Pesawat NASA Temukan Aurora Bertegangan Tinggi di Jupiter

Juno, pesawat NASA yang mengorbit planet Jupiter, telah melihat elektron yang terpancar di atmosfer Jupiter dengan kekuatan 400 ribu volt. Jumlah energi yang cukup besar hingga menampilkan kilauan aurora.
Penemuan ini, yang dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu (6/9), terlihat berkat teknologi pesawat Juno yang sudah mengorbit di Jupiter selama lebih dari satu tahun.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh spektograf ultraviolet dan instrumen detektor partikel energik yang terpasang di pesawat Juno, tim peneliti yang dipimpin oleh Barry Mauk mengamati tanda potensi listrik yang kuat, selaras dengan medan magnet Jupiter, di mana elektron bergerak di atmosfer Jupiter dalam besar energi hingga 400.000 volt.
Angka tersebut 10 sampai 30 kali lebih tinggi dibandingkan potensi aurora terbesar yang pernah terjadi di Bumi, yang rata-rata hanya dibutuhkan beberapa ribu volt untuk menghasikan aurora yang paling kuat.

Jupiter memiliki aurora yang paling kuat di tata surya, sehingga tim periset tidak terkejut bahwa potensi listrik berperan dalam generasinya.
"Di Jupiter, aurora terindah disebabkan oleh beberapa jenis proses percepatan turbulen yang tidak kita pahami dengan baik," kata Mauk, yang memimpin tim investigasi untuk Jupiter Energetic Particle Detector Instrument (JEDI).
"Ada petunjuk dalam data terbaru kami yang mengindikasikan ketika kepadatan kekuatan generasi aurora menjadi lebih kuat, proses menjadi tidak stabil dan akselerasi baru akan memakan waktu lama. Tapi kami akan terus melihat datanya."
Penemuan ini juga membuktikan bahwa aurora di Jupiter memiliki sifat yang berbeda dengan aurora di Bumi. Aurora, baik di Bumi maupun di Jupiter, terbentuk ketika partikel bermuatan seperti elektron berputar ke bawah garis medan magnet planet, memasuki atmosfer dan menciptakan cahaya.
Di Bumi, aurora yang paling kuat disebabkan oleh badai matahari, yang terjadi ketika partikel berenergi tinggi dikeluarkan dari hujan matahari di planet Bumi. Saat partikel ini masuk ke atmosfer, mereka berinteraksi dengan gas dan membuat langit bersinar merah, hijau, dan biru di kutub.

Di Jupiter, aurora terbentuk oleh partikel yang sebagian besar dikeluarkan dari Io, bulannya Jupiter. Gunung berapi Io memancarkan sejumlah besar belerang dan oksigen ke luar angkasa, memuat medan magnet Jupiter dengan partikel.
Pada kedua planet, elektron melaju sepanjang garis medan magnet oleh arus listrik. Di Bumi, angin matahari adalah sumber listrik, melepaskan elektron hingga 30.000 volt. Sementara di Jupiter, rotasi supercepat planet yang bertindak sebagai generator listrik raksasa, sehingga para astronom memperkirakan elektron juga akan ditembak dengan voltase sangat tinggi di Jupiter.
