Kumparan Logo

Presiden Donald Trump Perintahkan Pemerintah AS Setop Pakai AI Anthropic

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS telah memulai operasi tembur besar-besaran terhadap Iran, mengikuti serangan bersama Israel yang disampaikan sebagai upaya menumpas ancaman dari rezim Iran, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS telah memulai operasi tembur besar-besaran terhadap Iran, mengikuti serangan bersama Israel yang disampaikan sebagai upaya menumpas ancaman dari rezim Iran, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan seluruh lembaga federal untuk segera menghentikan penggunaan teknologi dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic. Keputusan ini muncul setelah Anthropic menolak memberikan akses penuh kepada militer AS terhadap sistem AI mereka.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan pemerintah tidak lagi membutuhkan atau ingin bekerja sama dengan Anthropic. Ia juga menyatakan teknologi perusahaan AI tersebut akan dihapus secara bertahap dari seluruh proyek pemerintah dalam waktu enam bulan.

X post embed

Konflik bermula ketika Anthropic menolak permintaan Departemen Pertahanan agar mengizinkan penggunaan kecerdasan buatan untuk 'setiap penggunaan yang sah'. Perusahaan menyebut kekhawatiran utama mereka adalah potensi pemanfaatan teknologi seperti model Claude untuk pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, merespons penolakan tersebut dengan menetapkan Anthropic sebagai 'risiko rantai pasok'. Jika status ini resmi diberlakukan, perusahaan akan kesulitan melakukan aktivitas komersial apa pun yang terkait dengan militer, termasuk melalui kontraktor pihak ketiga.

Anthropic menyatakan akan menggugat secara hukum jika penetapan tersebut dilakukan. Perusahaan menilai langkah itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi perusahaan teknologi yang bernegosiasi dengan pemerintah.

"Tidak ada bentuk intimidasi atau hukuman dari Departemen Perang yang akan mengubah sikap kami terhadap pengawasan massal di dalam negeri atau senjata yang sepenuhnya otonom," tulis perusahaan dalam pernyataan resminya, mengutip BBC.

Ilustrasi Anthropic. Foto: PJ McDonnell/Shutterstock

Sejak 2024, Anthropic telah digunakan oleh sejumlah lembaga pemerintah AS untuk pekerjaan sensitif dan rahasia. Nilai kontrak perusahaan dengan Pentagon mencapai 200 juta dolar AS, sementara valuasi terbarunya diperkirakan mencapai 380 miliar dolar AS.

Perselisihan ini menandai eskalasi baru dalam hubungan antara pemerintah AS dan perusahaan AI. Seorang mantan pejabat Departemen Pertahanan, yang identitasnya dirahasiakan, menilai posisi pemerintah dalam menekan Anthropic relatif lemah dan lebih berdampak sebagai keuntungan citra bagi perusahaan.

Anthropic Menolak, OpenAI Sambut Kemitraan Pentagon

Di lain pihak, OpenAI malah menandatangani kerja sama dengan Departemen Pertahanan untuk penggunaan model AI pada jaringan cloud rahasia, dengan batasan penggunaan tertentu. Kesepakatan diteken tak lama setelah Anthropic menolak kontrak tersebut dan teknologinya dilarang digunakan pegawai pemerintah dan lembaga negara.

Dalam memo internal, CEO OpenAI, Sam Altman, menegaskan perusahaannya memiliki batasan dan menolak penggunaan AI untuk pengawasan domestik atau senjata ofensif otonom.