Mitra Netra Gelar Job Fair for The Blind 2025, Dorong Dunia Kerja yang Inklusif
29 Oktober 2025 14:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
Mitra Netra Gelar Job Fair for The Blind 2025, Dorong Dunia Kerja yang Inklusif
Melalui Job Fair For The Blind 2025 "Career Connect, Independent & Empowered," Yayasan Mitra Netra membuka peluang bagi tunanetra untuk membuktikan diri dapat bekerja di sektor formal.kumparanTECH

ADVERTISEMENT
Yayasan Mitra Netra resmi menggelar Job Fair For The Blind 2025 “Career Connect, Independent & Empowered”, pada Rabu (29/10), di Jakarta. Acara ini membuka peluang bagi para disabilitas tunanetra untuk membuktikan diri mereka agar dapat bekerja di sektor formal, salah satunya di bidang teknologi.
ADVERTISEMENT
Akses terhadap teknologi di era digital yang berkembang pesat menjadi salah satu penentu utama dalam hal kesetaraan. Hal ini juga berlaku bagi penyandang disabilitas, termasuk tunanetra.
Dengan memanfaatkan teknologi asisten seperti screen reader dan komputer bicara, kini para disabilitas tunanetra bisa bersaing di dunia kerja digital, mulai dari programmer hingga content writer.
"Tidak mudah bagi Mitra Netra meyakinkan serta menghadirkan perusahaan untuk turut berpartisipasi membuka peluang kerja untuk tunanetra pada Job Fair For The Blind ini," kata Aria Indrawati, Kepala Bagian Humas dan Naker Mitra Netra.
"Di samping situasi ekonomi yang sedang mengalami perlambatan, juga banyak employer yang belum memahami bahwa tunanetra lulusan perguruan tinggi dapat bekerja bersama mereka yang tidak tunanetra secara inklusif."
Ada tiga perusahaan yang membuka peluang untuk disabilitas tunanetra di acara ini, termasuk PT Imamatek, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi untuk sistem keuangan.
ADVERTISEMENT
CEO PT Imamatek, Agung Sachli, mengatakan perusahaannya membuka satu posisi di bidang programmer atau lebih spesifiknya JavaScript. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya, perusahaannya juga telah memiliki karyawan yang memiliki keterbatasan tunanetra.
"Selama sistem kerja didesain dengan aksesibilitas digital yang memadai, kemampuan mereka sama dengan profesional lainnya. Kami justru belajar banyak tentang ketelitian dan konsistensi dari rekan-rekan tunanetra," ujar Agung.
Pernyataan serupa juga disampaikan CEO D’Impact Indonesia, Lucia Nany Lusida. Ia menilai bahwa adopsi teknologi dalam lingkungan kerja justru memperkuat budaya empati dan kolaborasi.
Lucia mengatakan integrasi disabilitas ke perusahaan bukan charity project, tapi ini soal bagaimana teknologi memungkinkan setiap orang menunjukkan potensi terbaiknya.
Dalam acara ini, sebanyak 20 tunanetra lulusan perguruan tinggi akan mengikuti wawancara dengan tiga perusahaan di bidang teknologi, layanan pelanggan, dan konselor. Tiga perusahaan tersebut, yaitu PT Imamatek, Toyota Astra Finance Service, dan PT Kertas Nusantara.
ADVERTISEMENT
Mitra Netra juga memperkenalkan dua inisiatif digital yang akan dirilis pada Desember mendatang, yakni Panduan Perekrutan Tenaga Kerja Tunanetra, dan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia.
Langkah yang dijalankan oleh Mitra Netra ini adalah upaya mendorong semangat pemerintah untuk implementasi sistem kuota kerja 1% bagi penyandang disabilitas. Menurut Aria, kebijakan tidak akan cukup apabila tidak dengan dukungan teknologi yang konkret di tempat kerja.
Reporter: Muhamad Ardiyansyah
