Kumparan Logo

Nvidia Siap Akuisisi Hugging Face

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Nvidia. Foto: PhotoGranary02/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nvidia. Foto: PhotoGranary02/Shutterstock

Raksasa chip kecerdasan buatan, Nvidia, dikabarkan tengah mendekati kesepakatan besar untuk mengakuisisi Hugging Face, platform terkemuka tempat para pengembang berbagi model open-source AI. Menurut laporan Business Insider, nilai akuisisi yang dilaporkan bernilai sekitar 12,9 miliar hingga 13 miliar dolar AS ini menandai strategi agresif Nvidia untuk mengamankan ekosistem kecerdasan buatan global di tengah ketatnya persaingan teknologi chip dunia.

Strategi Nvidia untuk mencaplok Hugging Face berakar pada kebutuhan mendesak untuk melindungi monopoli pasar kartu grafis dan chip AI miliknya. Saat ini, raksasa teknologi pemilik model tertutup (closed-source) seperti OpenAI, Google, Amazon, dan Anthropic sedang gencar mengembangkan chip kustom mereka sendiri guna mengurangi ketergantungan pada pasokan Nvidia.

Dengan mendukung ekosistem open-source yang dinamis melalui Hugging Face, Nvidia secara tidak langsung memberikan alternatif kuat bagi para pengembang agar tidak beralih ke layanan komputasi tertutup. Semakin banyak pengembang yang menggunakan model open-source, semakin besar pula ketergantungan industri terhadap infrastruktur fisik dan chip berkinerja tinggi yang diproduksi oleh Nvidia.

Langkah ini juga sejalan dengan investasi senilai puluhan miliar dolar yang telah digelontorkan Nvidia untuk membangun model kecerdasan buatan terbuka mereka sendiri dalam beberapa tahun terakhir.

Arsitektur superchip Nvidia RTX Spark. Foto: Dok. NVIDIA

Hubungan antara Nvidia dan Hugging Face sebenarnya telah terjalin erat sebelum rumor akuisisi ini merebak. CEO Hugging Face, Clem Delangue, secara konsisten menyuarakan pentingnya ekosistem terbuka di tingkat global, terutama di tengah kekhawatiran Washington mengenai dominasi teknologi asing. Model dari laboratorium China, seperti Kimi K3 milik Moonshot AI, terbukti mampu menandingi kemampuan model AS dengan biaya operasional yang jauh lebih murah.

Delangue secara terbuka mengungkapkan dukungannya terhadap visi bersama Nvidia dalam membela model terbuka. Dalam sebuah wawancara, ia menegaskan pentingnya kolaborasi ini dengan merujuk pada surat bersama yang ditandatangani oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, beserta puluhan perusahaan teknologi lainnya. Surat tersebut mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung, alih-alih membatasi, perkembangan model kecerdasan buatan yang bersifat open-source.

Delangue menyatakan bahwa Hugging Face bahkan sempat menggunakan model open-source asal China yang telah dimodifikasi oleh Nvidia untuk memulihkan sistem mereka setelah terkena serangan siber. Ia juga memperingatkan bahwa tanpa dukungan kuat pada model terbuka, China berpotensi besar untuk “jelas mendominasi” lanskap kecerdasan buatan global.