Mengenal Cellebrite dari Israel yang Digunakan Polisi untuk Meretas HP

Nama Cellebrite sedang ramai diperbincangkan oleh netizen Indonesia, karena digunakan oleh polisi untuk meretas handphone (HP) terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Jumhur Hidayat.
Dikutip Antara, Cellebrite digunakan Polri untuk mengumpulkan seluruh data digital milik Jumhur, kemudian hanya data yang memuat informasi terkait UU Omnibus Law yang lanjut dianalisis. Meski begitu data apa saja yang bisa diambil oleh perangkat Cellebrite ini?
Cellebrite sendiri adalah perusahaan digital intelijen Israel yang menyediakan alat untuk pengumpulan, analisis, dan pengelolaan data digital. Alat tersebut sudah umum digunakan oleh polisi di berbagai negara, seperti oleh Kepolisian Skotlandia.
Kepolisian Skotlandia bahwa membeberkan bagaimana cara menggunakan Cyber Kiosks, teknologi yang dikembangkan oleh Cellebrite untuk membuka berbagai smartphone, bahkan iPhone terbaru yang terkunci dan melihat isi datanya. Aparat kepolisian biasanya memeriksa smartphone untuk mendukung proses penyelidikan.
Dalam video yang dipublikasikan oleh Polisi Skotlandia, menunjukkan sistem komputer Cellebrite beraksi, memungkinkan seorang petugas dengan mudah mengekstrak data terenkripsi dari ponsel. Cyber Kiosks tidak membutuhkan waktu lama dalam membuka ponsel yang terkunci.
Alat Cyber Kiosks yang ditampilkan juga nampak seperti komputer pada umumnya. Petugas hanya menghubungkan smartphone yang ingin dibuka dengan komputer melalui kabel USB. Namun, alat ini bisa juga meretas data-data dari perangkat elektronik lain, tablet, berbagai jenis memory card, sampai hard disk.
Ada sejumlah pedoman dan prosedur standar yang telah dibuat untuk mencegah penyalahgunaan teknologi tersebut. Secara khusus, mesin akan mencatat siapa yang mengakses, kapan, dan berapa lama alat digunakan.
Sebelum perangkat dibuka, petugas polisi akan diminta untuk mengisi data diri dan periode waktu untuk data yang diambil, seperti satu minggu, satu bulan, dan lainnya. Selanjutnya, setelah terbuka, Cyber Kiosks akan membagi data ke dalam kategori, seperti kontak, SMS, foto, musik, kalender, video, riwayat panggilan, dan lainnya.
Jika bukti penyelidikan ditemukan pada perangkat, polisi dari cyber crime unit akan mencatat data-data apa saja yang diambil untuk dibawa ke pengadilan. Selanjutnya, koneksi HP dengan Cyber Kiosks akan diputus dan perangkat dikembalikan ke posisi semula.
