Kumparan Logo

Platform Unifikasi Satu Data KolaWork Tumbuh Bersama Teknologi Cloud Biznet Gio

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kerja kolaboratif. Foto: ShutterStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerja kolaboratif. Foto: ShutterStock

Mencari cloud provider yang cocok dengan bisnis sebuah startup teknologi di tahap awal adalah tantangan tersendiri. Ini pernah dialami Muhammad Habib Rosyad dan Dadan Ramdan, dua pendiri di balik platform unifikasi data KolaWork (kolawork.com). Startup yang berdiri pada 2018 itu sempat kesulitan mencari cloud provider yang ramah kantong perusahaan.

KolaWork adalah penyedia solusi unifikasi data bagi korporasi maupun sektor akademi. Dengan unifikasi data atau platform satu data KolaWork, ribuan sumber data lembaga yang tercecer di berbagai lingkungan kerja dapat dikoneksikan dengan pengaturan yang sederhana.

Mulanya KolaWork memakai cloud provider dari luar negeri. Namun, cloud provider tersebut tidak bersahabat bagi finansial startup early stage karena tak memiliki rincian biaya yang tetap dan tidak dapat diprediksi.

Hal tersebut membuat biaya yang dikeluarkan jadi membengkak di luar budget tiap bulannya. Ada banyak hal yang masuk dalam hitungan tagihan dan itu jadi beban finansial tersendiri. Padahal, sebagian dari dana tersebut, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia berkualitas, hingga pengembangan bisnis lainnya.

Selain masalah biaya, cloud provider dari luar negeri memiliki tantangan teknis. Karena letak cloud secara geografis jauh dari pengguna, di mana data center untuk cloud di luar Indonesia paling dekat berada di Singapura, ia menyebabkan latensi atau jeda konektivitas bagi pengguna platform KolaWork di Tanah Air.

KolaWork mencari penyedia cloud yang dapat diandalkan secara skalabilitas dan keamanan, dan efisien dalam hal biaya. Keputusan manajemen akhirnya jatuh kepada cloud provider dalam negeri.

Awal 2021, KolaWork melakukan migrasi data dan aplikasi cloud mereka ke Biznet Gio. Proses migrasi berjalan mulus berkat bantuan teknis dari pihak-pihak terkait.

Bulan demi bulan telah berlalu. Pilihan cloud provider Biznet Gio berhasil membuat KolaWork memangkas biaya operasional terhadap teknologi cloud provider, dan performa layanan ke konsumen tetap berjalan baik.

Biznet Gio melakukan pengembangan sumber daya cloud computing untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang makin besar. Foto: Biznet Gio

Co-Founder sekaligus Chief Technology Officer KolaWork, Habib Rosyad, menjelaskan, Biznet Gio memiliki rincian paket berlangganan bagi konsumennya. Perusahaan dapat secara fleksibel memilih paket cloud sesuai kebutuhan mereka tanpa perlu khawatir dengan biaya yang membengkak di akhir bulan.

Kisarannya mungkin untuk pemangkasan biaya dari provider sebelumnya ke Biznet Gio, sekitar 50 sampai 60 persen. Kurang lebih segitu.

- Muhammad Habib Rosyad, Chief Technology Officer KolaWork -

Karena lokasi data center untuk cloud Biznet Gio terletak di Indonesia, KolaWork dapat mengatasi masalah latensi yang sebelumnya mereka hadapi pada cloud provider dari luar negeri.

“Dengan makin dekatnya lokasi data center (untuk cloud) kepada user kami, itu otomatis dari sisi akses segala macam latensinya lebih kecil,” jelas Habib.

Efisiensi dana operasional yang berhasil dilakukan KolaWork kemudian dimanfaatkan untuk hal lain yang mendukung bisnis perusahaan. Layanan KolaWork kini masih dalam tahap public beta. Mereka memiliki sekitar 500 pengguna, yang rata-rata berasal dari kalangan akademisi dan para peneliti yang membutuhkan platform unifikasi data untuk riset.

Dadan Ramdan, Co-Founder & Chief of Product at Volantis Technology. Foto: Dok. pribadi

Menurut penjelasan Dadan Ramdan, Co-Founder sekaligus Chief Product Officer KolaWork, mereka saat ini mengincar kalangan profesional dan akademisi sebagai pengguna. Platform unifikasi data membuat ribuan sumber data perusahan dapat terkoneksi hanya dengan beberapa kali klik, sehingga memudahkan semuanya menjadi satu data.

KolaWork juga menyediakan platform kolaborasi data yang memungkinkan personel dari berbagai divisi perusahaan untuk berbagi dan berkolaborasi secara real-time dengan mudah di dalam aplikasi KolaWork (real-time data-driven data collaboration).

Ada pula platform visualisasi data, data-driven document, dan pusat kendali (command center) yang dapat memudahkan stakeholder memantau kondisi terkini perusahaan dari mana pun, kapan pun.

Saat ini KolaWork tersedia dalam penyimpanan berbasis awan (cloud) yang dapat dipakai gratis oleh siapa pun. Ada pilihan lain aplikasi KolaWork diinstal di server mandiri (on-premise) agar korporasi dapat menjaga data pentingnya di server perusahaan tersebut.

“Kami menyediakan data platform end-to-end mulai dari mengumpulkan, memproses, sampai memvisualisasikan data,” jelas Dadan.

Seiring bertumbuhnya pengguna dan jenis layanan tersebut, KolaWork membutuhkan cloud provider yang andal dalam hal skalabilitas. Kalau skala penyimpanannya tidak fleksibel untuk ditambah, pengguna bakal mengalami gangguan dan perusahaan bisa merugi. Habib percaya bahwa Biznet Gio dapat menyediakan keandalan skalabilitas itu bagi pihaknya.

Data itu terus bertambah. Di sini, kami membutuhkan fleksibilitas terkait dengan itu dalam hal resource di penyedia infrastrukturnya. Dan saat ini, Biznet Gio sudah menyediakan itu.

- Muhammad Habib Rosyad, Chief Technology Officer KolaWork -

Infrastruktur cloud yang fleksibel juga harus dilengkapi dengan perlindungan data yang bisa diandalkan. Biznet Gio menjamin kebutuhan keamanan tersebut yang terbukti dengan sertifikat yang telah dimilikinya, kata Cornelius Hertadi, Vice President Sales Marketing Biznet Gio Cloud.

Biznet Gio telah mengantongi beragam sertifikat keamanan dan kelaikan, mulai dari ISO 27001 untuk keamanan data, PCI DSS, hingga SOC2 Type 2.

Biznet Gio juga melengkapi layanannya dengan tim support andal yang siaga 24 jam untuk membantu urusan teknis pelanggan. Urusan skalabilitas dan fleksibilitas data pada layanan cloud dapat dibantu oleh tim support ini.

Infrastruktur cloud Biznet Gio kini juga membidik UMKM agar memanfaatkan cloud computing dengan paket penawaran yang terjangkau, mengingat pentingnya segmen UMKM untuk membangkitkan ekonomi nasional. Bukan hanya untuk UMKM di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Pulau Jawa.