OpenAI Segera Rilis Speaker Pintar Berbentuk Donat Seharga Rp 5 Jutaan

OpenAI dilaporkan tengah mengembangkan perangkat keras berupa smart speaker bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang sebagai perwujudan fisik dari ChatGPT. Berkolaborasi dengan studio desain milik desainer legendaris mantan personel Apple, Jony Ive, perangkat ini diprediksi akan membawa interaksi AI ke tingkat yang lebih intim di dalam keseharian penggunanya.
Bocoran terbaru mengungkap bahwa perangkat premium ini akan dibanderol dengan kisaran harga 300 hingga 400 dolar AS (sekitar Rp 5 juta hingga Rp 7 jutaan). Angka ini menempatkan produk OpenAI di kelas premium, melampaui harga rata-rata speaker pintar konvensional yang saat ini mendominasi pasar global.
Desain Futuristik Berbentuk Donat dan Komponen Bergerak
Berdasarkan laporan dari Bloomberg, perangkat keras perdana dari OpenAI ini akan memiliki rancangan fisik berbentuk melingkar menyerupai donat. Desain ergonomis ini sengaja dipilih agar pengguna dapat dengan mudah menggenggam, membawa, serta menempatkannya di berbagai sudut ruangan rumah, seperti meja samping tempat tidur atau meja dapur.
Perangkat ini kabarnya akan dibangun menggunakan material logam berkualitas tinggi untuk memancarkan impresi estetika yang mewah. Sumber internal menyebutkan bahwa speaker pintar ini juga akan dilengkapi dengan komponen fisik yang dapat bergerak.
Kolaborasi Jony Ive dan Tantangan Pasar Smart Home
Proyek ambisius ini digarap bersama LoveFrom, sebuah studio desain independen yang didirikan oleh Jony Ive setelah dirinya hengkang dari Apple. Sentuhan tangan dingin Ive diharapkan mampu melahirkan perangkat dengan visual minimalis dan fungsionalitas tinggi, sekaligus mempercepat adopsi ChatGPT ke dalam rutinitas harian konsumen secara langsung tanpa perantara ponsel pintar.
Meski demikian, OpenAI harus bersiap menghadapi realitas pasar smart home yang sangat kompetitif dan memiliki margin keuntungan tipis. Sebagai perbandingan, lini speaker pintar milik Amazon saat ini dijual mulai dari harga terendah 40 dolar AS hingga varian tertingginya yang hanya menyentuh 240 dolar AS. Menjual produk di atas harga pasar tentu menjadi pertaruhan besar bagi OpenAI ketika merilis alat ini yang dijadwalkan meluncur pada 2027 mendatang.
Hambatan Hukum dari Kasus dengan Apple
Langkah OpenAI untuk berekspansi ke sektor perangkat keras tidak berjalan mulus tanpa hambatan eksternal. Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman tersebut saat ini tengah menghadapi gugatan hukum dari raksasa teknologi Apple, yang menuduh OpenAI telah membajak rahasia dagang untuk memuluskan langkah pengembangan teknologi teranyar mereka.
Di sisi lain, OpenAI secara tegas membantah tuduhan tersebut dan berargumen bahwa longgarnya praktik keamanan internal Apple sendiri yang justru melemahkan klaim hukum mereka. Kendati sengketa hukum ini terus bergulir di pengadilan, proyek smart speaker ini tetap berjalan sebagai salah satu strategi jangka panjang OpenAI untuk melepaskan ketergantungan dari ekosistem aplikasi pihak ketiga.
