Pesaing Besar Uber Ikut Garap Mobil Otonom

Upaya membangun mobil tanpa sopir bukan cuma dilakukan oleh perusahaan otomotif dan teknologi saja, karena perusahaan yang menyediakan layanan mobil panggilan juga tertarik menggarap mobil pintar sebagai armada masa depannya. Lyft selaku pesaing terbesar Uber di Amerika Serikat, telah menunjukkan keseriusan menggarap teknologi ini. Lyft baru saja membentuk divisi baru mobil otonom, usaha yang membuatnya masuk ke dalam ketatnya persaingan industri kendaraan tanpa sopir. Mereka menjadi perusahaan transportasi online asal Amerika Serikat kedua setelah Uber yang sudah terjun terlebih dahulu. Fasilitas baru itu diakui eksekutif Lyft akan segera dibuka di Palo Alto, California, dan bakal mempekerjakan sekitar ratusan teknisi. Teknisi Lyft akan berkolaborasi dengan ahli kendaraan otonom dari perusahaan lain yang membangun sistem otonom. "Kami menurunkan akselerator secara signifikan atas investasi dalam hal ini," kata kepala strategi untuk Lyft, Raj Kapoor, di kantor pusat yang berlokasi di San Francisco, California, AS. Pergerakan ini menandai perubahan strategi mencolok bagi Lyft, yang sebelumnya mengatakan akan meninggalkan pembangunan sistem otonom ke pihak lain selagi memungkinkan mitranya menguji mobil otonomnya di jaringan Lyft.
Lyft sebelumnya mengumumkan kemitraan dengan Waymo milik Google, perusahaan teknologi Nutonomy, dan produsen otomotif General Motors Co dan Jaguar Land Rover. Akan sangat menarik untuk melihat posisi yang akan diambil Lyft, apakah mereka akan terus bermitra dengan perusahaan-perusahaan di atas, atau akan memposisikan diri sebagai pesaing. Perusahaan, yang tidak memproduksi sendiri mobil otonomnya secara langsung, tidak memberikan batas waktu untuk ambisi barunya ini. Eksekutif mengatakan Lyft akan membagi data proyek mobil otonomnya dengan perusahaan lain yang bergabung dalam kolaborasi tersebut. Menurut Departemen Kendaraan Bermotor di California, Lyft tidak punya izin seperti Uber dan Waymo untuk menguji mobil otonom di negara bagian tersebut. Lyft berencana akan meluncurkan pengujian dengan Nutonomy di Boston pada akhir tahun ini. Membangun sistem kendaraan tanpa sopir adalah usaha yang rumit dan mahal, serta membawa kompleksitas baru ke Lyft. Berbeda dengan rivalnya, Uber, yang sudah mulai melebarkan sayapnya ke usaha lain mulai dari pengiriman hingga mobil terbang, Lyft justru masih berkutat dengan usaha taksi online khusus di AS.
