Produsen Ponsel Mewah Vertu Dibeli Pengusaha Turki

Manufaktur ponsel pintar mewah Vertu kembali berpindah kepemilikan. Perusahaan asal Inggris itu dilaporkan telah dibeli oleh pengusaha Turki bernama Hakan Uzan, dengan nilai transaksi 50 juta poundsterling Inggris atau sekitar Rp 814 miliar.
Ini merupakan yang ketiga kalinya Vertu mengalami perubahan kepemilikan. Cikal-bakalnya didirikan oleh Nokia pada tahun 1998 sebagai produsen ponsel mewah.
Perubahan kepemilikan pertama terjadi di tahun 2012, di mana Nokia menjualnya ke kelompok ekuitas EQT VI asal Swedia. Tiga tahun berikutnya, Vertu kembali dijual oleh EQT VI ke perusahaan finansial Godin Holdings asal Hong Kong.
Hakan merupakan keturunan keluarga Uzan yang sempat menjadi keluarga pebisnis ternama. Pada masa jayanya, konglomerat Uzan Group pernah memiliki satu bank, serangkaian pembangkit listrik, beberapa perusahaan penyiaran, dan operator seluler Telsim.
Yang terakhir disebut didirikan pada tahun 1994 dengan uang pinjaman dari Nokia dan Motorola. Setelah Telsim mengalami masalah finansial selama krisis DotCom berlangsung dan gagal membayar utang senilai 2,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 36 triliun) di tahun 2001, keluarga Uzan kemudian dituntut dan harus membayar miliaran dolar AS.
Masalah terus berlanjut di tahun 2004. Pemerintah Turki menyita lebih dari 200 perusahaan yang tergabung dalam Uzan Group. Itu untuk membayar utang sebesar 5,7 miliar dolar AS (sekitar 76,1 triliun) yang harus dibayar oleh Imar Bank yang dimiliki keluarga Uzan.
Membeli Vertu tampaknya tidak akan menyelesaikan masalah finansial yang dihadapi keluarga Uzan, karena Vertu sendiri terus mengalami kerugian finansial.
Vertu sendiri dikenal meluncurkan perangkat Android dengan spesifikasi kelas menengah dan desain mewah.
"Vertu merupakan merek yang kuat dengan ceruk pasar yang diakui. Saya menanti untuk bekerja sama dengan tim dan memberikan investasi untuk Vertu bisa mewujudkan potensi penuhnya," sebut juru bicara Hakan Uzan, yang dikutip kumparan (kumparan.com) dari The Verge.
Laporan finansial di tahun 2014 mencatat Vertu mengalami kerugian 53 juta poundsterling Inggris (sekitar Rp 864,4 miliar). Di tahun 2015, perusahaan dilaporkan telah menjual lebih dari 450 ribu perangkat, dengan harga rata-rata setiap perangkat sekitar 6.000 poundsterling Inggris (sekitar Rp 80 juta).
