Richard Branson Sukses ke Tepi Angkasa, Era Wisata Luar Angkasa Dimulai

12 Juli 2021 11:13
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Richard Branson sebelum terbang ke luar angkasa dengan pesawat roket penumpang Virgin Galactic VSS Unity, dekat Truth or Consequences, New Mexico, AS, Minggu (11/7). Foto: Joe Skipper/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Richard Branson sebelum terbang ke luar angkasa dengan pesawat roket penumpang Virgin Galactic VSS Unity, dekat Truth or Consequences, New Mexico, AS, Minggu (11/7). Foto: Joe Skipper/REUTERS
ADVERTISEMENT
Miliarder Inggris Richard Branson dan perusahaan luar angkasa miliknya, Virgin Galactic, sukses mencatat sejarah pada Minggu (11/7). Mereka berhasil terbang ke tepi antariksa dan perjalanan ini sekaligus menandai dimulainya era wisata ke luar angkasa umat manusia.
ADVERTISEMENT
Dalam peluncuran yang berlokasi di New Mexico, AS tersebut, Richard Branson dan 5 kru lain terbang menggunakan pesawat luar angkasa supersonik Unity. Pesawat ini berhasil mencapai ketinggian 85 km di atas permukaan laut dan mendarat dengan selamat sekitar 1 jam setelah peluncuran.
Dari kabin pesawat ruang angkasa, Branson menyebut penerbangan itu sebagai "pengalaman lengkap seumur hidup."
"Saya telah memimpikan momen ini sejak saya masih kecil, tapi sejujurnya tidak ada yang bisa mempersiapkan Anda untuk melihat Bumi dari luar angkasa," katanya dalam konferensi pers setelah penerbangan. "Semuanya ajaib."
Perjalanan ini juga menjadikan Richard Branson dan Virgin Galactic sebagai perintis pariwisata luar angkasa baru yang mencoba kendaraan mereka sendiri, menyalip ambisi Jeff Bezos dari Amazon dan Elon Musk dari SpaceX.
ADVERTISEMENT
Branson pun berharap perusahaannya mulai menjual wisata luar angkasa kepada pelanggan pada tahun depan.
"Saya membawa buku catatan saya dan saya telah menuliskan 30 atau 40 hal kecil yang akan membuat pengalaman bagi orang berikutnya yang pergi ke luar angkasa bersama kami jauh lebih baik," katanya.
"Satu-satunya cara terkadang Anda dapat menemukan hal-hal kecil ini adalah dengan masuk ke pesawat ruang angkasa dan pergi ke luar angkasa dan mengalaminya sendiri."

Pesawat luar angkasa Unity

Kesuksesan Virgin Galactic ke tepi luar angkasa tak hadir dalam waktu instan. Perusahaan itu harus mengembangkan pesawat luar angkasa Unity dalam kurun waktu 17 tahun lamanya.
Unity dilengkapi dengan sebuah motor roket di bagian belakang untuk membawa pesawat ke angkasa. Motor roket itu menyala selama 60 detik, pada saat itu Richard Branson, tiga awaknya dan dua pilot, akan memiliki pemandangan yang luar biasa dari atas Bumi.
ADVERTISEMENT
Ketinggian maksimum yang dapat dicapai Unity kira-kira 90 km, meski saat peluncuran hanya mencapai 85 km di atas permukaan laut. Ketinggian ini sudah cukup untuk membuat para kru merasakan sensasi nol gravitasi di puncak penerbangan.
Unity adalah kendaraan sub-orbital. Artinya, ia tidak dapat mencapai kecepatan dan ketinggian yang diperlukan untuk mempertahankan diri di luar angkasa untuk mengelilingi dunia.
Selain Unity, satu-satunya kendaraan sub-orbital lain yang tersedia secara komersil saat ini adalah New Shepard milik Blue Origin. Kendaraan yang terdiri dari roket dan kapsul inilah yang akan membawa Jeff Bezos dan 3 kru lain ke ketinggian lebih dari 100 km pada 20 Juli 2021 mendatang.
Untuk sementara, Richard Branson dan Virgin Galactic memiliki sekitar 600 orang yang telah membayar deposit untuk tiket dengan harga hingga 250.000 dolar AS. Adapun Blue Origin milik Bezos belum mengungkap rencana komersialisasi wisata luar angkasa mereka.
ADVERTISEMENT

Batas luar angkasa

Kendati Virgin Galactic dan Branson sukses menandai wisata luar angkasa, perdebatan muncul perihal apakah ia telah berada di luar angkasa atau tidak.
Pada Jumat (10/7), Blue Origin posting tweet berisi komparasi pesawat Unity dari Virgin Galactic dan New Shepard milik mereka. Salah satu poin di tweet tersebut menyatakan bahwa Virgin Galactic tak terbang di luar angkasa.
Batas luar angkasa secara internasional merujuk pada garis Kármán, dengan ketinggian 100 km di atas permukaan laut. Jika menggunakan batas ini, Richard Branson dan Virgin Galactic belum sampai ke luar angkasa kendati mereka sempat merasakan gravitasi nol.
Meski demikian, pemerintah AS mengakui batas luar angkasa berada di sekitar 80 km (50 mil) dan memberikan penghargaan astronaut kepada siapa pun yang melebihi ketinggian ini. Sebelum Branson dan kru Virgin Galactic terbang, hanya 580 orang yang pernah berada di atas ketinggian ini.
ADVERTISEMENT
Secara historis, menentukan batas luar angkasa bukanlah hal yang mudah. Hal ini disebabkan karena atmosfer bumi tidak lenyap begitu saja ketika sebuah pesawat tembus di ketinggian 80 atau 100 km di atas permukaan laut. Justru, atmosfer Bumi memiliki ketebalan sekitar 1.000 km dan secara bertahap menjadi lebih tipis ke atas.
NASA Mission Control sendiri menempatkan batas luar angkasa pada 122 kilometer, karena itu adalah "titik di mana hambatan atmosfer menjadi terlihat," tulis Bhavya Lal dan Emily Nightingale dari Science and Technology Policy Institute pada 2014.
Terlepas dari debat batas luar angkasa yang dibuat Blue Origin, pencapaian Virgin Galactic boleh dibilang menandai era wisata luar angkasa. Jeff Bezos pun menyampaikan ucapan selamat kepada Branson.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020