Kumparan Logo

Review ASUS ROG Flow Z13: Cip AMD Ryzen AI Max Bikin Performa Laptop Maksimal

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Siapa sangka laptop portabel ini bisa menandingi performa mirip PC desktop gaming kelas atas. Dengan dipersenjatai prosesor paling bertenaga dari AMD, ASUS ROG Flow Z13 menawarkan pengalaman yang memuaskan untuk gaming sampai bikin konten.

ASUS ROG Flow Z13 datang sebagai perangkat gaming 2-in-1 yang tangguh dan serba guna dengan otak sekelas PC desktop. Laptop hybrid Windows ini memiliki performa brutal berkat AMD Ryzen AI Max+ 395 yang bersembunyi di dalam bodi Flow Z13 yang stylish.

kumparan berkesempatan menjajal langsung ASUS ROG Flow Z13 berprosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 selama beberapa pekan. Begini pengalaman kami:

Desain

Salah satu aspek paling mencolok dari ROG Flow Z13 adalah desainnya. Dengan ketebalan hanya 12 mm dan berat 1,2 kg, Flow Z13 menjadi salah satu laptop gaming 13 inci paling ramping dan ringan di pasaran.

Flow Z13 terpancar jelas sebagai laptop gaming dengan estetika khas ROG. Lampu LED belakang dan elemen aura RGB yang dapat disesuaikan, memberikan sentuhan personal dan futuristik.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Bodi laptopnya portabel menghadirkan fleksibilitas. Pengguna dapat dengan mudah beralih antara mode laptop untuk gaming dan bekerja atau mode tablet untuk streaming konten atau presentasi yang lebih santai.

Flow Z13 dilengkapi dengan keyboard yang dapat dilepas, dilapisi dengan kulit imitasi yang memberikan rasa nyaman saat disentuh. Tombolnya cukup enak untuk dipakai mengetik, dan ada lampu latar RGB yang ideal untuk perangkat dipakai bekerja dan main dalam kondisi cahaya rendah. Trackpad-nya responsif dengan sentuhan lembut, serta navigasinya akurat dan mulus, sehingga pengguna gak perlu lagi tambahan mouse.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Meski ukurannya ringkas, Flow Z13 tidak menumbalkan konektivitasnya. Laptop gaming ini dilengkapi dengan port I/O yang cukup lengkap, ada USB-A, audio jack 3,5 mm, USB-C Thunderbolt, HDMI, lubang charger, dan card reader. Kehadiran port Thunderbolt sangat penting karena menawarkan kecepatan transfer data yang super cepat dan kemampuan untuk terhubung ke berbagai periferal, juga memudahkan kami memindahkan file foto dan video untuk kebutuhan konten berita.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Satu-satunya kekurangan adalah tidak adanya port ethernet khusus, mengingat internet yang stabil esensial untuk gaming online dan streaming konten beresolusi tinggi. Untungnya ada dukungan Wi-Fi 7 di Flow Z13, yang dapat menawarkan konekvitias nirkabel super cepat dan stabil.

Layar

Pengalaman visual pada ROG Flow Z13 cukup memuaskan. Flow Z13 punya layar sentuh ROG Nebula Display berpanel IPS dengan ukuran 13 inci.

Dengan rasio aspek 16:10, layar ini memberikan area pandang yang lebih luas, ideal untuk produktivitas dan multitasking. Kecerahan puncak 500 nits memastikan visibilitas yang sangat baik bahkan di lingkungan terang, sementara cakupan 100% gamut warna DCI P3 menjamin reproduksi warna yang akurat dan kaya, penting untuk desainer grafis dan kreator konten.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Bagi gamer, refresh rate 180 Hz dan waktu respons 3 milidetik adalah nilai jual utama. Kombinasi ini memastikan visual yang sangat mulus dan responsif, mengurangi ghosting (visual terlihat samar di layar) dan tearing (gambar terputus akibat refresh rate dan frame rate gak sinkron), memberikan keunggulan saat main game kompetitif yang cepat macam Valorant.

Di belakangnya ada stand kaki yang dapat diatur kemiringannya, memungkinkan kami menyesuaikan sudut pandang sesuai kebutuhan.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Performa

Dengan bodi konvertibel dan desain premium khas lini ROG (Republic of Games), Flow Z13 seolah menyembunyikan monster di balik tampilan elegan dan portabilitasnya. Monster yang dimaksud adalah AMD Ryzen AI Max+ 395, prosesor x86 pertama yang sudah terintegrasi dengan chip AI engine melalui AMD Ryzen AI, yang membuat proses dan dukungan terhadap aplikasi yang berbasis AI menjadi lebih efektif dan efisien.

Prosesor ini, yang diintegrasikan dengan cip grafis Radeon 8060S, memainkan peran krusial dalam mengoptimalkan performa Flow Z13 ketika bermain game AAA beresolusi tinggi maupun pembuatan konten tingkat lanjut. Perpaduan RAM LPDDR5 64 GB memberikan ruang yang luas untuk multitasking dan aplikasi yang memakan banyak memori.

Berbeda dengan laptop gaming atau tablet konvensional yang memiliki memori terpisah untuk CPU dan GPU, Flow Z13 menggunakan satu pool memori besar yang dapat dialokasikan secara dinamis untuk core CPU dan GPU-nya. Mekanisme tersebut memungkinkan kumparan mengatur memori untuk grafis dan sistem sesuka hati.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Inovasi Ryzen AI ini patut diacungi jempol. Kami dapat mengalokasikan akses VRAM yang melimpah untuk gaming dengan lancar, serta mengoptimalkan performa saat menjalani tugas berat di luar gaming tanpa perlu mengandalkan GPU eksternal.

