemudian, pemberitaan dan viralnya video tersebut memunculkan tuduhan kepada Gates. Beberapa menuduhnya memimpin kelas elite global. Sementara yang lain percaya dia memimpin upaya untuk mengurangi populasi dunia.

Teori lain, Gates dituduh membuat vaksin yang wajib dikonsumsi oleh umat manusia. Bahkan, ada yang percaya Gates mencoba menanamkan microchip atau cip kecil ke dalam vaksin COVID-19.

Tidak hanya Gates, yayasan filantropi yang didirikannya, Bill dan Melinda Gates Foundation, juga terkena sasaran teori konspirasi. Yayasan itu dituduh telah menguji vaksin pada anak-anak di Afrika dan India, yang menyebabkan ribuan kematian dan cedera yang tidak dapat dipulihkan.

Bill Gates kaya dan terkenal

Jadi, bagaimana pendiri Microsoft, yang telah donasi miliaran dolar AS untuk kesehatan global lewat yayasan filantropis yang ia jalankan bersama istrinya Melinda, menjadi bagian teori konspirasi Covid-19?

Prof Joseph Uscinski, seorang ilmuwan politik di University of Miami dan penulis buku tentang teori konspirasi percaya, Bill Gates menjadi target hanya karena ia kaya dan terkenal.

"Teori konspirasi adalah tentang menuduh orang-orang kuat melakukan hal-hal buruk. Teorinya pada dasarnya sama, hanya namanya saja yang berubah. Sebelum Bill Gates, George Soros dan keluarga Koch bersaudara, keluarga Rothchild, dan Rockefeller," katanya kepada BBC.

"Seharusnya tidak mengejutkan bahwa orang kaya dan perusahaan besar dituduh bersekongkol untuk meletakkan keripik di leher kita karena itu adalah hal yang kita takuti. Ini telah menjadi amunisi teori konspirasi untuk waktu yang sangat lama," tambah Uscinski.

Melinda dan Bill Gates. Foto: REUTERS/Kamil Zihnioglu/Pool

Sementara Rory Smith, peneliti dari lembaga pengecekan fakta First Draft News, melihat sulit untuk memastikan akar dari teori konspirasi, tetapi diperkirakan internet membuat informasi tersebut menyebar lebih jauh.

"Sebelum (ada) internet, mereka mandiri dan hanya ada di ruang gema mereka sendiri atau gelembung dalam komunitas tertentu, tetapi internet memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan melintasi garis politik, antara komunitas," kata Smith.

Ia menambahkan, teori konspirasi telah berkembang selama pandemi global, karena orang-orang rentan secara psikologis. Untuk mengatasinya, orang-orang menggunakan sesuatu yang dia sebut sebagai akal sehat kolektif.

"Krisis ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam ukuran dan ruang lingkup dan saran bergeser ketika studi baru diterbitkan. Ada area besar ketidakpastian dan manusia membenci ketidakpastian," imbuhnya.

Ilustrasi virus corona. Foto: NEXU Science Communication/via REUTERS

Yayasan Bill and Melinda Gates Foundation telah berkomitmen 300 juta dolar AS untuk memerangi COVID-19. Mereka tetap optimistis, walaupun diterpa isu teori konspirasi yang palsu.

"Kami prihatin dengan teori konspirasi yang disebarkan secara online dan kerusakan yang dapat ditimbulkannya terhadap kesehatan masyarakat."

"Pada saat seperti ini, ketika dunia menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat menyedihkan bahwa ada orang yang menyebarkan informasi yang salah ketika kita semua harus mencari cara untuk berkolaborasi dan menyelamatkan hidup," ungkap juru bicara Bill and Melinda Gates Foundation dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Gates sendiri mengakui bahwa ada banyak orang yang memercayai teori konspirasi tentang tanam cip di vaksin COVID-19. Namun ia menegaskan, bahwa tidak pernah berencana melakukan hal liar yang disebutnya bodoh tersebut.

"Saya tidak pernah terlibat dengan jenis microchip apa pun. Hampir sulit untuk menyangkal hal ini karena sangat bodoh dan aneh. Tapi, ini terus berulang sehingga isu ini hampir seperti kenyataan," katanya, seperti dikutip CNET.

kumparan post embed