Pembangunan Jaringan 'Tol Langit' Palapa Ring Akhirnya Selesai 100%

18 Agustus 2019 17:23 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peta proyek Palapa Ring. Foto: Kominfo
zoom-in-whitePerbesar
Peta proyek Palapa Ring. Foto: Kominfo
ADVERTISEMENT
Ada kabar baik di usia Indonesia yang baru saja memasuki umur ke-74 tahun. Proyek pembangunan jaringan serat optik internet cepat yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, mulai dari ujung barat sampai ujung timur atau yang dikenal sebagai proyek Palapa Ring akhirnya telah selesai dibangun.
ADVERTISEMENT
Setelah memakan waktu yang cukup lama, tahap terakhir dari proyek Palapa Ring yakni bagian Timur telah rampung 100 persen. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara yang menjelaskan bahwa konstruksi Palapa Ring Timur yang sempat terkendala akhirnya bisa diselesaikan.
"Saya laporkan juga, kita tahu Palapa Ring itu menghubungkan bersama jaringan dari operator, menghubungkan semua kabupaten, kota, di seluruh Indonesia. Ada Barat sudah operasi, Tengah sudah operasi, Timur konstruksinya sudah selesai," katanya dalam acara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Ignite The Nation di Jakarta, Minggu (18/8).
Menkominfo Rudiantara bersama PT Palapa Ring Barat. Foto: Kominfo
Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Chief RA ini mengatakan dibutuhkan sekitar 28 hari untuk proses stabilisasi antara Palapa Ring Barat dan Timur. Setelah proses tersebut selesai, maka jaringan "Tol Langit" ini bisa dikomersialisasikan dan digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Tinggal tunggu masa integrasi Palapa Ring Barat dengan Tengah dan stabilisasi karena di kontrak ada 28 hari untuk melakukan stabilisasi. Jadi September paling lama minggu ke-3 udah komersial," ungkapnya.
Sulitnya Pembangunan Palapa Ring Timur
Pembangunan Palapa Ring Timur memang diakui cukup sulit oleh Rudiantara. Ia menjelaskan butuh kerja keras untuk mengerjakan proyek jaringan serat optik di wilayah timur Indonesia ini. Keterbatasan alat dan medan yang berat menjadi faktor utama terkendalanya proyek ini.
"Memang ada keterlambatan Palapa Ring Timur terutama karena ada 52 lokasi yang pakai tower, dari 52 lokasi 28 lokasi itu tidak ada jalan setapak. Jadi semua harus pakai helikopter. Bayangkan untuk bangun tower kan harus ngaduk semen pakai air, airnya pun dibawa galon pakai helikopter. Ya memang membangun indonesia, kalau kita membangun indonesia sentris tidak mudahlah," jelasnya.
Rudiantara dan Kominfo uji jaringan Palapa Ring dengan video call dua orang nelayan di Kepulauan Natuna. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
Palapa Ring sendiri termasuk ke dalam salah satu proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksana Proyek Strategis Nasional. Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) dari Kominfo menjadi pihak yang menggarap proyek ini.
ADVERTISEMENT
Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah telah rampung dibangun dan sudah mulai dioperasikan. Kabel optik Palapa Ring Barat sendiri memiliki panjang 2.275 kilometer dan telah beroperasi sejak Maret 2018. Kemudian Palapa Ring Tengah dibangun sepanjang 2.995 kilometer dan telah beroperasi sejak Desember 2018.
Adapun Palapa Ring Timur memiliki panjang 6.876 kilometer. Total kabel serat optik yang dibangun untuk Palapa Ring ini mencapai sekitar 12.200 kilometer, yang 8.500 kilometer di antaranya melintasi laut. Telah selesainya proyek Palapa Ring secara keseluruhan, diharapkan bisa memberikan akses internet cepat di seluruh wilayah Indonesia.