Microsoft Klaim Windows on Arm Makin Populer, Didukung Nvidia - Snapdragon

Microsoft menyebut Windows on Arm (WoA) semakin populer karena banyak OEM (Original Equipment Manufacturer) dan mitra yang ikut mendukungnya, termasuk Nvidia hingga Qualcomm. Perusahaan bahkan mengeklaim WoA sebagai "first-class platform for any workload" alias platform kelas satu untuk segala jenis pekerjaan.
Klaim yang tertuang dalam postingan terbaru Microsoft di blog developer resminya pada 25 Agustus 2026 itu didukung dua hal. Pertama, Nvidia resmi masuk sebagai penyedia chip baru untuk Windows on Arm lewat RTX Spark SoC yang akan tersedia musim gugur 2026, bergabung dengan Qualcomm Snapdragon X yang selama ini jadi pemain tunggal. Perangkat dengan chip ini akan hadir dari Microsoft Surface, Asus, Dell, HP, Lenovo, dan MSI.
Kedua —dan ini yang lebih penting buat kamu sebagai calon pengguna— Microsoft menyebut lebih dari 7.000 aplikasi kini terverifikasi kompatibel dengan Windows on Arm, datanya dilacak lewat situs pihak ketiga yakni Works on WoA.
Apa Saja Aplikasi yang Kini Kompatibel?
Kalau melihat daftar aplikasi yang disorot Microsoft di blog terbarunya, ada pola menarik. Dukungan terhadap software keamanan mulai masuk ke dalam kompatibilitas WoA.
Nama-nama besar yang sudah kompatibel antara lain Sophos, TrendMicro, BitDefender, Trellix, Cisco Duo, Palo Alto Networks Cortex, Citrix Workspace App Protection, Acronis Cyber Protect, hingga Zoho Endpoint Central.
Di luar itu, ada beberapa nama yang layak jadi perhatian karena dampaknya langsung terasa di penggunaan harian:
Synaptics DisplayLink — memungkinkan untuk menghubungkan komputer ke banyak monitor tambahan melalui port USB standar dengan kartu grafis virtual berbasis perangkat lunak.
WPS Office — alternatif Microsoft Office yang jauh lebih umum dipakai di Asia, termasuk Indonesia, dibanding aplikasi office lain karena kompatibilitas formatnya dengan dokumen Word/Excel/PowerPoint dan aksesnya yang gratis.
Signal dan Proton Drive — kombinasi aplikasi komunikasi dan penyimpanan yang mengutamakan privasi. Penting buat pengguna yang pekerjaannya menuntut keamanan komunikasi.
Affinity by Canva — perangkat lunak desain gratis yang menggabungkan fungsi pengeditan foto, pembuatan vektor, dan tata letak halaman dalam satu aplikasi.
Sementara itu, kategori pendidikan dan riset (STEM) juga cukup lengkap, mulai dari Jupyter Notebook, MATLAB, QGIS, LEGO Education Coding Canvas, hingga VEX Robotics Vexcode.
Cara Cek Aplikasi Andalanmu, Langkah demi Langkah
Berikut cara mengecek sendiri sebelum memutuskan beli laptop Windows on Arm, apakah aplikasi andalanmu kompatibel dengan ekosistem ini:
Buka situs worksonwoa.com. Situs ini dikelola komunitas open-source (Linaro) dan menjadi rujukan resmi yang direkomendasikan Microsoft sendiri.
Cari nama aplikasi wajibmu satu per satu — jangan hanya aplikasi besar seperti Office atau Chrome, tapi juga software spesifik pekerjaanmu: aplikasi akuntansi, software desain, plugin musik, atau tools khusus industri.
Perhatikan statusnya: apakah tercatat sebagai native (berjalan penuh dan efisien di Arm), berjalan lewat emulasi Prism, atau belum ada laporan kompatibilitas sama sekali.
Sejauh Mana Cocok Buat Pindah ke Windows on Arm?
Kalau pekerjaanmu didominasi browsing, dokumen kantor, video call, media sosial, dan komunikasi tim—kombinasi aplikasi yang paling matang dukungannya di Arm— boleh jadi efisiensi baterai dan performa laptop ARM generasi terbaru jadi keuntungan tersendiri.
Tapi kalau pekerjaanmu bergantung pada software spesifik industri yang jarang dipakai orang banyak—aplikasi akuntansi custom atau plugin audio/video niche—cara paling aman tetap sama: cek dulu sejauh mana kompatibel.
"Seiring dengan berkembangnya lanskap PC, ekosistem aplikasi Windows terus tumbuh pesat. Semakin banyak pelanggan yang menggunakan perangkat berbasis Arm yang canggih, hal ini memotivasi para pengembang untuk membangun dan mengoptimalkan aplikasi untuk platform tersebut," kata Klaus Diaconu, Partner Director, Product Management, Windows Silicon & System Integration Microsoft.
