kumparan
8 November 2019 16:41

Pensiun dari Alibaba, Jack Ma Masih Jadi Orang Terkaya di China

Jack Ma (Portrait)
Jack Ma, mantan CEO dan Executive Chairman Alibaba. Foto: Marcos Brindicci/Reuters
Pendiri Alibaba, Jack Ma, memang telah pensiun dan tak lagi jadi bos tertinggi di perusahaan teknologi itu. Namun, predikat orang terkaya di China masih melekat di dirinya.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan Forbes China Rich List, kekayaan Jack Ma tercatat sebesar 38,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 535,7 triliun pada tahun ini. Dengan kekayaan sebesar itu, Jack Ma menempati ranking pertama orang terkaya di China.
"Pertumbuhan ekonomi China mungkin melambat tapi wirausahawan negara itu terus menemukan cara membuat bisnis dan peruntungan baru," cetus Russel Flanery, Editor in Chief Forbes China.
Jack Ma
Jack Ma. Foto: Reuters/Bobby Yip
Kekayaan Jack Ma mengalahkan kompetitornya, CEO Tencent Ma Huateng. Kekayaan bos pengembang game PUBG itu berada di peringkat dua dalam daftar tersebut, dengan jumlah kekayaan mencapai 36 miliar dolar AS atau sekitar Rp 504 triliun.
Menurut laporan yang sama, lebih dari setengah orang kaya di daftar terkaya China mengalami kenaikan harta. Hanya ada satu per empat dari daftar orang terkaya yang hartanya menurun.
ADVERTISEMENT
Total semua kekayaan 400 orang yang masuk daftar Forbes ini mencapai 1,29 triliun dolar AS, meningkat 20 persen atau naik dari 1,06 triliun dolar AS pada edisi tahun lalu.
Pendiri dan Chairman Alibaba, Jack Ma
Pendiri dan Chairman Alibaba, Jack Ma. Foto: Philippe Wojazer/Reuters
Daftar ini juga menghadirkan sekitar 60 orang kaya baru. Ranking Forbes ini hanya mencakup mereka dengan harta minimum 1 miliar dolar AS.
Selain Jack Ma dan Ma Huateng, ada juga nama bos di jagat teknologi lain yang masuk, seperti Colin Huang, CEO e-commerce Pinduoduo di urutan 7 dengan harta 21,2 miliar dolar AS, William Ding selaku CEO NetEase di peringkat 8 dengan nilai kekayaan 17,2 miliar dolar AS, dan CEO ByteDance Zhang Yiming di posisi 10 dengan total kekayaan 16,2 miliar dolar AS.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan