Oksigen Kapal Selam Titan yang Hilang Habis Sore Ini, Begini Spek Lengkapnya
ยทwaktu baca 4 menit

Kapal selam Titan milik OceanGate Expeditions dilaporkan hilang di perairan Samudra Atlantik sejak Minggu (18/6) dan belum ditemukan hingga Kamis (22/6) siang WIB. Tim penyelamat gabungan dari Amerika Serikat dan Kanada sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan Titan dan kelima penumpangnya, salah satunya miliarder Inggris Hamish Harding, sebelum oksigen di kapal habis pada Kamis (22/6) sore WIB.
Berdasarkan penjelasan OceanGate di situs web resminya, Titan merupakan kapal selam berawak kelas Cyclops. Kendaraan dirancang mampu membawa lima orang hingga ke kedalaman 4.000 meter dengan kapasitas oksigen 96 jam untuk lima orang.
Dengan kapasitas oksigen tersebut dan Titan sudah hilang kontak sekitar 1 jam 45 menit setelah menyelam pada Minggu (18/6), kapal selam itu kemungkinan akan kehabisan oksigen pada Kamis (22/6) sekitar pukul 07.18 waktu AS atau pukul 18.18 WIB, seperti dikutip BBC.
Berikut detail spesifikasi kapal silam Titan:
Spesifikasi kapal selam Titan
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 10 data
Detail | Spesifikasi |
|---|---|
Kedalaman | 4.000 meter |
Kapasitas | 5 orang (1 pilot dan 4 kru) |
Material | Serat Karbon dan Titanium |
Dimensi | 670 cm x 280 cm x 250 cm |
Berat | 10.432 kg |
Muatan | 685 kg |
Kecepatan | 3 knot |
Tenaga penggerak | 4 mesin pendorong elektrik Innerspace 1002 |
Kapasitas oksigen | 96 jam untuk 5 kru |
Teknologi | Kamera Sub C Imaging 4K Rayfin, sonar Teledyne 2D, cahaya eksternal 40.000 lumens, pemindai laser 2G Robotics, INS/USBL |
Titan bisa difungsikan untuk survei dan inspeksi lokasi, penelitian dan pengumpulan data, produksi film dan media, serta pengujian perangkat lunak dan keras di laut dalam. Soal Titan yang hilang pada Minggu (18/6), kapal tersebut lagi digunakan untuk wisata ke bangkai RMS Titanic.
Titan disebut memiliki kombinasi mesin dan teknologi inovatif dibandingkan kapal selam lainnya, salah satu yang diunggulkan OceanGate adalah sistem Real Time Hull Health Monitoring (RTM). Dengan RTM, Titan diklaim menjadi satu-satunya kapal selam berawak yang menggunakan sistem pemantauan kesehatan terintegrasi secara langsung.
Sistem tersebut memungkinkan menganalisis efek perubahan tekanan pada kapal ketika menyelam lebih dalam,, dan secara akurat menilai integritas struktur. RTM juga memiliki fitur deteksi peringatan dini bagi pilot dengan waktu yang cukup untuk menghentikan penyelaman dan kembali ke permukaan dengan selamat.
Bahkan, ada laporan yang menyebutkan kapal Titan dikendalikan dengan menggunakan gamepad Logitech G F710 Wireless keluaran 2010 lalu. Gadget masih dijual di e-commerce Indonesia dan sekarang dibanderol seharga Rp 600 ribuan.
Wartawan CBS David Pogue pernah diajak OceanGate Expeditions untuk mengikuti ekspedisinya pada musim panas 2022 lalu. Kala itu, dia dibuat terkejut dengan controller game yang sudah dimodifikasi menjadi alat kendali Titan.
"Kami menjalankan semuanya... dengan pengontrol game ini," kata CEO OceanGate, Stockton Rush, sambil memegang gamepad dalam salah satu segmen di program CBS Sunday Morning.
Belum bisa dipastikan apakah kapal selam yang sedang hilang saat ini masih menggunakan stik game tersebut atau tidak. Sebab, beberapa controller berbeda terlihat di sejumlah gambar kapal Titan, seperti dikutip Kotaku.
Ahli khawatir dengan keamanan kapal selam Titan
Sejumlah pakar industri dan karyawan OceanGate khawatir soal keamanannya. Mereka menyatakan keprihatinannya OceanGate memilih untuk tidak sertifikasi Titan melalui pihak ketiga seperti American Bureau of Shipping atau DNV yang berpengalaman dalam pengujian kendaraan bawah air.
Rush pernah disurati oleh Will Kohnen, ketua komite grup Marine Technologi Society (MTS), pada Maret 2018 lalu. Kohnen mengungkapkan kekhawatiran tentang Titan dan mempertanyakan alasan OceanGate tidak mengejar proses sertifikasi yang diakui industri untuk desain, fabrikasi, dan pengujian kapal selam.
"Kekhawatiran kami adalah bahwa pendekatan eksperimental saat ini yang diadopsi oleh OceanGate dapat menghasilkan hasil negatif (dari kecil hingga bencana) yang akan memiliki konsekuensi serius bagi semua orang di industri ini," bunyi surat itu, seperti dikutip Reuters.
David Lochridge, karyawan OceanGate, juga mengkritik perusahaannya soal proses penelitian dan pengembangan Titan pada Januari 2018. Dia khawatir bahan yang digunakan di lambung kapal Titan dan kurangnya pengujian untuk mengukur kemampuannya menahan tekanan kuat laut dalam.
OceanGate lantas melakukan pertemuan dengan Lochridge untuk membahas isu tersebut, tapi di akhir pertemuan, Lochridge menyatakan dirinya tidak menerima keputusan desain kapal dan tidak mengizinkan pelayaran berawak tanpa pengujian lebih lanjut. Lochridge sendiri dipecat dari OceanGate.
OceanGate kemudian menggugat Lochridge pada Juni dan Juli 2018 dengan tuduhan mantan karyawannya itu sudah membocorkan informasi rahasia perusahaan. Lochridge sendiri menuntut balik OceanGate pada Agustus 2018, sembari menyangkal tudingan dan mengeklaim gugatan hukum OceanGate adalah cara perusahaan untuk mencegah masalah kontrol kualitas dan keamanan yang mengancam keselamatan penumpang Titan bocor ke publik.
Suara sempat terdeteksi di dekat area hilangnya kapal selam Titan
Tim gabungan yang menggunakan sonar untuk mencari kapal selam Titan sempat mendeteksi 'suara-suara di bawah air' di perairan Samudra Atlantik Utara pada Rabu (21/6). Suara terdeteksi oleh pesawat milik tim penyelamat Kanada yang tergabung dengan AS dalam misi pencarian tersebut.
Dikutip dari Reuters, informasi tersebut disampaikan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat dalam cuitannya di Twitter. Namun, pencarian kapal selam bernama Titan yang hilang di perairan Newfoundland, Kanada, pada Minggu (18/6) belum membuahkan hasil.
"Pesawat P-3 Kanada mendeteksi suara-suara di bawah air di area pencarian. Akibatnya, operasi ROV (kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh) dipindahkan dalam upaya untuk mengeksplorasi asal suara-suara tersebut," lapor Penjaga Pantai AS.