Tanpa GPU diskret, Flow Z13 membuktikan bahwa GPU yang terintegrasi sanggup untuk gaming serius. Game kelas AAA macam Monster Hunter Wilds hingga Baldur's Gate 3 dilahap oleh Flow Z13.

Dengan pengaturan grafis Ultra dan fitur Frame Generation menyala, Monster Hunter Wilds dapat berjalan rata-rata 68 frame per detik (frame per second/FPS) dengan skor benchmark 11632. Angka tersebut bisa lebih tinggi lagi jika pengaturan grafis diturunkan.

Begitu pun dengan Baldur's Gate 3. Game turn-based RPG itu berjalan mulus rata-rata 69 FPS, dengan pengaturan visual mentok kanan alias Ultra. Dengan alokasi memori VRAM yang dimiliki Flow Z13, kami dapat menginstal mod untuk mempercantik visual game tanpa harus khawatir memori sistem penuh.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Bagaimana dengan penggunaan kerja harian dan bikin konten? Flow Z13 bisa diandalkan, terutama untuk pewarta seperti kami.

Tantangan dalam jurnalis adalah tidak semua foto berita bisa ditangkap dalam kondisi ideal, karena di lapangan kami berhadapan dengana pencahayaan buruk, momentum yang cepat, atau sekadar keterbatasan alat. Alhasil, gambar yang ditangkap malah buram atau pecah. Kami mencoba mengandalkan aplikasi Topaz Photo AI untuk mengangkat kualitas gambarnya, dan di sinilah Ryzen AI menunjukkan taringnya.

Fitur Upscale Image yang dimiliki aplikasi dapat mendorong kualitas dan resolusi pada foto yang diambil dengan kondisi pencahayaan terbatas. Detail gambar semakin menonjol, noise di latar belakang berkurang. Proses ini yang biasanya memakan waktu beberapa menit, kini hanya butuh kurang dari 20 detik berkat AMD Ryzen AI Max+ 395 yang ada di balik Flow Z13.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Ketika meeting online juga terbantu dengan Ryzen AI. Windows Studio Effect yang ditenagai langsung oleh NPU dari AMD Ryzen AI Max+ 395 membuat kemampuannya semakin bertenaga. Fitur blur latar belakang bekerja semakin natural tanpa mengorbankan ketajaman wajah meski berpindah posisi, sedangkan fitur koreksi mata membuat kami tampak selalu menatap kamera sambil menulis dan membaca catatan di layar.

Kami juga menjajal kemampuan Amuse, aplikasi AI generatif di Flow Z13. Dengan AI berbasis on-device, kami dapat membuat ilustrasi sebagai foto pendukung untuk memperkuat narasi berita tanpa internet. Hasil yang diberikan pun cepat, gak sampai semenit.

Eksperimen berikutnya adalah mencoba LM Studio dengan menjalankan model LLM DeepSeek R1 secara lokal. AMD Ryzen AI Max+ 395 membantu model AI tersebut berjalan secara lokal dan lancar. Kami seolah memiliki asisten virtual pribadi yang dapat membantu brainstorming ide tulisan tanpa membutuhkan koneksi internet.

Baterai

Mobilitas laptop tidak akan berarti banyak tanpa daya tahan baterai yang memadai. ROG mengatasi hal ini dengan membenamkan baterai 70 WHrs di Flow 13. Kapasitas tersebut sudah cukup untuk memberikan waktu penggunaan yang lebih lama tanpa colokan listrik.

Untuk penggunaan ringan seperti browsing internet hingga menonton YouTube dengan kecerahan penuh, misalnya, baterainya dapat bertahan sekitar 7 hingga 8 jam. Ketika digunakan untuk bermain game Baldur's Gate 3, daya tahan baterainya menurun menjadi 1 hingga 2 jam, masih dalam tahap wajar.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Perangkat ini juga mendukung pengisian daya cepat. Berdasarkan pengalaman kumparan, Flow Z13 mampu mengisi hingga 50% dalam 30 menit melalui port charger. ASUS turut menyertakan charger berbasis USB-C untuk fleksibilitas pengisian, opsi yang sangat membantu ketika bepergian ke luar kota.

Flow Z13 juga menyediakan mode yang dapat disesuaikan untuk gaming, performa, atau penghematan daya, memungkinkan kami untuk mengoptimalkan konsumsi energ sesuai kebutuhan, mulai dari kerja, streaming, bikin konten, hingga gaming.

Kesimpulan

ASUS ROG Flow Z13 menawarkan kemampuan yang seimbang untuk berbagai tugas, mulai dari gaming yang menuntut, produktivitas berat, hingga pekerjaan kreatif berkat AMD Ryzen AI Max+ 395, menjadikannya sebagai perangkat yang sangat menarik bagi berbagai jenis pengguna.

ASUS ROG Flow Z13. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Ia berhasil mendobrak batasan antara tablet dan laptop gaming. ASUS seolah ingin menunjukkan bahwa performa ekstrem dari AMD dan fleksibilitas desain premium ROG dapat hidup berdampingan dalam satu paket Flow Z13 yang ramping dan elegan.

Namun, ada beberapa kompromi yang perlu dipertimbangkan, seperti keterbatasan ekspansi penyimpanan internal dan tidak adanya port ethernet. Terlepas dari kekurangannya, ROG Flow Z13 2025 tetap menjadi rekomendasi yang kuat bagi mereka yang memprioritaskan portabilitas tanpa mengorbankan performa secara signifikan.