Oppo Jadi Penguasa Pasar Smartphone di Indonesia Sepanjang 2021

22 Maret 2022 19:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Smartphone. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Smartphone. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Oppo didapuk menjadi penguasa pangsa pasar smartphone di Indonesia sepanjang tahun 2021. Dalam laporan terbaru IDC terungkap, perusahaan ini sukses melakukan pengiriman sebanyak 8,5 juta smartphone ke dalam negeri, lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya yang mengirimkan 8,2 juta unit.
ADVERTISEMENT
Menurut Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst dari IDC Indonesia, saat ini Oppo tercatat menguasai 20,8 persen market share smartphone Indonesia dan mencatat pertumbuhan (year-on-year/YoY) sebesar 3 persen. Tahun lalu, Oppo fokus lebih besar pada segmen low-end. Mereka kembali menjadi pemain nomor satu di tahun 2021 setelah digeser Vivo di tahun sebelumnya.
Ilustrasi Smartphone Oppo Reno 6 Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Smartphone Oppo Reno 6 Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Xiaomi

Posisi kedua, diduduki oleh Xiaomi dengan pangsa pasar 19,8 persen. Selama 2021, mereka berhasil mengirim 8,1 juta ponsel ke Indonesia. Angka ini naik signifikan dari 6 juta unit di 2020 dan membuat angka pertumbuhannya paling tinggi dari vendor lain, yakni sebesar 34,2 persen.
“Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi penjualan offline Xiaomi yang terus berlanjut, ditambah meningkatnya pengiriman pada sub-brand mereka, POCO, jelas Vanessa. “Seri Redmi 9 menjadi kontributor terbesar dari pengiriman tahunan Xiaomi.”
ADVERTISEMENT

Vivo

Posisi selanjutnya ada Vivo dengan total pengiriman sebanyak 7,4 juta ponsel selama tahun 2021. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya di mana vendor asal China tersebut bisa mengirimkan 9,3 juta ponsel. Pada tahun 2021, mereka menguasai 18,1 persen pangsa pasar dengan nilai pertumbuhan minus 20,2 persen.
Samsung Galaxy Z Fold3. Foto: Samsung
zoom-in-whitePerbesar
Samsung Galaxy Z Fold3. Foto: Samsung

Samsung

Setelah Vivo, ada vendor asal Korea Selatan Samsung yang menduduki posisi keempat. Menurut catatan IDC, Samsung mengapalkan total 7,2 juta unit ponsel sepanjang tahun—naik dari 6 juta unit di 2020. Kini perusahaan punya pangsa pasar 17,6 persen dengan nilai pertumbuhan tahunan 19,5 persen berkat dominasi dari seri HP flagship Galaxy Z Fold3.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Samsung Galaxy Z Fold3 menjadi kartu as Samsung dalam menguasai segmen ultra-premium (1.600 dolar AS). Model Galaxy A52s juga membantu Samsung dalam memperkuat posisinya di segmen mid to high-end (USD 400 dolar AS < 600 dolar AS),” kata Vanessa.
ADVERTISEMENT

Realme

Sedangkan di urutan kelima ada Realme yang menguasai 12,2 persen pasar dengan jumlah pengiriman 5 juta unit. Angka ini turun dibandingkan tahun 2020 di mana sebanyak 5,2 juta unit berhasil dikirim dengan nilai pertumbuhan minus 3,3 persen.

“Realme C11 (2021) merupakan model yang paling laku terjual dan merupakan versi terbaru dari Realme C11 sebelumnya, namun menggunakan chip dari UNISOC untuk menjaga kestabilan pasokan. Selain menghadapi tantangan pasokan, Realme juga melakukan transformasi saluran distribusi untuk membangun operasional yang lebih tangguh seiring dengan usaha Realme melakukan diversifikasi portfolio mereka.”

- Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst from IDC -

Berikut daftar lengkap lima besar vendor yang menguasai pasar Smartphone Indonesia pada tahun 2021:
Daftar 5 perusahaan teratas dalam hal pengiriman, pangsa pasar, dan pertumbuhan pada tahun 2021 (pengiriman dalam jutaan). Foto: IDC Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Daftar 5 perusahaan teratas dalam hal pengiriman, pangsa pasar, dan pertumbuhan pada tahun 2021 (pengiriman dalam jutaan). Foto: IDC Indonesia

Pasar smartphone diprediksi tumbuh pada tahun 2022

Memasuki tahun 2022, IDC memperkirakan pasokan smartphone akan meningkat secara bertahap. Pasar smartphone di Indonesia diperkirakan akan mencapai 44 juta unit di 2022, tumbuh 8 persen dari tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
ADVERTISEMENT
Para vendor smartphone diprediksi akan ramai untuk menambah stok sebelum memasuki masa Ramadhan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta bersiap menghadapi kenaikan pajak penghasilan (PPN) yang akan diterapkan mulai April 2022.
“Meskipun sebagian besar vendor smartphone telah mempersiapkan diri untuk menghadapi peningkatan TKDN, masih ada ketidakpastian untuk lini produk higher-end mereka yang mungkin akan diatur lebih ketat. Ada kemungkinan distributor smartphone akan menumpuk stok sebelum pajak dinaikkan dari 10 per ke 11 persen,” jelas Vanessa.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020