Meta PHK 11.000 Karyawan, Zuckerberg: Saya Salah, Saya Tanggung Jawab

9 November 2022 20:34
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Kevin Dietsch/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Kevin Dietsch/Getty Images
ADVERTISEMENT
Meta resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawannya pada Rabu (9/11) waktu setempat. Jumlah pegawai yang terdampak mencapai lebih dari 11.000 orang.
ADVERTISEMENT
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan pengurangan 13 persen dari total stafnya dalam surat terbuka. Ia mengaku bersalah atas situasi yang terjadi.
Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang pernah kami buat dalam sejarah Meta. Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami sekitar 13% dan melepaskan lebih dari 11.000 karyawan berbakat kami.
- Mark Zuckerberg, CEO Meta -
Zuckerberg menyebutkan, situasi memburuk akibat prediksi meleset akan kenaikan tren e-commerce, faktor makro-ekonomi, kompetisi, hingga menurunnya pendapatan dari iklan.
“Saya membuat keputusan untuk meningkatkan investasi kami secara signifikan. Sayangnya, ini tidak berjalan seperti yang saya harapkan,” sambungnya dalam surat terbuka yang dipublikasikan di laman resmi Meta.
“Dalam lingkungan baru ini, kita perlu menjadi lebih efisien modal. Kami telah mengalihkan lebih banyak sumber daya kami ke sejumlah kecil area pertumbuhan prioritas tinggi.”
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Chris Delmas/AFP
zoom-in-whitePerbesar
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Chris Delmas/AFP
Zukcerberg menjelaskan, pegawai Meta khususnya di AS yang terdampak akan mendapatkan pesangon 16 minggu ditambah 2 minggu untuk setiap tahun masa kerja, bayaran dari cuti yang tidak diambil (PTO), lembar saham terbatas (RSU vestin), asuransi kesehatan termasuk bagi keluarga pegawai sampai enam bulan, tiga bulan dukungan karir, hingga dukungan imigrasi seperti pegawai yang tinggai di AS karena visa kerja.
ADVERTISEMENT
“Di luar AS, dukungan akan serupa, dan kami akan segera menindaklanjuti dengan proses terpisah yang mempertimbangkan undang-undang ketenagakerjaan setempat.”
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
PHK juga diberlakukan ke bagian aplikasi (yang disebut Family of Apps) dan divisi yang menangani Metaverse dan augmented reality (AR) perusahaan, Reality Labs.
Zuckerberg menyebut bahwa perekrutan pegawai akan lebih sedikit di tahun depan, bersamaan dengan restrukturisasi tim bisnis agar lebih substansial. Sementara itu, penundaan perekrutan akan berlanjut setidaknya hingga kuartal pertama tahun depan.
“Ini bukan cerminan dari pekerjaan besar yang telah dilakukan kelompok-kelompok ini, tetapi apa yang kita butuhkan ke depan.”
Dengan berkurangnya tenaga kerja, kapasitas penggunaan bangunan atau gedung akan dikurangi. Transisi desk sharing khususnya bagi yang menghabiskan banyak waktu di laur kantor akan diberlakukan.
Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Dado Ruvic/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Dado Ruvic/Reuters
“Saya akan mengamati kinerja bisnis kita, efisiensi operasional, dan faktor ekonomi makro lainnya untuk menentukan apakah dan seberapa banyak kami harus melanjutkan perekrutan pada saat itu.”
ADVERTISEMENT
“Ini akan memberi kami kemampuan untuk mengendalikan struktur biaya kita jika terjadi penurunan ekonomi yang berkelanjutan. Ini juga akan menempatkan kita pada jalur untuk mencapai struktur biaya yang lebih efisien daripada yang kita uraikan kepada investor baru-baru ini.”
Ada dua alasan utama kenapa perubahan ini diberlakukan, jelas Zuckerberg. Pertama pendapatan lebih rendah dari yang diharapkan di awal tahun ini, dan mencoba agar perusahaan beroperasi lebih efisien.
“Kami akan berbagi lebih banyak tentang bagaimana kami akan beroperasi sebagai organisasi yang efisien untuk mencapai prioritas kami di minggu-minggu mendatang. Untuk saat ini, saya akan mengatakan sekali lagi betapa bersyukurnya saya kepada Anda yang pergi untuk semua yang telah Anda lakukan untuk memajukan misi kami,” tutup Mark
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020