Mengenal ‘Golden Dome’, Sistem Pertahanan AS yang Akan Dibangun Donald Trump
·waktu baca 4 menit

Donald Trump tengah berencana akan membangun sistem pertahanan rudal super canggih bernama “Golden Dome” guna melindungi Amerika Serikat dari serangan udara. Sistem kerja pertahanan ini hampir mirip dengan apa yang dimiliki Israel, yakni “Irone Dome”.
Golden Dome ditargetkan akan rampung sebelum Trump lengser jadi presiden. Dia berjanji menyiapkan perisai pertahanan rudal canggih tersebut dalam maklumat pada Januari 2025. Ia mengatakan proyek ini terinspirasi dari konsep yang pertama kali diperkenalkan selama pemerintahan Reagan di tahun-tahun terakhir Perang Dingin. Prakarsa itu dijuluki “Star Wars” oleh media pada 1980-an, karena ambisi teknologi yang tampak aneh.
Kini, Trump mengeklaim teknologi tersebut telah hadir. Pada 20 Mei 2025, saat berpidato dari Oval Office, ia mengungkap tahap terakhir dari rencananya, di mana Jenderal Angkatan Luar Angkasa AS, Michael Guetlein, ditunjuk sebagai kepala manajer program pembangunan Golden Dome.
"Saya gembira mengumumkan bahwa kami telah resmi memilih arsitektur untuk sistem canggih yang akan menerapkan teknologi generasi mendatang di daratan, lautan, dan antariksa, termasuk sensor dan pencegat berbasis antariksa," ujar Trump.
Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar 175 miliar dolar AS, dan ditargetkan akan mulai beroperasi pada Januari 2029. Namun, Congressional Budget Office memperkirakan biayanya bisa mencapai 831 miliar dolar dalam dua dekade.
Banyak pemimpin teknologi kedirgantaraan tertarik dengan kontrak membangun Golden Dome, termasuk Lockheed Martin, Boeing, dan tentu saja SpaceX milik Elon Musk.
Bagaimana sistem pertahan rudal “Golden Dome” bekerja?
Golden Dome merupakan sistem pertahanan canggih untuk mencegah rudal masuk ke wilayah AS. Dia bisa menembak dan menjatuhkan rudal yang datang dari negara lain, menjadi perisai tak terlihat. Jaringan terdiri dari ratusan satelit akan melacak ancaman yang datang, termasuk rudal hipersonik, rudal balistik, dan rudal jelajah canggih.
Setelah terdeteksi, rudal akan ditembak jatuh saat masih terbang di udara menggunakan pertahanan berbasis di ruang angkasa atau memakai rudal berbasis di darat.
Setelah sepenuhnya dibangun, Golden Dome akan mampu mencegat rudal bahkan jika diluncurkan dari belahan dunia lain dan bahkan jika diluncurkan dari luar angkasa, dan kita akan memiliki sistem terbaik yang pernah dibangun,”
- Donald Trump -
Hampir sama dengan Iron Dome Israel
Golden Dome sebenarnya hampir sama dengan Iron Dome milik Israel, tapi dia lebih canggih. Iron Dome adalah sistem pertahanan udara dirancang untuk mencegah dan menetralisir roket yang diluncurkan oleh Hamas di Tepi Barat dan Gaza ke wilayah Israel.
Irone Dome beroperasi dengan menggunakan radar canggih dan teknologi pelacakan untuk memindai langit guna mendeteksi ancaman. Dalam hitungan detik, sistem ini menganalisis kecepatan dan lintasan objek menggunakan algoritma sangat rumit. Jika rudal dianggap sebagai ancaman, sistem akan meluncurkan roket pencegat, yang melesat ke arah proyektil dan meledakkannya di udara untuk meminimalisir potensi kerusakan di darat.
Saat ini, pembangunan Golden Dome masih menuai kontroversi. Beberapa ahli menilai biaya pembuatan sistem pertahanan ini sangat mahal, belum lagi kelayakan teknis yang perlu benar-benar diuji.
Meski terjadi kemajuan teknologi yang sangat pesat selama puluhan tahun sejak rencana Star Wars era Reagan, tantangan untuk mencegat rudal balistik antarbenua (ICBM) tetaplah berat. Rudal-rudal ini dapat mencapai kecepatan hingga 25.000 kilometer per jam, sehingga hanya menyisakan sedikit waktu untuk dideteksi, dilacak, dan dihancurkan. Tantangannya seperti menembak peluru yang sedang melesat menggunakan peluru lain. Adapun Iron Dome milik Israel digunakan hanya untuk mencegat rudal yang relatif sederhana.
Yang jadi pertanyaan, apakah Golden Dome mampu mencegat rudal hipersonik yang dilesatkan oleh negara-negara nuklir seperti Rusia dan China?
“Setelah analisis yang cermat, laporan tersebut menyimpulkan bahwa sistem jenis ini tidak akan mampu mempertahankan seluruh wilayah Amerika Serikat. Paling banter, sistem tertentu secara teoritis dapat mempertahankan sebagian wilayah AS dari beberapa ICBM yang dimiliki Korea Utara,” dalam laporan yang diterbitkan oleh American Physical Society pada Maret 2025.
China bereaksi
China tampaknya sedikit terusik dengan rencana AS membangun Golden Dome. Kementerian luar negeri China mengatakan bahwa mereka khawatir akan proyek ini dan mendesak Washington untuk menghentikannya. Mereka mengatakan bahwa proyek Golden Dome memiliki implikasi ofensif yang kuat dan akan meningkatkan militerisasi ruang angkasa.
“Amerika Serikat, dalam menjalankan kebijakan ‘US-first’, terobsesi untuk mencari keamanan mutlak bagi dirinya sendiri. Hal ini melanggar prinsip bahwa keamanan semua negara tidak boleh dikompromikan dan merusak keseimbangan serta stabilitas strategis global. China sangat khawatir tentang hal ini,” kata Mao Ning, juru bicara kementerian China, sebagaimana dikutip Reuters.
Namun, secara mengejutkan Rusia tak bergeming dengan apa yang akan dilakukan AS. Menurut Moscow Times, seorang juru bicara Kremlin mengatakan kepada wartawan bahwa Golden Dome adalah masalah kedaulatan AS.
“Jika Amerika Serikat yakin ada ancaman rudal, tentu saja mereka akan mengembangkan sistem pertahanan rudal.”
Sementara Kanada, negara tetangga AS, tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dalam proyek ini. So, kita tunggu saja apakah sistem ini akan benar-benar dibangun, atau hanya impian Trump belaka.
