Kumparan Logo

Project Firefly Intel Bikin Laptop Murah Pesaing MacBook Neo

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi logo perusahaan teknologi Intel. Foto: Rick Wilking/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo perusahaan teknologi Intel. Foto: Rick Wilking/Reuters

Intel mulai menantang dominasi Apple di pasar laptop murah lewat inisiatif baru bernama Project Firefly. Proyek ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran prosesor baru Intel Core Series 3 dengan nama kode Wildcat Lake di China.

Project Firefly dirancang untuk memangkas biaya produksi laptop Windows dengan meniru pendekatan industri smartphone. Intel ingin produsen laptop memakai komponen modular dan desain standar yang bisa digunakan lintas merek dan model.

Strategi ini berbeda dengan industri laptop saat ini, di mana tiap vendor biasanya memakai desain dan komponen yang berbeda-beda. Intel menilai pendekatan baru itu bisa mempercepat produksi sekaligus menekan biaya riset dan pengembangan.

Dengan sistem manufaktur yang lebih efisien, Intel berharap produsen bisa menjual laptop Windows dengan harga lebih murah, tetapi tetap mempertahankan kualitas dan performa.

Project Firefly secara khusus menyasar pasar laptop murah Chromebook hingga laptop berbasis Arm, yang mulai diganggu oleh MacBook Neo milik Apple. MacBook Neo sendiri mencuri perhatian karena menawarkan desain premium dengan harga lebih terjangkau dibanding MacBook lainnya.

Ilustrasi Intel. Foto: Mehaniq/Shutterstock

Intel kini mencoba menghadirkan alternatif berbasis Windows untuk segmen serupa. Laptop pertama yang akan hadir lewat Project Firefly adalah Lenovo Lecoo Air 14.

Gao Song, Vice President and General Manager of Software Engineering and Client Products Intel, memamerkan desain referensi laptop Firefly di atas panggung acara peluncuran Wildcat Lake di China. Perangkat itu tampil mencolok dengan warna oranye terang, bodi tipis 11 mm, serta desain minimalis yang disebut Intel sebagai 'Clean-D'.

Wildcat Lake sendiri memakai prosesor fabrikasi Intel 18A dan dibekali lima hingga enam Cougar Cove P-core tanpa dukungan Hyper-Threading. Intel menyebut platform ini difokuskan untuk laptop hemat biaya dengan efisiensi daya yang tetap kompetitif.

Beberapa vendor seperti Asus, HP, dan Honor sudah mulai menjual laptop berbasis Wildcat Lake di China dengan harga sebelum pajak sekitar 571 dolar AS hingga 662 dolar AS (sekitar Rp 10,1 juta sampai Rp 11,8 juta). Produsen China Chuwi bahkan merilis UniBook dengan harga mulai 449 dolar AS atau sekitar Rp 8 juta.

Meski demikian, laptop-laptop tersebut belum termasuk bagian dari Project Firefly.

Jika berhasil, Project Firefly bisa menjadi strategi penting Intel untuk mempertahankan ekosistem x86 di tengah meningkatnya popularitas laptop Arm dan MacBook berbasis chip Apple Silicon.