Kumparan Logo

Resmi dari Facebook, Ini Cara Selamatkan Akun FB, IG, WA, yang Diretas

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters

Akun Facebook, Instagram, dan WhatsApp sering menjadi sasaran peretasan. Banyak hacker yang ingin membobol dan menyalahgunakan akun pengguna di ketiga aplikasi tersebut untuk tujuan tertentu.

Salah satu modus yang digunakan adalah salah kirim kode voucher game di chat WhatsApp dari pelaku yang mengaku kasir minimarket, dan meminta korban menyebut kode itu yang ternyata nomor OTP (one-time password). Modus ini merupakan phishing, salah satu bentuk kejahatan siber yang digunakan untuk membajak (hacking) atau mengambil alih akun seseorang dengan cara penipuan.

Akun yang sudah diretas berpeluang dimanfaatkan hacker dengan tujuan, misal, mencuri data pribadi (email, alamat rumah, dan lain sebagainya), menipu pengguna lain dengan undian berhadiah palsu, atau menyebarkan informasi bohong. Nama baik sang pemilik akun tentu bisa tercemar, jika hal itu terjadi.

Lalu, bagaimana kalau akun sudah diambil alih pihak tak bertanggung jawab? Kamu jangan khawatir, sebab Facebook telah membagikan tips agar kamu dapat memperoleh kembali akses ke akun yang diretas.

Ilustrasi peretasan. Foto: Shutter Stock

Berikut tips dari Facebook cara selamatkan akun Facebook, Instagram, dan WhatsApp kamu yang diretas hacker.

Facebook

  • Laporkan kejadian tersebut melalui tautan ini: http://www.facebook.com/hacked

  • Isi laporan dengan alamat email dan nomor ponsel yang digunakan saat mendaftar atau membuat akun Facebook.

  • Untuk sementara waktu, kamu mungkin tidak dapat mengakses akun. Tidak perlu khawatir -- pastikan kamu telah mengisi laporan dengan data-data yang benar.

  • Selama proses verifikasi data, Facebook akan meminta kamu untuk mengirimkan foto kartu identitas, seperti KTP atau SIM.

  • Facebook akan mengirimkan notifikasi melalui email apabila akun telah berhasil dipulihkan.

Instagram

  • Laporkan kejadian tersebut melalui tautan ini: http://help.instagram.com/

  • Ketika laporan kamu telah disampaikan ke Instagram, mungkin akun akan terlihat hilang. Ini merupakan salah satu langkah Instagram untuk memastikan bahwa akun kamu benar dibajak.

  • Periksa email yang digunakan untuk membuat akun secara berkala. Instagram akan mengirimkan email yang meminta pengguna untuk mengisi formulir dan menyertakan data diri, seperti foto atau KTP.

  • Proses verifikasi umumnya membutuhkan waktu 4-7 hari. Instagram akan memberikan konfirmasi melalui email jika akun sudah pulih.

WhatsApp

  • Segera lakukan verifikasi dengan masuk ke aplikasi WhatsApp dan masukkan nomor ponsel yang terdaftar. Selengkapnya mengenai cara verifikasi nomor dapat dilihat di sini: http://faq.whatsapp.com/android/verification/verifiying-your-number

  • Setelah verifikasi, kamu akan menerima kode 6 angka via SMS. Masukkan kode tersebut ke aplikasi WhatsApp.

  • WhatsApp biasanya akan meminta kode Autentikasi Dua Langkah. Namun jika pengguna belum mengaktifkannya, akses kembali ke WhatsApp akan diterima 7 hari setelah proses verifikasi nomor.

Ilustrasi Facebook dan Whatsapp Foto: Reuters/Dado Ruvic

Teknik dan modus phishing sendiri sebenarnya ada banyak. Umumnya, teknik penipuan ini berupaya memengaruhi sisi emosional agar terpancing ke dalam jebakan, atau berpura-pura menjadi seseorang yang kita kenal, lalu meminta uang atau menawarkan bantuan tertentu.

Bagaimana cara agar terhindar dari jebakan phishing? Facebook mengatakan ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan pengguna.

Pertama, mengganti kata sandi akun secara rutin dan tidak memberikan detail login akun kepada siapa pun, termasuk teman dekat, pacar, atau keluarga. Pengguna juga harus menghindari menerima permintaan pertemanan dari orang tak dikenal.

Jika menerima email atau pesan yang mencurigakan, kamu bisa segera laporkan ke Facebook (phish@fb.com). Selamat mencoba!