Kumparan Logo

Ratusan Kelelawar Raksasa Mati karena Gelombang Panas

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kelelawar raksasa Pteropus. (Foto: Flickr/Stefano Tassano)
zoom-in-whitePerbesar
Kelelawar raksasa Pteropus. (Foto: Flickr/Stefano Tassano)

Gelombang panas bersuhu tinggi sepekan ini menyerang sebagian besar wilayah Australia. Akibat fenomena ini, banyak hewan kalong raksasa spesies Pteropus ditemukan mati di bagian selatan Australia.

Berdasarkan laporan Gizmodo, lebih dari 100 ekor kalong mati akibat suhu panas di Australia mencapai angka 113 derajat Fahrenheit atau sekitar 45 derajat Celcius. Ada banyak kalong yang ditemukan mati dalam keadaan menggantung di dahan pohon.

X post embed

Ada juga video yang menunjukkan puluhan ekor kalong terbaring mati di sepanjang pinggir jalan di Singleton, New South Wales, Australia.

X post embed

Pteropus merupakan hewan mamalia yang rata-rata lebar sayapnya mencapai 3 kaki jika berusia dewasa.

Sumber dari ABC News Australia menyebutkan, masyarakat sekitar dilarang menyentuh hewan mati tersebut karena beberapa di antaranya membawa sejumlah penyakit, seperti virus Hendra yang dapat menular ke manusia. Manusia yang terinfeksi virus ini dapat menyebabkan gejala penyakit pernapasan berat.

Kematian ratusan kelelawar raksasa ini bukan dampak satu-satunya dari serangan gelombang panas di Australia. Fenomena alam ini juga mengakibatkan kebakaran hutan yang hebat di Australia.

Bahkan, di negara bagian New South Wales sendiri masih ada 30 lebih titik api yang belum berhasil dipadamkan hingga Minggu malam, 12 Februari 2017.