Microsoft Rilis 7 Model AI Baru, Kurangi Ketergantungan OpenAI
ยทwaktu baca 3 menit

Microsoft merilis tujuh model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam konferensi pengembang Build 2026 yang digelar di San Francisco, Amerika Serikat. Langkah ini menandai upaya Microsoft untuk memperkuat teknologi AI besutannya sendiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penyedia model eksternal, termasuk OpenAI.
Model unggulan yang diperkenalkan adalah MAI-Thinking-1, sebuah model penalaran (reasoning model) yang memiliki 35 miliar parameter aktif dan context window hingga 256 ribu token.
Microsoft mengklaim model tersebut dilatih sepenuhnya dari nol tanpa menggunakan teknik distilasi dari model AI milik perusahaan lain. Klaim ini dinilai penting, terutama bagi pelanggan korporasi yang memperhatikan asal-usul data dan proses pengembangan model AI yang mereka gunakan.
Dalam pengujian yang dilakukan oleh penilai independen, Microsoft menyebut MAI-Thinking-1 lebih disukai dibanding Claude Sonnet 4.6 milik Anthropic. Selain itu, performanya juga disebut setara dengan Claude Opus 4.6 pada benchmark pemrograman SWE Bench Pro.
Saat ini, MAI-Thinking-1 tersedia dalam tahap private preview melalui Microsoft Foundry, platform Microsoft yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan model AI ke dalam aplikasi mereka.
Dengan menjalankan model AI sendiri di infrastruktur cloud Azure, Microsoft tidak perlu membayar biaya lisensi atau pembagian pendapatan kepada mitra eksternal seperti OpenAI. Penghematan tersebut, dapat diteruskan kepada para pengembang dan pelanggan dalam bentuk biaya layanan yang lebih rendah.
CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, bahkan mengklaim model-model terbaru Microsoft mampu melampaui GPT-5.5 milik OpenAI berdasarkan standar evaluasi yang digunakan oleh McKinsey, sekaligus menawarkan efisiensi biaya hingga 10 kali lebih murah.
"Ini adalah langkah menuju kemandirian jangka panjang bagi Microsoft dan para mitra kami. Ini tentang menghadirkan model yang dapat dipercaya," ujar Suleyman, dikutip GeekWire.
Selain MAI-Thinking-1, Microsoft juga memperkenalkan enam model lain yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya adalah MAI-Code-1-Flash, model AI untuk pemrograman dengan 5 miliar parameter yang mulai diintegrasikan ke dalam Visual Studio Code dan GitHub Copilot.
Microsoft juga meluncurkan MAI-Image-2.5 beserta versi Flash-nya yang mendukung pembuatan gambar dari teks (text-to-image) maupun modifikasi gambar (image-to-image). Teknologi ini saat ini sudah tersedia di PowerPoint dan sedang dalam proses peluncuran untuk OneDrive.
Untuk kebutuhan transkripsi suara, Microsoft menghadirkan MAI Transcribe 1.5 yang mendukung 43 bahasa. Sementara itu, MAI-Voice-2 dan versi Flash-nya menawarkan dukungan lebih dari 15 bahasa tambahan serta pilihan suara yang lebih beragam untuk kebutuhan AI percakapan dan asisten virtual.
Hubungan Microsoft dan OpenAI Renggang
Pengumuman ini muncul di tengah dinamika hubungan Microsoft dengan sejumlah mitra AI yang semakin kompleks. Microsoft diketahui telah merevisi sejumlah ketentuan kerja sama dengan OpenAI, termasuk membatasi skema pembagian pendapatan dan mengakhiri hak eksklusif perusahaan untuk menjual model-model OpenAI.
Selama beberapa tahun terakhir, OpenAI telah menerima pendanaan sekitar 13 miliar dollar AS dari Microsoft melalui beberapa putaran investasi. Di sisi lain, Anthropic juga memperoleh komitmen investasi hingga 5 miliar dollar AS. Menariknya, startup AI tersebut didukung oleh Google dan Amazon, dua perusahaan yang juga merupakan pesaing Microsoft di pasar cloud dan AI.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menyebut peluncuran keluarga model MAI sebagai titik balik dalam perkembangan industri kecerdasan buatan.
"Kami percaya waktunya telah tiba bagi setiap perusahaan untuk beralih dari sekadar menggunakan model AI terdepan menjadi ikut berpartisipasi langsung di garis depan ekosistem AI," kata Nadella dalam konferensi Build 2026.
Microsoft juga mengumumkan bahwa model-model MAI tidak hanya tersedia melalui layanan internal perusahaan. Teknologi tersebut nantinya dapat diakses melalui berbagai platform pihak ketiga seperti Fireworks AI, Baseten, dan OpenRouter.
