Kumparan Logo

Razer Akuisisi Nextbit untuk Terjun ke Bisnis Ponsel

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ponsel pintar Robin dari Nextbit. (Foto: Nextbit)
zoom-in-whitePerbesar
Ponsel pintar Robin dari Nextbit. (Foto: Nextbit)

Produsen perangkat game Razer dari Amerika Serikat, sepertinya sedang bersiap untuk masuk dalam industri ponsel pintar dengan melakukan aksi korporasi mengakuisisi perusahaan Nextbit yang dikenal dengan produk "cloud phone" merek Robit.

Razer tidak menyebut nilai transaksi yang dikeluarkan untuk mengambilalih Nextbit, tetapi yang jelas seluruh saham dan karyawan Nextbit kini menjadi milik Razer, menurut laporan Mashable.

Dari aksi korporasi ini, Razer juga mendapatkan teknologi yang dikembangkan Nextbit. Ponsel merek Robin sempat menggembar-gemborkan teknologi komputasi awan untuk memberi ruang penyimpanan besar, pemindai sidik jari, dan kemudahan mengganti ROM pada produk mereka.

Razer akan menjadikan Nextbit sebagai divisi baru yang terpisah dengan fokus operasional pada desain dan pengembangan produk.

Kendati tetap mempertahankan nama Nextbit dan Robin, namun seluruh produksi ponsel pintarnya akan dihentikan, termasuk tidak lagi menjual perangkat dan akesesorinya.

Akuisisi ini menunjukkan tanda-tanda langkah perusahaan untuk melebarkan bisnis usahanya ke ranah perangkat mobile selain laptop dan aksesori gaming yang telah dijalani Razer.

Dengan talenta yang dibawa Nextbit ke Razer, kami berharap ke depan dapat mengembangkan bisnis kami di area baru.

Nextbit tidak akan meninggalkan pengguna Robin begitu saja. Mereka akan tetap memberikan dukungan peranti lunak hingga Februari 2018. Razer sendiri juga akan melayani dukungan garansi perangkat hingga 6 bulan.

Nextbit mulai masuk ke industri ponsel pada tahun 2015 dengan targetnya menciptakan ponsel Robin berteknologi komputasi awan yang tak terhingga, sehingga pengguna tidak akan pernah kehabisan ruang penyimpanan data untuk ponselnya. Sayang, nama ponsel Android ini kalah tenar dengan produk-produk keluaran Samsung, LG, Xiaomi hingga Apple, sehingga penjualannya tidak memberi menyenangkan.

Razer menggebrak industri game di 2017 ini dalam pameran Consumer Electronics Show (CES) Januari lalu, di mana mereka memperlihatkan purwarupa laptop game tiga layar. Nahas, laptop yang kemudian disebut Project Valerie ini hilang di ruang pers setelah acara pameran produk elektronik tersebut selesai.