Mengenal Laptop Chromebook yang Diborong Kemendikbud untuk Pelajar

30 Juli 2021 14:17 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi laptop Chromebook. Foto: Google
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laptop Chromebook. Foto: Google
ADVERTISEMENT
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Riset dan Teknologi (Ristek) telah menentukan spesifikasi minimum laptop yang dibutuhkan dalam pengadaan alat TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi) untuk pelajar. Pengadaan ini untuk program digitalisasi sekolah.
ADVERTISEMENT
Detail spesifikasi minimum laptop yang ditetapkan itu tercantum dalam Peraturan Mendikbud RI No. 5 Tahun 2021. Dilihat dari spesifikasi yang diberikan, terutama sistem operasinya Chrome OS, rupanya laptop untuk para siswa tersebut merupakan jenis Chromebook.
Lalu, sebenarnya apa itu Chromebook? Kamu mungkin sudah familiar dengan sebutan Chromebook ketika membeli laptop. Banyak masyarakat yang belum tahu mengenai laptop jenis chromebook ini.
Topik Chromebook pun sempat bertengger di daftar trending topic Twitter pada Jumat (20/7) pagi. Tak sedikit netizen yang mengkritik soal spesifikasi yang dirasa kurang mumpuni, mulai dari prosesor dual core hingga memori internal 32 GB.
Agar tidak bingung lagi, ini penjelasan soal laptop Chromebook dan perbedaan dengan laptop standar lainnya.
ADVERTISEMENT

1. Laptop Chromebook punya sistem operasi yang beda

Salah satu perbedaan Chromebook dengan Laptop yang paling mencolok adalah pada sistem operasi yang digunakan. Saat ini memang ada dua sistem operasi untuk perangkat laptop/PC yang besar, Windows dari Microsoft dan MacOS buatan Apple. Nah, Google membuat OS sendiri yang dinamakan Chrome OS.
Chrome OS sudah diluncurkan sejak 2009 dan terus mengalami perkembangan. Google membuat Chrome OS sebagai sistem operasi cepat dan ringan berbasis Linux yang open source. Sistem ini juga tidak wajib memerlukan spesifikasi yang tinggi untuk menjalankannya.
"Chromebook juga sama dengan laptop lain, kita bisa pilih spesifikasinya. Biasanya memang tidak butuh prosesor kencang. Memori internal juga banyak pilihan. Kemudian, bisa menggunakan memory card, dan ada slot USB untuk disambung ke eksternal HDD atau flashdisk sebagai alternatifnya," kata Pengamat Gadget, Lucky Sebastian kepada kumparan, Jumat (30/7).
ADVERTISEMENT
Alhasil, laptop Chromebook yang dedicated menggunakan Chrome OS sudah pasti memiliki desain agar bisa bekerja secara maksimal untuk sistem operasi tersebut dan mampu menjalankan berbagai aplikasi Google, seperti browser Chrome, Gmail, Google Drive, Calendar, dan lainnya.
Ilustrasi laptop Chromebook. Foto: Pixabay

2. Laptop Chromebook Bisa instal aplikasi Android

Laptop Chromebook yang berbasis Chrome OS dapat meng-install aplikasi Android di perangkatnya langsung tanpa aplikasi tambahan. Berbeda dengan laptop lainnya yang memerlukan software tambahan. Meski begitu kabarnya, Windows 11 nanti sudah bisa instal aplikasi Android di perangkat.
Dikutip laman resmi Google, saat ini Google Play Store hanya tersedia untuk tipe Chromebook tertentu saja. Jika menggunakan Chromebook untuk perangkat kantor atau sekolah, mungkin tidak dapat menambahkan Google Play Store atau men-download aplikasi Android.
ADVERTISEMENT

3. Ketergantungan laptop Chromebook terhadap akses internet

Ada kabar untuk menggunakan laptop Chromebook harus terkoneksi internet selalu, namun anggap itu tidak benar. Pengguna Chromebook dapat menggunakan aplikasi yang siap digunakan saat offline atau ketika tidak ada sambungan internet. Meski begitu, untuk penggunaan yang optimal harus terkoneksi internet.
Berikut beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan oleh pengguna laptop Chromebook ketika offline. Seperti, membaca dan menulis email dengan Gmail, menulis catatan atau membuat daftar dengan Google Keep, membuat dan mengedit dokumen, slide, atau spreadsheet menggunakan aplikasi Google Drive (Google Dokumen, Spreadsheet, dan Slide).
Ilustrasi laptop Chromebook. Foto: Pixabay

4. Laptop Chromebook dijamin lebih aman

Google mendesain Chrome OS di laptop Chromebook dengan tiga aspek utama, kecepatan, kesederhanaan, dan keamanan. Google sepenuhnya mendesain ulang arsitektur keamanan yang mendasari Chrome OS sehingga pengguna tidak harus berurusan dengan virus, malware, dan pembaruan keamanan.
ADVERTISEMENT
Salah satu penjagaan keamanan dari Chrome OS adalah setiap aplikasi harus di-install melalui app store, baik Google Play Store maupun Chrome Web Store. Hal ini dilakukan agar berbagai software yang pengguna bisa install dipastikan bebas virus.

