Meta Kucurkan Rp 2.512 T di 2026 untuk Bangun AI, Kejar OpenAI - Google
·waktu baca 2 menit

Meta memprediksi belanja modal perusahaan di tahun 2026 akan lebih tinggi 10 miliar dolar AS. Total keseluruhan nilai investasi Meta tahun ini mencapai 145 miliar dolar AS atau setara Rp 2.512 triliun (kurs Rp 17.329).
Raksasa teknologi asal AS itu tampaknya serius bakal membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) lebih besar. Ini karena mereka cukup tertinggal dari perusahaan teknologi lain seperti Google hingga OpenAI.
Di tahun 2025, CEO Meta Mark Zuckerberg pernah mengakui dan mengumumkan upaya besar untuk mengejar ketertinggalan perlombaan AI. Sejak saat itu, Zuckerberg serius melakukan penelitian dan pengembangan, serta merekrut talenta dari seluruh industri, termasuk mendatangkan pendiri Scale AI, Alexandr Wang, untuk memimpin divisi AI Meta Superintelligence Labs yang baru.
Menurut laporan Gizmodo, banyak pihak sebenarnya cukup khawatir dengan komitmen ini, mengingat Meta pernah gagal total mengembangkan Metaverse. Divisi Reality Labs, yang mengembangkan Metaverse, mencatatkan kerugian operasional lebih dari 4 miliar dolar AS, dan hanya menghasilkan penjualan sebesar 402 juta dolar AS.
Meta telah memperkenalkan hasil pertama dari investasi miliaran dolar itu lewat peluncuran model AI Muse Spark. Model ini akan dirancang secara open source di masa mendatang.
“Ini adalah rilis pertama dari Meta Superintelligence Labs. (Muse. Spark) menunjukkan bahwa pekerjaan kami sudah sesuai,” kata Zuckerberg meyakinkan para investor, mengutip Gizmodo.
“Sekarang setelah kami memiliki model yang kuat, kami juga dapat mengembangkan lebih banyak produk inovatif.”
Di tahun ini, Meta menargetkan akan meluncurkan dua Agentic AI untuk consumer maupun bisnis. Meta juga mengintegrasikan model AI baru ke dalam beberapa bagian bisnis intinya, seperti iklan, dan khususnya ke dalam sistem rekomendasinya. Tujuannya adalah agar AI dapat mempersonalisasi feed secara hiper-personal untuk pengguna.
