Microsoft Beli Activision, Bagaimana Nasib Game Call of Duty di PlayStation?
·waktu baca 2 menit

Microsoft bikin heboh usai mengumumkan pembelian penerbit game Activision Blizzard dengan nilai 68,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 986 triliun pada Selasa (18/1) lalu.
Akuisisi tersebut membuat Microsoft, yang juga produsen konsol Xbox, menjadi perusahaan video game dengan pendapatan terbesar ketiga di dunia setelah Tencent dan Sony.
Namun, aksi ini lantas menimbulkan pertanyaan tentang masa depan franchise video game produksi Activision Blizzard, termasuk game Call of Duty.
Usai berbincang dengan para petinggi Sony, CEO Microsoft Gaming Phil Spencer memastikan franchise game yang terbit pertama kali pada 2003 itu bakal tetap hadir di konsol PlayStation, baik PlayStation 4 maupun PlayStation 5, tak hanya di platform naungan Microsoft saja.
Saya memastikan niat kami untuk menghormati semua perjanjian yang ada setelah akuisisi Activision Blizzard dan keinginan kami untuk mempertahankan Call of Duty di PlayStation. Sony adalah bagian penting dari industri kami, dan kami menghargai hubungan kami.
- Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming -
Hal yang sama juga diutarakan Sony. Mereka berharap Microsoft bakal terus menghadirkan game produksi Activision Blizzard di platform lain pasca-akuisisi.
“Kami berharap Microsoft akan mematuhi perjanjian kontrak dan terus memastikan game Activision bersifat multi-platform,” kata juru bicara Sony, sebagaimana dikutip The Verge.
Serius Bangun Metaverse
Menurut CEO Microsoft Satya Nadella, pembelian Activision Blizzard ini merupakan kunci perusahaan untuk membuat metaverse — dunia virtual untuk bekerja dan bermain.
“Game adalah kategori paling dinamis dan menarik dalam hiburan di semua platform saat ini dan akan memainkan peran kunci dalam pengembangan platform metaverse.”
Metaverse merupakan istilah yang diciptakan dalam novel dystopian "Snow Crash" yang dipublikasi pada 1992. Istilah Metaverse merujuk secara luas pada gagasan tentang dunia virtual bersama yang dapat diakses oleh orang-orang yang menggunakan perangkat yang berbeda.
Meski hingga kini wujud metaverse masih buram, gagasan tersebut sebenarnya sudah dapat dilihat dari sejumlah game bertema open world seperti Minecraft, Roblox, dan Warcraft. Game yang disebutkan terakhir itu diterbitkan oleh Activision Blizzard.
Associated Press melaporkan bahwa pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft bisa menjadi salah satu akuisisi teknologi paling mahal dalam sejarah.
Rekor akuisisi perusahaan teknologi hingga kini dipegang oleh Dell saat membeli perusahaan penyimpanan data EMC pada tahun 2016 dengan harga sekitar 60 miliar dolar AS.
