Kumparan Logo

Mengenal Job2Go, Aplikasi Pencari Kerja Era Gig Economy

kumparanTECHverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jobs2Go, platform untuk mencari pekerjaan di era gig-economy. Foto: Aditya Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jobs2Go, platform untuk mencari pekerjaan di era gig-economy. Foto: Aditya Panji/kumparan

Munculnya gig economy sebagai model bisnis baru di Indonesia menimbulkan masalah untuk menghubungkan pencari kerja on-demand dengan pekerjaan yang tersedia. Untuk mengatasi masalah tersebut, PT Sinergi Performa Citra baru-baru ini meluncurkan aplikasi Job2Go yang memungkinkan pengguna bisa mencari pekerjaan jangka pendek yang diinginkan.

Job2Go sendiri adalah platform penyedia informasi lowongan pekerjaan on-demand dan info kerja lainnya yang tersedia di sekitar lokasi pengguna. Startup ini didirikan oleh Kurniawan Santoso yang menjabat Chief Executive Officer (CEO), Saat Prihartono berperan sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Andry Huzain yang duduk di posisi Chief Product Officer (CPO).

Para pendiri Job2Go: Saat Prihartono (COO dan Co-Founder), Kurniawan Santoso (CEO dan Founder), dan Andry Huzain (CTO dan Co-Founder). Foto: Job2Go.net

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Job2Go hendak mengatasi masalah di era gig-ecomomy. Gig-economy itu sendiri adalah trend pekerja kekinian yang lebih memilih bekerja dengan jam kerja dan lokasi yang fleksibel, tidak ingin terikat waktu, dan dapat mencoba berbagai profesi baru.

Penelitian dari PersolKelly 2018 APAC Workforce Insight, misalnya, menunjukkan bahwa 39 persen responden di Indonesia menyatakan berminat mencari pekerjaan yang lebih fleksibel secara kontrak kerja.

Permasalahan pencari kerja ini adalah suatu hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang punya kemampuan kerja yang minim (low skill). Para calon pekerja yang memiliki kemampuan minim mengalami kesulitan mencari kerja sehingga angka pengangguran makin tinggi. Menurut data BPS pada 2019, pekerja sektor informal mendominasi dengan angka 57,27 persen.

Jobs2Go, platform untuk mencari pekerjaan di era gig-economy. Foto: Aditya Panji/kumparan

Oleh karena itu, Job2Go berupaya menargetkan siapapun yang ingin cepat mendapatkan pekerjaan, dengan menonjolkan pekerjaan sederhana yang tak memerlukan keahlian khusus. Melalui aplikasi mereka, Job2Go menyediakan berbagai pilihan jenis pekerjaan, mulai dari tenaga penjualan, tenaga merchandising, sales promotion girl (SPG), staff marketing, staff administrasi, hingga staff magang (intern).

Adapun untuk perusahaan yang ingin mencari pekerja, dimudahkan dengan pilihan adanya pencarian pekerja yang beragam, mulai dari full time, part time, internship, hingga sukarelawan.

“Job2Go menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk memfasilitasi kecocokan penawaran-permintaan pekerjaan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan pekerja. Kami mengolah informasi dasar dari pekerja seperti pendidikan dan keterampilan dipadukan dengan catatan performa pekerjaan sebelumnya dan input data lainnya.” ungkap Kurniawan Santoso, dalam pernyataan resmi, Kamis (12/12).

Saat ini, Job2Go sudah dapat diakses oleh para pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan pekerja melalui situs web www.job2go.net atau dengan mengunduh aplikasi di Google Play dan Apple App Store yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Seorang pemuda sedang membuka Jobs2Go untuk mencari lowongan kerja. Foto: Aditya Panji/kumparan