Nvidia Akuisisi Hugging Face Rp 228 T, Platform yang Pernah Dibobol AI OpenAI

Nvidia telah sepakat untuk mengakuisisi platform dan komunitas open-source (sumber terbuka) kecerdasan buatan (AI) Hugging Face. Dalam pengumuman blognya, CEO Nvidia Jensen Huang menyebut akuisisi itu bernilai sebesar 12,93 miliar dolar AS (Rp 227,97 triliun dengan kurs Rp 17.631 per dolar).
Hugging Face merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan platform untuk para peneliti dan developer bisa menyimpan serta membagikan model dan dataset kecerdasan buatan. Mereka juga dikenal sebagai 'GitHub-nya AI'.
Hugging Face sebelumnya pernah menarik perhatian publik pada akhir Juli 2026. Kala itu, sistem Hugging Face sempat tidak sengaja diretas oleh model AI milik OpenAI saat menjalani pengujian kemampuan siber.
"Bersama-sama, kami akan mengembangan platform Hugging Face's, menguatkan infrastrukturnya, dan memperluas akses ke AI untuk para pengembang dan institusi di seluruh dunia," kata Huang, Kamis (3/9).
Huang menegaskan Hugging Face akan menjadi platform AI terbuka untuk seluruh ekosistem. Pengembang tetap dapat memilih model, kerangka kerja, penyedia layanan cloud dan inferensi AI yang mereka inginkan.
Hugging Face di bawah Nvidia juga bakal tetap mendukung pengembangan dan penerapan multi-cloud dan multi-akselerator sehingga para para pembuat model dapat memakai hardware dan infrastruktur yang paling sesuai dengan pekerjaan mereka.
"Komputasi NVIDIA tidak akan diwajibkan untuk membangun atau menerapkan melalui Hugging Face," tegas Huang.
Cerita di Balik Akuisisi
Selain memastikan bahwa Hugging Face tetap bakal menjadi platform AI terbuka, Huang juga membocorkan awal mula perusahaannya mengakuisisi platform berlogo emoji memeluk itu.
Semua bermula ketika Co-founder & CEO Hugging Face Clem Delangue datang dan menemui Jensen Huang. Menurut Huang, Clem mempertimbangkan babak selanjutnya dari Hugging Face dan mempercayai Nvidia bakal menjadi rumah yang tepat untuk perusahan dan komunitas AI-nya.
Nvidia mengklaim bahwa perusahaan itu merupakan kontributor terbesar model dan data terbuka untuk Hugging Face. Menurut Huang, Nvidia merilis lebih dari 500 model dan lebih dari 250 dataset terbuka untuk platform tersebut.
"Kami berbagi visi ini dan tim Hugging Face sekarang akan membawa semangat dan keahlian mereka ke kanvas yang jauh lebih besar," kata Huang.
Model terbuka menurut Nvidia memungkinkan perusahaan rintisan, bisnis, universitas, dan lembaga publik untuk membangun kemampuan tanpa harus melatih model dari awal.
"Dengan cara inilah AI dapat berkembang dengan aman, memperkuat keamanan siber dan kedaulatan, mempercepat inovasi, menjangkau pabrik, rumah sakit, pertanian, ruang kelas, dan bisnis kecil di seluruh dunia," tulis Huang.