5. Laptop Chromebook punya keterbatasan

Jika dibandingkan dengan laptop lain, memang Chromebook dengan Chrome OS memiliki keterbatasan. Ada banyak software yang tidak bisa di-install di Chromebook, karena keterbatasan sistem dan spesifikasi.
Chromebook tidak bisa di-install software Microsoft Office, namun pengguna bisa membuka dan mengedit file Office dengan aplikasi milik Google. Kemudian, soal pengeditan, laptop Chrome tidak bisa install Adobe, tapi bisa pakai aplikasi edit milik yang disediakan Google.

Laptop Chromebook cocok untuk pelajar?

Pengamat Gadget, Lucky Sebastian mengatakan laptop Chromebook memang sedang naik daun. Menurutnya Chromebook mampu mengalahkan pangsa pasar MacOS buatan Apple secara global. Selain itu, laptop dengan Chrome OS juga banyak digunakan oleh pelajar di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
"Chromebook di 2020 mengalahkan market share dari mac OS, ini karena memang di Amerika Serikat sana para pelajar banyak menggunakan Chromebook. Jadi secara pembuktian Chromebook memang cocok untuk digunakan pelajar," ungkapnya.
Pangsa pasar laptop Chromebook secara global. Foto: Geekwire
Lucky menambahkan jika dibandingkan dengan laptop biasa seperti menggunakan Windows dari segi harga dan spek, Chromebook tidak kalah jauh. Apalagi dengan budget Rp 6,5 juta seharusnya bisa dapat Chromebook yang lebih baik, mulai dari layar full HD, prosesor lebih baru, RAM dan Internal lebih besar.
"Dengan harga yang sama atau spek sama dengan Windows, Chromebook bisa berjalan lebih gegas kemudian dukungan aplikasi android juga ada di sana. Intinya Chromebook itu simpel," pungkasnya.

Soal Rumor Harga Laptop Rp 10 Juta per Unit

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbud Ristek, M. Samsuri, membantah bahwa harga laptop untuk sekolah mencapai Rp 10 juta per unit, seperti isu yang beredar di masyarakat. Ia mengatakan, ada kesalahpahaman informasi yang diterima masyarakat terkait harga pengadaan laptop untuk sekolah, sebab Kemendikbud hanya menentukan spesifikasi minimum laptop untuk sekolah, dan tidak pernah menetapkan harganya.
ADVERTISEMENT
“Kalau soal harga itu, nanti (pemerintah) daerah akan bisa mengecek sendiri harga itu di e-catalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Jadi, kalau harga di e-catalog itu untuk spek tersebut sampai Rp 5 juta, ya, itu yang dibeli,” kata Samsuri ketika dihubungi kumparanTECH, Jumat (30/7).
E-catalog LKPP merupakan platform pengadaan barang dan jasa yang menjadi jembatan vendor ke pemerintah daerah, kementerian, atau lembaga negara. Setiap vendor penyedia barang dan jasa itu harus memenuhi standar LKPP. Dalam kasus produk TIK, vendor harus memastikan bahwa produknya telah memenuhi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).
Harga laptop untuk sekolah menjadi sorotan masyarakat di media sosial, sebab banyak kabar menyebut harga pengadaan laptop untuk sekolah dari Kemendikbud mencapai Rp 10 juta per unit. Berdasarkan pantauan kumparanTECH, laporan tersebut hanya berdasarkan kalkulasi sederhana bahwa anggaran pengadaan senilai Rp 2,4 triliun bakal dipakai membeli 240 ribu perangkat TIK.
ADVERTISEMENT
Angka Rp 2,4 triliun sendiri merupakan dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang disediakan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk pembelanjaan alat TIK pada tahun 2021. Selain DAK Fisik, pembelanjaan TIK tahun 2021 juga dianggarkan melalui APBN senilai Rp1,3 triliun.
Untuk dana dari APBN akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan 12.674 sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB, yaitu untuk pembelian 189.840 laptop, 12.674 access point, 12.674 konektor, 12.674 proyektor, dan 45 speaker. Sementara dana dari DAK Fisik bakal dipakai untuk pembiayaan bagi 16.713 sekolah berupa 284.147 laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN dan juga peralatan pendukungnya, seperti 17.510 wireless router, 10.799 proyektor dan layarnya, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.
ADVERTISEMENT