Nasib Tragis YouTuber Jahil, Ditembak Mati saat Bikin Video Prank Perampokan

10 Februari 2021 8:08
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Nasib Tragis YouTuber Jahil, Ditembak Mati saat Bikin Video Prank Perampokan (356093)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tembak mati Foto: kerttu
Kejadian nahas baru-baru ini menimpa YouTuber asal AS bernama Timothy Wilks. Karena idenya untuk bikin video jahil atau prank, pemuda berusia 20 tahun itu mesti tewas di tangan calon korbannya.
ADVERTISEMENT
Kejadian ini bermula pada Jumat (5/2) malam, sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Saat itu, Wilks dan seorang temannya menyambangi taman trampolin di wilayah Old Hickory, negara bagian Tennessee. Mereka berdua berniat bikin prank perampokan untuk konten di YouTube, menurut detektif yang menangani kejadian ini kepada media lokal WRKN.
Setibanya di lokasi, Wilks dan temannya menyambangi sekelompok orang di parkiran taman trampolin itu. Nah, sebagai bagian prank ini, mereka berdua membawa pisau golok daging agar tampak meyakinkan sebagai perampok.
Ternyata, salah satu calon korban prank Wilks membawa pistol. Dia pun langsung menembak Wilks karena tidak tahu bahwa perampokan itu hanya sebuah prank. Kepada polisi, pelaku yang berusia 23 tahun itu menyebut bahwa tindakannya didasari sebagai “perlindungan diri”.
Nasib Tragis YouTuber Jahil, Ditembak Mati saat Bikin Video Prank Perampokan (356094)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi YouTube. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Menurut laporan WRKN, polisi masih menginvestigasi kasus tersebut. Namun, tak ada seorang pun yang ditahan dari kejadian ini.
ADVERTISEMENT
Video prank sendiri merupakan salah satu ‘genre’ video yang laris di YouTube. Umumnya, video prank telah di-plot, dengan setiap orang yang terlibat tahu peran mereka di dalamnya.
Namun, dalam beberapa kasus, video prank bakal diblokir oleh YouTube. Platform streaming video tersebut sejak dua tahun lalu memang punya aturan yang melarang lelucon berbahaya atau mengancam nyawa manusia.
Dalam situs resminya, YouTube mengatakan mereka akan memblokir lelucon yang membuat korban takut akan adanya bahaya fisik yang serius atau yang menciptakan tekanan emosional yang serius pada anak di bawah umur. Ancaman dengan senjata dan perampokan palsu, seperti yang dilakukan oleh Wilks, sebenarnya juga terdaftar sebagai pelanggaran yang akan mengakibatkan penghapusan video.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020