Review Asus Zenfone 4 Max Pro: Tak Masalah Nyala Seharian Penuh
Tepat di hari ulang tahun ke-72 Indonesia, Asus resmi menghadirkan varian baru ponsel pintar Android Zenfone 4. Ada enam model yang diluncurkan, yang terdiri dari Zenfone 4, Zenfone 4 Max, dan Zenfone 4 Selfie, itu terbagi dalam dua versi: standar dan Pro.
Di antara enam produk tersebut, Zenfone 4 Max Pro menjadi yang pertama masuk ke Indonesia, di mana Asus sudah menjualnya sejak awal September dengan harga Rp 3 juta.
Apakah harga tersebut pantas untuk Zenfone 4 Max Pro? Bagaimana kemampuan baterai jumbo dan kamera belakang ganda yang menjadi nilai jual Zenfone 4 Max Pro?
Berikut ulasan kumparan (kumparan.com) ketika menjajal Zenfone 4 Max Pro selama tiga pekan.
Desain
Kesan pertama saya tentang Zenfone 4 Max Pro adalah ukuran bodinya yang gemuk. Hal ini bisa dimaklumi karena di dalam ponsel ini memiliki baterai berkapasitas yang cukup besar, yakni 5.000 mAh.
Impresi pertama saat menggenggamnya, ponsel ini terasa cukup berat. Tapi ini bukan masalah bagi kami, karena justru ponsel berat membuat tangan lebih stabil ketika mengambil foto maupun video. Saya melihat ini justru efek positif dari bobot ponsel yang berat.
Walau dirancang dengan desain mirip iPhone 7 Plus, namun kualitas material yang dipakai Asus di Zenfone 4 Max Pro kurang memuaskan. Selama pemakaian tak jarang jejak sidik jari dan minyak sering kali menempel di perangkat hingga membuat tampilannya sedikit kotor.
Beruntung Asus menyertakan case silicon transparan di dalam dus Zenfone 4 Max Pro. Case ini cukup membantu melindungi ponsel, dengan konsekuensi bentuk menjadi lebih gemuk.
Kamera
Kamera ganda tidak menjamin kualitas hasil foto dari lensa satu dengan lensa yang lain setara. Dan ini terbukti di Zenfone 4 Max Pro. Hasil gambar yang dihasilkan lensa utama (16 megapixel) dengan lensa pendamping (5 megapixel), yang punya sudut pandang lebar 120 derajat, tidak sama.
Lensa sensor 5 megapixel menangkap cahaya dan warna yang lebih baik, namun sayangnya ada penurunan kualitas detail gambar. Sementara lensa sensor 16 megapixel menghasilkan gambar yang lebih baik.
Jika memang hasil foto auto kurang bagus, kalian tidak perlu khawatir. Asus juga menyediakan fitur pengaturan manual, sehingga pengguna bisa menentukan sendiri ISO, shutterspeed, white balance, dan lain sebagainya.
Baterai
Saya sangat puas dengan kemampuan baterai di Zenfone 4 Max Pro. Kapasitas 5.000 mAh sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari chatting, telepon, game, dan lain sebagainya. Penggunaan ekstrem seharian masih menyisakan sisa daya sekitar 20 persen.
Kelebihan lainnya yang cukup membantu adalah kemampuan power bank. Fitur ini menolong kamu yang terbiasa membawa lebih dari satu gadget.
Kekurangan di sektor ini adalah waktu pengisian. Waktu pengisian Zenfone 4 Max Pro terbilang lama. Misal, untuk bisa penuh 100 persen dari sisa daya 5 sampai 10 persen, itu membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Ini termasuk lama di tengah kemampuan isi daya cepat yang belakangan jadi fitur umum di produk ponsel pintar.
Performa
Performa yang ditawarkan Zenfone 4 Max Pro dapat dikatakan tidak mengecewakan. Ini bagus untuk produk sekelasnya. Dengan sistem antarmuka ZenUI 4.0 berbasis OS Android 7.1 Nougat, pergantian halaman hingga buka-tutup aplikasi cukup nyaman dan lancar. Mulus!
Di ZenUI 4.0 juga ada fitur pengaturan audio melalui AudioWizard dan fitur pengaturan aplikasi melalui Auto-start Manager. Auto-start Manager paling saya suka karena di sini saya bisa memutuskan aplikasi mana saja yang berjalan di belakang layar sehingga tidak terlalu membebankan kinerja ponsel.
Saya tidak menyarankan Zenfone 4 Max Pro dipakai untuk bermain, terutama permainan kelas berat masa kini. Saya pernah mencoba memainkan Injustice 2 di ponsel ini. Sepanjang permainan yang saya temukan adalah lagging di mana-mana.
Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan bagi saya karena ponsel ini memakai cip Snapdragon 430, jauh berbeda dibandingkan saudaranya di seri Zenfone 4 yang pakai Snapdragon 630 hingga Snapdragon 835. Itu mengapa hasil pengujian Benchmark tidak begitu memuaskan.
Kesimpulan
Asus kembali berhasil menunjukkan kemampuan baterai yang mumpuni di seri Zenfone Max. Ada peningkatan kualitas di sektor baterai Zenfone 4 Max Pro dibandingkan pendahulunya. Kehadiran fitur power bank menjadi nilai tambah untuk pengguna.
Asus seharusnya bisa memaksimalkan lagi fitur kamera ganda di Zenfone 4 Max Pro, jika memang ingin bersaing di pasar ponsel kamera ganda. Memang hasil gambar di lensa utama 16 megapixel jernih, namun ketika berpindah ke lensa wide-angle, tidak ada yang bisa kamu harapkan.
Saya tidak mempersoalkan performa Zenfone 4 Max Pro. Pemakaian seharian penuh untuk chatting, media sosial, sampai telepon, tidak ada hambatan berarti. Zenfone 4 Max Pro cukup nyaman dipakai selama kamu tidak menggunakannya untuk bermain game.
Harga Rp 3 juta yang dipasang Asus untuk Zenfone 4 Max Pro terbilang murah jika dibandingkan kompetitor lain, misalnya Vibe P2 Turbo yang dibanderol Rp 4,5 juta. Zenfone 4 Max Pro adalah kesempatan emas untuk bisa mendapatkan ponsel kamera belakang ganda dan baterai jumbo dengan harga terjangkau.
Kelebihan
+ Baterai tahan lama dan ada fitur power bank
+ Performa tidak mengecewakan
+ ZenUI lebih mulus dan lancar dibandingkan versi sebelumnya
+ Harga terjangkau
Kekurangan
- Kamera belakang wide-angle kurang bagus
- Masih pakai Snapdragon 430
- Pengisian daya baterai memakan waktu lama
- Tidak nyaman dipakai bermain game berat
