Momen Karyawan Microsoft Teriak 'Free Palestine' kala CEO Satya Nadella Pidato
·waktu baca 3 menit

Ada kejadian menarik saat CEO Microsoft, Satya Nadella, berbicara dalam konferensi Microsoft Build 2025. Tak lama setelah Nadella naik panggung, seorang karyawan Microsoft menyela dengan berteriak “Free Palestine” dan menuntut kredibilitas sang pemimpin atas kerja sama perusahaan dengan pemerintah Israel.
“Satya, bagaimana kalau Anda tunjukkan kepada mereka seperti apa Microsoft membunuh warga Palestina? Bagaimana kalau Anda tunjukkan kepada mereka seperti apa kejahatan perang Israel yang didukung oleh Azure?” teriak pegawai tersebut di antara hadirin yang datang sebelum akhirnya dihadang dan diseret oleh petugas keamanan.
Sebagai pekerja Microsoft, saya menolak untuk terlibat dalam genosida ini. 'Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine'.
- Joe Lopez, karyawan Microsoft yang berteriak ke Satya Nadella -
Namun, Nadella tampak menghiraukan teriakan tersebut. Dia pun melanjutkan pidato utamanya.
Karyawan yang melakukan aksi protes itu dilaporkan bernama Joe Lopez, seorang veteran yang telah bekerja selama 4 tahun di tim sistem perangkat keras Microsoft Azure. Tak lama setelah aksi protesnya, Lopez langsung mengirim pesan email kepada ribuan karyawan Microsoft. Isi email tersebut adalah:
“Pemimpin menolak klaim kami bahwa teknologi Azure digunakan untuk menargetkan atau menyakiti warga sipil di Gaza,” tulis Lopez, mengutip The Verge. “Mereka yang telah mengamati, tahu betul bahwa ini adalah kebohongan besar. Setiap bit data yang disimpan di cloud dapat dan akan digunakan sebagai pembenaran untuk menghancurkan kota-kota dan membasmi warga Palestina.”
Pesan itu tampaknya disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan terbaru Microsoft yang dimuat di situs webnya, ketika mereka mengeklaim tidak menemukan bukti militer Israel menggunakan Azure atau teknologi AI milik Microsoft untuk menargetkan atau menyakiti warga sipil Palestina di Gaza.
Menurut laporan, karyawan yang protes itu bergabung dengan karyawan Google lain yang dipecat tahun lalu karena memprotes kontrak cloud Google dengan Israel. Aksi itu diduga telah direncanakan oleh kelompok “No Azure for Apartheid”.
Kelompok ini sudah membagikan unggahan protes yang sama di akun media sosialnya. Anggota No Azure for Apartheid terdiri dari karyawan Microsoft yang saat ini menginginkan agar perusahaan mengakhiri kontrak kerja dengan militer dan pemerintah Israel.
Microsoft Build sendiri adalah konferensi tahunan yang digelar perusahaan. Ini menjadi tahun kedua bagi Satya mengisi pidato dalam konferensi tersebut. Awal tahun 2025, protes “Free Palestine” telah digaungkan oleh beberapa karyawan Microsoft, tepatnya pada perayaan 50 tahun perusahaan ketika Satya dan mantan CEO Microsoft, Bill Gates, serta Steve Ballmer berada di atas panggung.
Bahkan, pada kesempatan lain, seorang karyawan Microsoft dengan berani berdiri dan menyebut CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, sebagai “war profiteer” di tengah perayaan ulang tahun perusahaan ke-50.
