Pesona Profesi Data Scientist yang Menjanjikan di Indonesia

Perkembangan teknologi digital tidak hanya mempengaruhi soal gaya hidup tetapi juga ekonomi, terutama lapangan pekerjaan. Kemunculan perusahaan teknologi yang mulai menggeliat dalam bisnis turut memunculkan pekerjaan baru.
Salah satu profesi yang sedang menjadi perhatian saat ini adalah data scientist. Seseorang yang berprofesi data scientist harus memiliki kemampuan mengolah data dengan volume yang sangat besar, serta dituntut untuk mempunyai kreativitas untuk mengkomunikasikan hasil olahan datanya.
Kemampuan profesi ini sangat jarang ditemukan. Inilah yang membuat data scientist terlihat keren dan mewah, karena kabarnya bisa memberi pundi-pundi penghasilan yang tidak sedikit.
Di Indonesia sendiri data scientist belum menjadi perhatian khusus. Hal ini menyebabkan komposisi supply dan demand yang dibutuhkan perusahaan menjadi tidak seimbang.
Perbedaan ini juga dirasakan oleh salah satu perusahaan teknologi yang bergerak di bidang transportasi online, Grab. Head of Business Data Platform, Ainun Najib, menuturkan bahwa kebutuhan data scientist saat ini masih tidak seimbang. Banyaknya permintaan pekerjaan sebagai data scientist tidak diimbangi dengan ketersediaan talenta.

"Data scientist memang saat ini telah menjadi demand yang diinginkan all of organizations. Soal supply, jujur Indonesia sangat kekurangan. Jadi yang terjadi di satu sisi demand akan talent naik, supply kurang," kata Ainun saat ditemui di acara Jakarta Tech Talk, Jakarta, Kamis (22/3).
Menurut pria yang bergabung dengan Grab sejak Januari 2018 ini, memandang bahwa pendidikan juga mengambil andil besar dalam menyediakan talenta data scientist di Indonesia. Baginya, pendidikan di Tanah Air belum menjadikan data scientist sebagai suatu profesi yang penting.
"Ini menyangkut pendidikan ya. Khususnya di Indonesia belum memasukan aspek data ini jadi kurikulum. Jadi talenta-talenta ini banyak belajar sendiri, akademia masih adaptasi, mereka sedang mencari komponen pelajaran tertentu. Makanya banyak dari mereka kursus online. Istilahnya tinggi demand dan short talent," tambahnya.
Tugas Data Scientist
Profesi data scientist khususnya untuk perusahaan teknologi sudah menjadi hal wajib. Mereka dibutuhkan untuk membantu perusahaan mencari apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan.

Grab tidak pernah survei secara langsung ke penggunanya, namun data perilakunya bisa perusahaan ketahui dari interaksi pengguna ke aplikasi sehari-hari. Data yang diolah dan dianalisis, ditargetkan bisa menemukan insight menarik dan pada akhirnya nanti, diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan, membantu perusahaan dalam mengambil keputusan, dan meningkatkan pengalaman pengguna Grab.
"Customer memberikan data-data pribadi yang digunakan untuk mengoperasikan aplikasi Grab. Kemudian seperti titik penjemputan dapat melihat ada berapa driver dan penentuan harga tergantung jarak, itu semua dipelajari dari data yang kami olah. Di sisi memberikan para driver mereka mendapatkan yang terbaik dalam bekerja dan memudahkan mereka untuk mencari penumpang," pungkas pria yang sempat menjabat Head of Data di Traveloka.
