Kumparan Logo

Menghitung Paket Internet PJJ Gratis Menteri Nadiem, Cukup Buat Belajar Online?

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang tua siswa membimbing anaknya belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8).  Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Orang tua siswa membimbing anaknya belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan tunjangan kuota internet sektor pendidikan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Tunjangan ini menggunakan anggaran dana sebesar Rp 7,2 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, tunjangan paket internet tersebut akan diberikan selama empat bulan, dari September hingga Desember 2020. Untuk besaran tunjungan paket internet untuk belajar online bisa dilihat daftarnya di bawah ini:

  • Siswa 35 GB per bulan

  • Guru 42 GB per bulan

  • Mahasiswa 50 GB per bulan

  • Dosen 50 GB per bulan

Sayangannya, Nadiem tidak merinci kapan tunjangan paket internet akan dicairkan dan dengan cara apa dibagikan ke siswa hingga dosen di seluruh Indonesia. Dan bagaimana dengan penerima yang tidak memiliki ponsel untuk belajar online.

kumparan membuat kalkulasi berapa kuota internet yang dibutuhkan untuk belajar online bagi seluruh siswa, guru, mahasiswa, dan dosen di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya bisa baca artikel di bawah ini.

kumparan post embed

Berdasarkan kalkulasi kumparan, jika total keseluruhan siswa hingga dosen di Indonesia dihitung, Nadiem perlu menyiapkan kuota sebanyak 1.838.308.275 GB per bulan. Dalam empat bulan PJJ, Nadiem butuh membeli kuota 7.353.233.100 GB (7,35 miliar GB) untuk 49.190.834 orang, baik siswa, guru, mahasiswa, dan dosen di seluruh Indonesia.

Pertanyaan baru muncul: Apakah subsidi kuota bulanan yang disediakan Kemendikbud itu cukup untuk dipakai video konferensi belajar online dengan Zoom atau Google Meet?

Berdasarkan perhitungan situs Whistleout, aplikasi Zoom menggunakan sekitar 540 MB - 1,62 GB data per jam untuk panggilan satu-satu dan 810 MB - 2,4 GB per jam untuk pertemuan kelompok.

Sama halnya dengan aplikasi Google Meet, yang ternyata memakan kuota lebih banyak dibandingkan dengan Zoom. Dalam situs resminya, Google Meet membutuhkan bandwidth sekitar 2,6 Mbps untuk kualitas video 720p, baik untuk video call berdua atau grup.

Pelajar belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Berikut daftar perkiraan kuota yang dibutuhkan untuk video call belajar online lewat Zoom dan Google Meet.

Zoom

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 3 data

Kualitas Streaming
Total Penggunaan Data
460p
810 MB/jam
720p
1,35 GB/jam
1080p
2,4 GB/jam

Google Meet

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 4 data

Kualitas Streaming
Total Penggunaan Data
240p
500 MB/jam
360p
1 GB/jam
480p
1,5 GB/jam
720p
2,6 GB/jam

Jika mengambil kualitas 480p pada masing-masing aplikasi dan 5 jam wakut pembelajaran dalam 20 hari waktu KBM (kegiatan belajar mengajar), maka dibutuhkan kuota sekitar 78 GB per bulan untuk Zoom dan 150 GB per bulan untuk Google Meet.

Namun, harus diingat ini masih estimasi, karena besaran kuota yang terpakai tergantung pada kualitas jaringan internet, lama panggilan, dan jumlah fitur yang digunakan dalam rapat tertentu. Kemudian, pemakaian platform pembelajaran lainnya, seperti Google Classroom, yang juga perlu dihitung besaran penggunaan kuotanya.

Bila mengikuti estimasi tersebut, kuota yang diberikan oleh pemerintah bisa mengurangi beban peserta didik untuk penganggaran dana membeli paket internet belajar online selama pandemi virus corona.

Kebiasaan pengguna dalam kegiatan belajar online juga mendorong beberapa operator seluler menjual paket kuota intenet khusus dengan harga yang terjangkau dengan promo-promo tertentu. Misalnya, gratis akses untuk ratusan e-learning universitas dan sekolah.

kumparan post embed