Kumparan Logo

Paten Baru Microsoft Bisa Lacak Posisi Benda

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Logo Microsoft dan Windows (Foto: Dok. Instagram Microsoft)
zoom-in-whitePerbesar
Logo Microsoft dan Windows (Foto: Dok. Instagram Microsoft)

Seberapa sering Anda kehilangan kunci, remote TV, dompet, dan benda-benda berukuran kecil lain? Perusahaan Microsoft kini tengah mencoba menyelesaikan permasalahan itu dengan mengembangkan teknologi baru pelacak benda kecil.

Misi Microsoft ini terkuak setelah berkas pengajuan paten teknologi pelacak benda terungkap ke publik. Menurut laporan The Verge, teknologi pelacakan Microsoft ini bisa diaplikasikan ke perangkat kacamata pintar HoloLens.

Cara kerja teknologi ini sederhana. Memanfaatkan teknologi augmented reality (AR), kamera pada HoloLens akan merekam ruang yang sedang dikunjungi pengguna. Kemudian sistem mulai merekam sekaligus melacak keberadaan posisi benda tanpa perlu instruksi dari pengguna.

Kacamata HoloLens juga diam-diam mencatat posisi terakhir dari benda, sehingga rekam jejak benda dapat dilihat pengguna jika sewaktu-waktu lupa, sekalipun benda tersebut dalam keadaan tertutup.

Misalnya, kunci kendaraan terakhir kali diletakkan di atas meja makan, HoloLens bisa melihat dan merekam posisinya, dan bisa memberi tahu posisi terakhir kunci kendaraan itu kepada pengguna.

Perangkat kacamata pintar HoloLens dikembangkan dan diproduksi oleh Microsoft. Perangkat ini berjalan dengan sistem operasi Windows Holographic, sehingga ia mampu jadi perangkat mandiri dan tidak perlu dihubungkan ke komputer atau ponsel.

Penerapan sistem teknologi pelacakan benda dinilai dapat meningkatkan pengalaman AR di perangkat kacamata pintar HoloLens. Kecanggihan HoloLens juga bisa lebih sempurna jika sistem pelacakannya terintegrasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Cortana, di mana AI tersebut menuntun pengguna ke benda yang diinginkan.

Kacamata pintar HoloLens sementara ini hanya tersedia untuk perusahaan pengembang teknologi AR. Dengan cara ini Microsoft akan mendapat masukan dari pihak pengembang tentang fitur dan fungsi lainnya. Sejauh ini Microsoft belum mengungkap ketersediaannya secara global untuk publik.